
Semenjak saat itu Jesi dan Velix saling berkomunikasi via telepon dan chat. Velix bahkan tidak pernah melihat sosok wajah Jesi yang sebenarnya. Tapi mengobrol banyak hal dengan Jesi membuatnya nyaman, bahkan sehari saja tak ada kabar, Velix seperti orang kebingungan.
Sembilan bulan sudah mereka berteman. Dalam sembilan bulan itu, Jesi sempat di ajak Sesil ke perusahaan Velix. Jesi tak menyangka Velix memiliki wajah yang sangat tampan. Velix adalah pengusaha muda yang sukses. Jesi sangat mengaguminya.
Jesi juga banyak mendapat info tentang Jefri kekasih Sisil. Sisil akhirnya tahu, bahwa Jefri bukan hanya selingkuh. Tapi ia sudah menikah dan punya satu anak. Sesil sangat kecewa dengan kenyatan itu. Sisil akhirnya memutuskan hubungannya dengan Jefri.
"Kini masalah Sisil sudah selesai. Tapi hubungan ku dengan pria yang bernama Velix itu belum usai. Aku harus bagaimana? " Tanya Jesi pada teman temannya.
Jesi kini punya tiga sahabat dekat di kampusnya. ia menceritakan semua kisah ini pada mereka bertiga. ia tak tahu harus berbuat apa lagi.
Malahan sekarang Velix sudah berani mengatakan cinta padanya tanpa pernah melihat sosoknya. Velix benar benar sudah jatuh cinta pada wanita yang belum pernah bertemu dengannya itu.
Sekalipun ia hanya dijadikan pacar via telepon pun ia sudah siap. ia hanya ingin memiliki Desi. Baginya Desi adalah wanita yang selama ini ia cari.
__ADS_1
Itulah mengapa Jesi sekarang frustasi. Sejujurnya ia pun sudah mulai mengagumi Velix. Tapi ia sadar hubungan ini hanyalah kebohongan. ia tak mungkin bisa melanjutkan komunikasi ini.
"Kamu harus mengakui kesalahan mu ini pada Velix Jes. " Saran Ros salah satu temannya.
"Itu artinya aku akan menyakiti hati Velix" Jawab Jesi.
"Atau kau ganti saja nomor mu, dan hentikan hubungan ini. " Saran Ega salah satu temannya lagi.
"Itu akan lebih menyakinya ga. " Jawab Jesi.
"Kalau kau sudah mencintainya, lebih baik kamu akhiri saja permainan ini, dan katakan persaanmu padanya". Sambung Weni.
"Mana mungkin aku mencintainya. Aku hanya mengobrol dengannya via telepon. Aku tak pernah bertemu dengannya sebagai Desi. Jadi, mana mungkin aku bisa mencintainya. " Jawab Jesi seperti tak menyadari perasaannya pada Velix.
__ADS_1
"Jika kau tak mencintainya, lantas kenapa kau sangat peduli dengan perasaannya. ini masalah sepele, sangat mudah memutuskan hubungan lewat telepon. Kau tak perlu menanggapi saat Velix menghubungimu, atau Kau bisa mengganti nomor ponselmu. " Ucap Ros.
"Aku tak mau menyakiti Velix. Aku sudah cukup membohonginya selama ini. Sedangkan dia selalu berkata jujur padaku. Velix sangat terbuka sebagai teman, dia tidak pernah menyembunyikan apapun dariku. Sementara aku hanya mengambil keuntungan dari pertemanan ini. Aku tidak mungkin bisa menyakitinya lagi lebih dari ini lagu, " Jelas Jesi.
Terlihat jelas Jesi mulai meneteskan air mata. ia sangat menyesal sudah membohongi Velix selama ini. Ditambah lagi Velix sudah sangat mencintainya. Bagaimana kecewanya Velix jika ia tahu bahwa ini hanya sandiwara.
"Lalu apa langkahmu untuk menyudahi ini semua. " Tanya Ros kembali pada Jesi.
"Aku tidak tau Ros, Aku tidak bisa berpikir apa apa lagi. " Jawab Jesi yang langsung bangkit memeluk Ros sambil menangis.
"Jes, jujur itu lebih mulia dari apapun. Sekalipun ini akan menyakiti Velix, tapi kamu tetap sudah melakukan hal yang benar. Akui saja kesalahan mu padanya Jes. " Saran Ros mulai menenangkan Jesi.
"Katamu Velix adalah orang yang baik, dia pasti akan mengerti penjelasanmu Jes. Kami teman teman mu akan mendukung mu. Kamu tenanglah... " Sambung Ros lagi.
__ADS_1
Jesi mulai tenang. ia merasa apa yang menjadi saran teman temannya agar bisa jujur pada Velix itu adalah tindakan yang benar.
"Baiklah, tapi kalian saja yang bicara dengan Velix. Aku belum siap bertemu dengannya. Pinta Jesi pada teman temannya.