Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Bertemu Velix


__ADS_3

Setelah tenang ibu Jesi pamit untuk pulang dulu di rumah. Ibu Robiyah masih harus mandi dan membawakan beberapa barang yang dibutuhkan nya ke rumah sakit.


Dia juga masih harus mengurusi suami nya dan adik Jesi. Suami nya akan ke kantor, dan adik Jesi akan ke sekolah.


"Apa anda masih akan tetap di sini tuan? " Tanya ibu nya Jesi pada Velix.


"Nyonya duluan saja, saya masih ada urusan sedikit di sini. Setelah itu saya akan ke kantor. " Jawab Velix.


"Baiklah,,saya duluan. " Jawab Ibu Robiyah.


"Suster, saya titip anak saya sus. Kalau ada apa apa suster bisa menghubungi saya. Setelah selesai semua nya saya akan segera kembali. " Ucap ibu Robiyah pada suster jaga.


"Iyaa bu, kami akan menjaga nya. " Jawab suster.


Setelah mendengar jawaban suster, ibu Robiyah pun akhirnya pergi untuk pulang ke rumah.


Velix segera masuk ke ruangan Jesi kembali untuk melihat keadaan Jesi. Velix mengelus lembut kepala Jesi, dan mengecup kening Jesi dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Kemudian dia duduk di kursi samping tempat tidur Jesi. Di genggamnya tangan Jesi sambil mata nya tak henti memperhatikan wajah Jesi yang masih belum sadarkan diri itu.


Lumayan lama kejadian itu berlangsung hingga akhirnya Velix terkejut dengan gerakan jari Jesi dalam genggaman nya. Velix memperhatikan kelopak mata Jesi yang mulai bergerak dan terbuka perlahan.


Jesi memegang kepala nya, seolah merasakan sakit yang kuat. Jesi perlahan mulai sadar.


Melihat reaksi Jesi, Velix langsung memencet bel untuk memanggil suster jaga. Tak lama kemudian susterpun datang dan segera menangani Jesi.


"Pak, tolong untuk berbicara hal hal yang tidak akan membebani pikiran pasien. " Bisik suster memperingatkan kepada Velix.


"Nona Jesi, apa anda bisa mendengar suara saya nona? " Ucap suster kepada Jesi.


"Saya di mana? Saya tak bisa melihat apa apa di sini. Di sini sangat gelap. " Jawab Jesi yang masih sangat lemah.


"Nonaaa... mohon tenang lah sebentar. Aku suster yang menjaga mu di sini. Kemarin kau kecelakaan, dan teman mu membawa mu ke rumah sakit ini. Aku yang akan merawat mu sampai sembuh nona." Jelas Suster jaga.


"Oohh.. iyaa, aku ingat ada mobil yang tiba tiba menabrak ku waktu itu. Sus, apa bisa kau nyalakan lampu nya. Aku sama sekali tak bisa melihat apa apa. " Jawab Jesi.

__ADS_1


"Nonaa, maafkan aku. Kecelakaan kemarin membuat penglihatan mu sedikit terganggu. Tapi ini hanya untuk sementara waktu. Kau akan segera kembali bisa melihat. " Jelas suster pelan sambil mengelus bahu Jesi.


"Itu berarti aku buta haaaaaa? " Jawab Jesi memegang kedua mata nya dan mulai menangis.


"Hanya untuk sementara nona,, bersabarlah. Tolong tenangkan dirimu. Kau belum bisa banyak bergerak untuk saat ini. " Jawab suster memperingati.


"Tidak mungkin aku buta, ini tidak mungkin. Kau bohong suster, kau bohong. Kau hanya belum menyalakan lampunya saja kaan. Tolong berbicaralah yang benar pada ku. " Jawab jesi sambil menangis seolah tak ingin mempercayai semua ini.


Melihat kesedihan Jesi yang semakin menjadi jadi, Velix tak tahan dengan semua itu. Dia mendekati Jesi dan langsung membenamkan wajah Jesi dalam pelukan nya yang hangat.


Jesi sedikit terdiam merasakan wajahnya terbenam dalam dada yang bidang itu. Dia merasa detak jantung nya berdebar menerima pelukan itu. Tangan nya diletakkan pada dada Velix. Keningnya berkerut sedang merasakan kehadiran Velix sangat dekat dengan nya.


"Kamu siapa? " Tanya Jesi semakin berdebar hatinya.


"Aku Velix Jes. Aku Velix. Aku datang untuk mu Jes. " Jawab Velix.


Jesi tak berkata kata lagi. Air matanya mengalir semakin deras di pipinya. Ternyata benar yang dia rasakan. Velix memang benar datang menemui nya di saat keadaanya hancur seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2