
"Jesiii... tenang kan dirimu. Penglihatan mu akan segera kembali. Kau hanya harus menjalani beberapa kali pengobatan. Tolonglah jangan menangis lagi. " Ucap Velix menenangkan Jesi dalam pelukannya.
"Velix, bukankah kau sudah menikahi Mey? " Ucap Jesi tiba tiba sambil melepaskan pelukan Velix seolah sadar bahwa pelukan itu tak bisa terjadi antara mereka berdua.
"Tolong jangan membahas itu dulu. Kau belum bisa terlalu banyak berpikir. Banyak banyak lah istirahat Jes. " Jawab Velix.
"Mey di mana Velix? " Tanya Jesi memaksa mengharuskan Velix untuk menjawab pertanyaannya.
"Mey tidak di sini Jesi. Mey ada di kota M. Aku kembali ke sini sendiri. " Jelas Velix.
"Hubungan kalian baik baik saja kaan? " Tanya Jesi kembali.
"Hubungan kami baik baik saja Jes." Jawab Velix.
"Ohh... syukurlah. " Jawab Jesi tersenyum kecil.
Velix merasa Jesi sedih mendengar Velix masih bersama Mey. Walaupun akhirnya dia bahagia karena mengetahui hubungan mereka baik baik saja.
Sampai saat ini Velix masih sangat yakin kalau Jesi mencintai nya. Tapi Jesi tak berani mengakui semua itu. Bahkan mengakui pada dirinya sendiri saja dia tak berani.
__ADS_1
Karena itu Velix juga tahu kalau Jesi pasti tersakiti saat mendengar Velix menikahi Mey saat itu.
"Kenapa kau bisa berada di sini? " Tanya Jesi pada Velix.
"Tentunya Karen aku ingin menemui mu. " Jawab Velix sedikit bercanda.
"Bukan bukan,, maksud ku kenapa kau bisa tahu aku ada di sini. " Jawab Jesi sedikit tertawa.
"Apa sih yang tak ku ketahui tentang kamu Jes... " Jawab Velix seolah ingin menutupi kejadian sebenarnya.
"Mey akan sangat marah jika mengetahui kamu ada di sini" Jawab Jesi.
"Karena itu jangan sampai dia tahu, atau aku akan jadi bahan omelan nya lagi. Kau tahu dia itu sangat pemarah, aku bahkan tak bisa bicara apa apa kalau dia sedang sibuk dengan omelannya itu. " Jawab Velix.
"Kau tenang saja, walau banyak wanita yang menggoda ku karena ketampanan ku ini, aku tak kan tergoda. Jadi kau jangan coba coba menggoda ku yaa... " Jawab Velix sambil menyentuh hidung Jesi dengan telunjuk nya.
"Heyy,, justru kau yang selalu menggoda ku" Jawab Jesi tertawa.
"Iyaa,, dan kau tidak pernah tergoda. Hmmm.... malah kau sekarang sudah punya kekasih. Mana mungkin aku akan menggoda mu lagi. Yang ada aku akan di kubur hidup hidup oleh kekasih mu itu. " Jawab Velix menghibur Jesi.
__ADS_1
"Kekasih? " Tanya Jesi tiba tiba terkejut mendengar kata kata Velix.
"Sudah ku bilang, aku tahu semuanya tentang kamu Jes. " Jawab Velix.
"Apa yang kau tahu tentang aku? " Tanya Jesi kembali.
"Tok.. tok.. tok.. " Bunyi pintu di ketuk.
Velix menoleh ke arah pintu, dan Wandy sedang berdiri di sana, seolah menghentikan kata kata Velix yang ingin menjawab pertanyaan Jesi.
"Tuan Velix, kau sudah berada di sini" Tanya Wandy.
"Iyaa, aku sempatkan ke sini sebelum berangkat ke kantor. " Jawab Velix.
"Siapa? " Tanya Jesi setengah berbisik pada Velix.
"Sepertinya kalian sudah sangat dekat, padahal baru bertemu hari ini. " Ucap Wandy menilai cara Jesi berbicara dengan Velix.
"Ahh... Kau salah tuan Wandy, sebelumnya kami memang sudah saling kenal. " Jawab velix.
__ADS_1
Mendengar nama Wandy, Jesi mengerutkan kening nya tanpa berbicara sepatah kata pun. Sejenak teringat lagi semua kejadian di kantor sebelum kecelakaan itu.
Semua karyawan di kantor menganggap nya wanita penggoda yang berusaha mengambil hati pak manager. Walaupun Wandy sudah meminta maaf padanya, tapi kejadian itu akan tetap ada dalam ingatan nya.