
Velix resah saat hari pernikahannya sudah ditentukan. Velix tak menyangka hari yang tak pernah diharapkan itu akan segera datang dan menjadi kenyataan.
Pernikahan itu tinggal 1 hari lagi. Mey dan keluarganya akan tiba hari ini di kota M. Besok ia akan resmi menjadi suami Mey. Wanita yang tak pernah ia cintai.
Tiba tiba ia teringat Jesi.
"Drrrtttt.... dddrrrttt..... "
Ponsel Jesi berdering. Terlihat nama Velix dilayar ponsel itu. Jesi segera menjawabnya.
"Hallo.. Velix, kaukah itu? " Tanya Jesi sedikkt senang.
Walaupun Jesi sedikit takut akan jadi pelampiasan balas dendam Velix, tapi tak bisa dipungkiri Jesi juga sangat merindukan Velix. Ia bertanya tanya sudah sepekan ini Velix tidak pernah menghubunginya lagi. Tapi ia tak berani menghubungi Velix lebih dulu.
Dan sekarang Velix menghubunginya, itu artinya Velix masih mengingatnya. Itulah yang ada di pikiran Jesi.
"Haii Jes, apa kabar mu? " Tanya Velix.
"Aku baik. Bagaimana dengan mu" Tanya Jesi.
"Kurang baik" Jawab Velix singkat.
__ADS_1
"Kurang baik? Aahhaahah..... kau selalu tak pernah serius Velix! " Jawab Jesi.
"Aku serius Jesi. Aku selalu bicara serius dengan mu. kau yang selalu menganggap ku main main. Jawab Velix.
Mendengar perkataan itu Jesi terdiam. ia merasakan kesedihan dalam ucapan Velix. Sebenarnya apa yang terjadi pada Velix sampai ia mengatakan kondisinya saat ini masih kurang baik.
"Sekarang kau hanya diam saja. Apa kau tidak ingin bicara? sekedar menanyakan kondisi ku kenapa kurang baik kali ini? " Ucap Velix sedikit bercanda.
"Kau baik baik saja kan Velix? " Tanya Jesi mulai meragukan kondisi Velix.
"Yaa... tadinya kondisi ku memang lagi kurang baik. Tapi setelah mendengar suara mu aku merasa lebih baik. " Jawab Velix.
"Setelah hari ini aku tak kan menggoda mu lagi Jesi. Kesempatan ku hanya hari ini saja. " Ujar Veli.
"Apa maksudmu? " Tanya Jesi.
"Besok besok aku tak kan menggoda mu lagi, dan kau pasti akan merindukan itu. Ha.ha.ha.ha. Jawab Velix.
"Heyy mempelai pria,, aku menghubungi mu tapi tak pernah tersambung. Apa ini pekerjaanmu di kota M? Kau menelpon berjam jam sampai sampai aku tidak bisa menelpon mu. " Sahut Ayah Mey yang tiba tiba sudah berada di rumah Velix dan berdiri tepat dibelakangnya.
"Om Rudi.... " Jawab Velix menyapa ayah Mey.
__ADS_1
"Ahh... sudah sudah, aku mengerti kau sangat sibuk di sini. Kau lanjutkan sajalah dulu telepon mu itu. Aku bisa berbincang bincang dengan ayah mu di sini. " Ucap Ayah Mey.
"Baiklah, aku tinggal sebentar om, ayah... ". Jawab Velix.
Velix bergegas ke kamarnya dan melanjutkan pembicaraannya dengan Jesi.
Jesi yang mendengar pembicaraan om Rudi dari balik telepon pun bertanya tanya siapa mempelai pria yang di maksud orang yang di sapa Velix dengan panggilan om Rudi itu.
Lalu apa hubungannya dengan kota M. Apa saat ini Velix sedang berada di kota M? Jesi tak kan mengerti sebelum Velix memberitahunya.
"Hallo Jes, maaf tadi itu ayah dan rekan bisnisnya. Aku tutup dulu teleponnya yaa.. " Ucap Velix.
"Velix, kamu di mana? Aku mendengar kata kata mempelai pria. Velix, kau bisa jelaskan pada ku apa yang terjadi di sana*? " Tanya Jesi.
"Om Rudi adalah ayahnya Mey. Mereka sedang membicarakan pernikahan ku dengan Mey. Bukankah itu yang kau mau? " Jelas Velix*.
Mendengar kata kata itu hati Jesi seperti tersambar petir, sakit rasanya. Air matanya mengalir dengan sekejap. Jesi tak dapat berkata apa apa lagi. Jesi baru mengerti ini yang di maksud Velix hari terakhir itu.
"Halloo... Halloo.... Jes.. Jesi, kau masih di sana? ". Sahut Velix dari balik ponsel.
Tiba tiba sabungan teleponnya putus. Yaa... Jesi memutuskannya.
__ADS_1