
"Kau sangat cantik putri ku.. " Sahut ibu Mey yang baru saja masuk di kamar ganti pengantin wanita.
Nampak jelas Mey sudah berdandan selayaknya pengantin. Gaun putih terjuntai panjang dengan mahkota yang melekat di kepalanya, Mey terlihat sangat sempurna.
Aura kebahagiaan dari hati Mey karena akan menikah dengan pria yang sangat ia cintai pun terpancar jelas di matanya. Mey sangat bahagia di pesta pernikahannya itu.
Di kamar ganti pria, terlihat seorang mempelai pria yang juga tampan. Kali ini Velix menggunakan setelan jas berwarna silver, sehingga membuat ketampanannya semakin jelas.
Sungguh pasangan yang sangat serasi.
Diluar sana juga sudah banyak undangan yang hadir. Mengingat ayah angkat Velix dan Ayahnya Mey adalah penguasa bisnis ternama di kota mereka, maka tak heran banyak kerabat bisnispun yang ikut menghadiri pernikahan ini.
Pernikahan Velix dan Mey di selenggarakan sangat mewah. Mengingat ke duanya adalah anak tunggal.
Semua para undangan dan kerabat sangat berbahagia mengahadiri pesta pernikahan ini. Tapi lain halnya dengan Velix. Bibirnya selalu senyum, tapi pancaran matanya berbeda. Jiwanya seperti tak berada di gedung ini.
Velix hanya memikirkan Jesi, Jesi dan Jesi. ia pikir ia punya kesempatan untuk memiliki Jesi, tapi ternyata dugaannya salah. Jodohnya adalah Mey. Bagaimanapun caranya, ia harus bisa melupakan Jesi.
__ADS_1
"Saya terima nikahnya Meylani binti Rudi Jarwadi dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai karena Allah SWT. " Kalimat itu terucap dari bibir Velix yang menandakan bahwa Velix dan Mey sudah sah menjadi suami istri.
Senyum bahagia tersungging di wajah mempelai wanita. Ini hari yang sangat di tunggu tunggu. Mey berjanji dalam hatinya untuk mendampingi Velix selamanya dan menjadi istri yang baik untuk nya.
Pesta pernikahanpun sudah selesai. Para undangan sudah pada pulang. Gedung sudah sunyi, dan kedua mempelaipun di bawa ke sebuah kamar pengantin di gedung itu.
Kamar pengantin yang sangat luas. Seperti kamar VVIP bintang lima. Sangat mewah. Kamar itu penuh dengan bunga dan tirai pengantin. Ranjangnya juga sudah di rias dengan taburan bunga mawar merah. Sungguh indah.
"Terima kasih sudah membuat ku bahagia hari ini. " Ucap Mey seraya melingkarkan tangannya di leher Velix.
Velix sedikit kaget dengan tingkah Mey. ia melepaskan tangan Mey yang melingkar di lehernya sambil berkata
Mey yang melihat pancaran mata Velix dari dekat merasa ada yang disembunyikan Velix darinya.
"Velix, apa kau tak bahagia dengan pernikahan kita? " Tanya Mey seolah mengerti apa yang dirasakan Velix.
"Aku bahagia Mey, Aku hanya belum siap. " Jawab Velix jujur.
__ADS_1
"Kau belum siap tapi kau menyetujui perjodohan ini? Apa maksudmu Velix? " Tanya Mey sedikit kecewa.
"Kamu sudah tahu alasannya, tak perlu aku jelaskan. " Jawab Velix.
"Lalu kau anggap apa aku ini Velix. " Tanya Mey mulai menangis.
"Ku mohon jangan menangis Mey. Mulai saat ini kau adalah istri ku. Tapi aku butuh waktu untuk menjadi suami mu seutuhnya. Aku mohon mengertilah. " Jelas Velix menenangkan Mey.
"Aku tak kan memaksa mu, tapi kau harus janji pada ku, kau tidak bisa selingkuh di belakang ku. " Ancam Mey sambil menunjuk ke arah wajah suaminya itu.
"Kau tahu itu bukan kebiasaan ku. " Jawab Velix.
"Velix, apa kau masih sangat memikirkan wanita yang bernama Desi itu? " Tanya Mey tiba Tiba mencari tahu.
"Aku tidak berhubungan lagi dengannya. Aku sudah menghapus nomor ponselnya, bahkan aku sekarang sudah mengganti nomor ponsel ku. Semua ku lakukan agar aku bisa setia menjadi suami mu. Ucap Velix
Tapi maaf, baru sebatas itu yang bisa aku lakukan. Tapi aku janji akan berusaha melakukan yang lebih dari itu. Tapi beri aku waktu. " Jelas Velix mengakui ia belum bisa melupakan Jesi dari hatinya.
__ADS_1
"Aku mengerti. Lambat laun kau akan terbisa dengan ku. Aku percaya dengan usaha mu. " Jawab Mey.
Mey sangat dewasa menerima kenyataan bahwa Velix masih belum bisa mencintainya. Tapi ia senang karena Velix berjanji untuk setia padanya.