Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Pertemuan


__ADS_3

"Aku senang kau bisa ikut dengan ku". Sahut Wandy pada Jesi.


Keduanya sedang berada di bandara menunggu keberangkatan mereka ke kota M.


"Kau tidak perlu takut, aku ada bersama mu." Sambung Wandy.


"Aku tidak apa apa. Kau tidak perlu mencemaskan ku." Jawab Jesi tersenyum.


" Kau masih saja berakting di depan ku." Jawab Wandy.


"Sudahlah tuan Wandy, jangan mencampurkan urusan pekerjaan dan urusan pribadi. Bukankah itu katamu?" Jawab Jesi.


Wandy hanya tertawa mendengar kata kata Jesi, seolah tidak percaya kata kata itu memang keluar dari hatinya.


Setibanya di kota M, Wandy dan Jesi dijemput oleh supir perusahaan.


"Selamat datang di kota M bapak Wandy, dan Ibu Jesi. Saya ditugaskan untuk menjemput bapak ibu." Ucap supir pribadi Velix.


"Terima kasih. Antar kami ke hotel dekat kantor saja. Besok barulah kami akan menemui tuan Velix." Jawab Wandy.


"Maaf tuan, saya ditugaskan untuk mengantar tuan ke rumah tuan Velix. Beliau akan menyambut Anda untuk makan malam dirumahnya." Jawab supir.


Sejenak Wandy melirik ke arah Jesi.

__ADS_1


"Baiklah,." Jawab Wandy.


"Bukankah kita belum makan malam?" Tanya Wandy sedikit berbisik pada Jesi.


Namun pertanyaan yang menyesakkan hati itu tak dijawab oleh Jesi. Jesi hanya pasrah jika dia memang ditakdirkan untuk bertemu Velix dan keluarganya.


"Silahkan tuan,..." Ujar supir pribadi saat tiba dan membukakan pintu mobil untuk Wandy dan Jesi.


Wandy segera turun, dan mengarahkan tangannya pada Jesi. Namun Jesi segera turun dari mobil tanpa meraih tangan Wandy.


Wandy sudah melangkah tapi Jesi masih saja diam di tempat dia berdiri.


"Ayoo Jes...!" Ajak Wandy, tapi Jesi tetap masih terdiam tanpa merespon kata kata Wandy.


"Jangan takut, aku ada bersama mu. Ayoo..!" Ajak Wandy.


Jesipun ikut melangkah menuju rumah Velix.


Tak begitu lama menunggu Velix pun muncul dari balik pintu rumahnya dengan tersenyum. Dibelakang Velix juga berdiri seorang wanita cantik berambut sebahu yang juga sedang tersenyum pada mereka berdua.


Velix terkejut melihat Jesi juga ikut bersama Wandy. Sejenak dia melihat tangan Jesi yang kini melingkar di lengan Wandy, menandakan hubungan mereka baik baik saja. Sepengetahuan Velix, Jesi memanglah kekasih Wandy.


Sementara Jesi hanya bisa tertunduk tanpa berani menatap ke depan. Hanya bisa mengikuti langkah kaki ke mana Wandy membawanya.

__ADS_1


"Hai tuan Velix, aku tak menyangka akan disambut seperti ini oleh mu." Sahut Wandy pada Velix.


"Ini sudah kewajiban ku." Jawab Velix.


"Sepertinya kau tak bisa jauh jauh dari kekasih mu ini tuan." Sambung Velix sambil melirik ke arah Jesi.


"Dia sekretaris ku, dia sangat membantuku dalam devisi ini. Itu sebabnya aku mengajaknya." Jelas Wandy.


"Ohh... kalian pasangan yang sangat serasi." Jawab Velix sambil menatap wajah Jesi yang masih saja tertunduk seperti tak berani menatapnya.


"Ohh yaa... perkenalkan ini istriku Mey. Mey, ini tuan Wandy manager devisi penjualan. Dan ini Jesi sekretarisnya." Sambung Velix memperkenalkan istrinya.


Mey juga menyambut mereka dengan senang, dan menjabat tangan Wandy dan Jesi. Mey juga memeluk Jesi sebagai tanda penyambutan tamu perusahaan dari suaminya.


"Mari, silahkan masuk. Saya sudah menyiapkan makan malam untuk kalian." Ajak Mey kepada Wandy dan Jesi.


"Wahh... kami berdua benar benar sudah merepotkan Anda nyonya." Jawab Wandy.


"Tidak sama sekali. Mari nona Jesi, anda bisa duduk di sini." Jawab Mey sambil menarik kursi untuk Jesi.


Setelah duduk, Jesi baru menyadari bahwa posisi duduknya tepat berhadapan dengan Mey, sementara Velix duduk disebelah Mey, tepat berhadapan dengan Wandy.


Jesi sedikit melirik posisi duduk mereka dan menyadari tatapan Velix yang saat itu sedang tertuju padanya.

__ADS_1


Seketika Velix tersenyum padanya, dan dia hanya bisa menjawabnya dengan menganggukkan sedikit kepalanya sambil sedikit tersenyum selayaknya sikap seorang bawahan terhadap atasannya.


__ADS_2