Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Kesedihan Ibu Robiyah


__ADS_3

"Ayoo kita pulang nak. Tuan Wandy yang akan menjaga nya di sini. " Ucap ayah Velix.


Velix sama sekali tak merespon kata kata ayah nya. Dia hanya terpaku seperti orang tak bernyawa bersandar di dinding rumah sakit itu. Matanya terlihat berkaca kaca. Dari wajahnya terlihat kekhawatiran yang sangat dalam terhadap Jesi.


Bagaimana reaksi Jesi jika sadar nanti. Jika Jesi tahu mobilnya lah yang telah menabrak Jesi, apa mungkin Jesi akan berpikir ini adalan aksi balas dendam nya terhadap perbuatan Jesi pada nya di masa lalu.


Apakah Jesi akan memaafkan nya atau tidak. Sungguh pikiran Velix kali ini benar benar tidak karuan dibuatnya.


"Nak,, " Sahut ayah Velix sambil menepuk pelan bahu Velix.


"Yaa ayah? " Jawab Velix sangat terkejut, membuyarkan lamunannya.


"Ayo kita pulang dulu nak, kau terlihat sangat capek sekali. Kau butuh istirahat saat ini. " Jawab Ayah Velix.


"Baiklah ayah, ayo pulang. " Jawab Velix.


"Pak manager, aku dan ayah pulang dulu. Aku harap kau bisa memberitahu ku tentang kondisi Jesi serutin mungkin. " Ucap Velix pada Wandy.


"Baik tuan Velix. Hati hati di jalan pak. " Jawab Wandy.


Akhirnya Velix dan ayahnya pun segera pulang.


Setibanya di rumah...

__ADS_1


"Ddrrrtttt.... ddrrrttt... " Ponsel Velix berdering.


"Iya Mey.. " Sahut Velix saat mengangkat telepon dari istrinya.


"Ahh... sayang aku menelpon mu sejak tadi tapi tak ada jawaban. Kau bahkan tak memberitahu ku jika kau sudah sampai atau belum. " Jawab Mey lega saat mendengar suara Velix dari balik ponselnya.


"Iyaa maafkan aku, tadi saat dijalan menuju rumah ayah, mobil ku menabrak seseorang. Karena itu aku harus mengantar korban nya ke rumah sakit dulu. Aku jadi lupa menghubungi mu. Maafkan aku. " Jelas Velix pada istri nya.


"Apa? Tabrakan? Lalu bagaimana keadaan mu? " Tanya Mey terkejut.


"Aku baik baik saja Mey, pengendara motor itu yang keadaannya kritis di rumah sakit. Tapi untung nya semua sudah di tangani dokter. Dia hanya butuh pemulihan beberapa kali saja**. " Jelas Velix berusaha menenangkan hati istri nya itu. Walau sebenarnya justru dialah yang masih sangat khawatir dengan keadaan Jesi.


"Syukurlah kalau begitu. Lalu kau sekarang di mana sayang? Aku sangat mengkhawatirkan mu. " Jawab Mey.


"Lalu korban kecelakaan itu bagaimana keadaan nya? " Tanya Mey.


"Kantor akan segera menghubungi keluarganya. Ayah sudah menyuruh karyawan kantor untuk menangani nya selama perawatan. " Jawab velix.


"Mey, aku sangat mengantuk. Aku ingin segera istirahat. " Ucap Velix ingin mengakhiri pembicaraan.


"Baiklah sayang, kau pasti capek seharian ini. Tidurlah.... I miss u,, " Jawab Mey.


"Terima kasih,, byee... " Jawab Velix dan segera memutuskan teleponnya.

__ADS_1


Velix terbaring di tempat tidurnya, tapi ia tak bisa memejamkan mata nya. Pikirannya hanya selalu tertuju pada Jesi yang sekarang sedang di rawat di rumah sakit.


Sementara di rumah sakit Wandy berusaha menghubungi orang tua Jesi. Wandy mencari alamat dan nomor ponsel ayah Jesi dari Curiculum Vitae Jesi yang tersimpan di arsip kantor.


Setelah menemukan nya, Wandy langsung menghubungi ayah Jesi. Orang tua Jesi segera bergegas ke rumah sakit saat mendengar berita menyedihkan tentang anak nya itu.


"Apa yang terjadi pada anak saya tuan? " Ucap ibu Robiyah histeris saat melihat kondisi Jesi yang masih belum bisa ditemui itu.


"Maafkan aku baru bisa mengabari mu sekarang nyonya. Anak mu mengalami kecelakaan dan dokter harus segera mengambil tindakan operasi. Aku ingin mengabari mu secepat nya tapi aku bahkan tidak punya kontak nomor ponsel mu. Karena itu operasi segera dilakukan tanpa menunggu keluarga lagi. " Jelas Wandy.


"Apa kau pelaku nya? " Tanya ibu Jesi.


"Bukan nyonya, motor Jesi yang tiba tiba melaju sehingga mobil itu tidak sengaja menabrak nya. Ini sama sekali bukan salah dari si penabrak. " Jelas Wandy.


"Lalu bagaimana keadaan putri ku? " Tanya ibu nya Jesi sambil menangis.


"Menurut penjelasan dari dokter, benturan di kepala Jesi akan mempengaruhi penglihatan nya. Jesiiii.... tidak akan bisa melihat untuk sementara waktu. " Jelas Wandy.


Ibu nya Jesi tak bisa berkata kata lagi mendengar semua penjelasan Wandy. Dia tak terima jika Jesi harus buta meski hanya untuk sementara waktu.


"Tapi ibu tidak usah khawatir, setelah melalui beberapa tahap pengobatan dan terapi, Jesi akan pulih seperti semula. Pemilik mobil itu juga akan bertanggung jawab atas semua pengobatan Jesi hingga akhir. " Tambah Wandy.


"Tetap saja putri ku akan buta, ini tidak mungkin." Jawab ibu nya Jesi menangis histeris sambil memegang kepalanya.

__ADS_1


"Hanya untuk sementara waktu mah, kita hanya perlu berdoa dan ikhlas. Ini sudah ketentuan dari yang maha kuasa. Bersabarlah. " Jawab ayah Jesi berusaha menenangkan istrinya.


__ADS_2