
"Hasil kerja mu di revisi penjualan sangat meningkat, aku salut dengan prestasi mu tuan Wandy". Ucap Velix sesaat setelah rapat direksi selesai.
" Terima kasih tuan Velix. Prestasi anda juga sangat luar biasa. Perusahaan di kota M mengalami kemajuan yang sangat cepat di bawah pimpinan anda". Jawab Wandy memuji.
"Oh yaa tuan Wandy, bagaimana kondisi Jesi kekasihmu? " Tanya Velix.
"Jesi sudah keluar rumah sakit, tapi aku belum sempat menemuinya karena rapat direksi ini." Jelas Wandy.
"Rapat nya sudah selesai, kau bisa menemuinya sekarang jika kau mau." Jawab Velix.
"Iya, aku memang berencana untuk tidak langsung pulang. Aku akan menemui Jesi dulu di rumahnya. Lagi pula aku sudah sangat merindukannya.". Jawab Wandy tersenyum.
"Pergilah kalau begitu tuan." Jawab Velix.
"Baiklah tuan Velix, kalau begitu aku pergi dulu." Pamit Wandy yang kemudian di jawab Velix dengan senyuman tipis.
Velix terdiam sejenak sembari melihat Wandy yang pergi menjauhinya. Ada rasa cemburu dalam hatinya saat melihat Wandy yang begitu bahagia akan segera bertemu Jesi.
Tapi apa yang bisa dia lakukan. Dia bahkan tak punya alasan untuk menjenguk Jesi di rumahnya. Entah kapan lagi Tuhan masih akan mempertemukannya dengan Jesi. Sementara dia sudah akan kembali ke kota M.
"Apa rencana mu setelah ini nak?" Pertanyaan ayah Velix membuat Velix sedikit terkejut dari lamunannya.
"Maksud ayah? " Tanya Velix.
"Kau akan segera kembali ke kota M kan katamu, kapan rencana mu nak?" Tanya ayah Velix.
"Aku belum tau ayah, mungkin hari ini, mungkin juga besok." Jawab Velix tak yakin.
__ADS_1
"Ada apa dengan mu nak, kemarin kau ingin sekali untuk pulang. Tapi kali ini ayah lihat kau agak ragu." Tanya ayah Velix yang seolah melihat kegelisahan di wajah Velix.
"Aku tidak apa apa ayah. Hanya saja aku tiba tiba ingin bertemu dengan teman lama ku. Mungkin setelah bertemu dengannya baru aku bisa memutuskan untuk pulang." Jelas Velix.
"Teman lama?" Tanya ayah Velix.
"*Iya ayah, aku tiba tiba teringat padanya. Ada hal yang ingin ku tanyakan padanya."
"Ahh... sudahlah ayah, aku harus mencarinya dulu. Setelah bertemu dengannya aku baru bisa pulang. Aku pergi dulu ayah." Pamit Velix*.
Ayahnya tak bisa menjawab lagi. Ia bingung dengan tingkah anaknya. Sementara Velix pergi seperti terburu buru.
Velix mengendarai mobilnya melaju ke rumah Jesi. Dengan jelas dia melihat Jesi dan Wandy sedang duduk di teras rumah Jesi. Wandy menyadari kehadiran Velix dan langsung menyapanya.
"Tuan Velix, anda ada di sini?" Tanya Wandy segera berdiri dari duduknya saat melihat Velix berjalan ke arah mereka.
"Maaf aku mengganggu kalian. Kebetulan aku lewat sini, jadi sekalian aku mampir untuk sekedar melihat keadaan teman ku" Jawab Velix.
"Oh, ternyata anda sudah tahu rumah Jesi tuan?" Tanya Wandy.
"Aku hanya mengenali mobil mu yang terparkir di depan. Dan tidak sengaja jg melihat kalian duduk di sini. Karena itu aku mampir." Jelas Velix berbohong.
"Oh yaa, bagaimana keadaan mu Jesi? Apa kau merasa baikan saat ini?" Tanya Velix mengalihkan pembicaraan.
"Iyaa, aku baik Velix. Terima kasih sudah repot repot mau kemari." Jawab Jesi tersenyum.
"Tidak usah berterima kasih. Ini sudah kewajiban ku" Jawab Velix.
__ADS_1
"Kewajiban?" Tanya Jesi mengerutkan keningnya.
"Maksud ku... sudah kewajiban ku sebagai teman untuk menjenguk mu jika kau sakit." Jawab Velix.
"Ohh..." Jawab Jesi.
"Tuan Wandy, aku ingin kau siapkan laporan penjualan mu yang kau presentasikan tadi rapat. Aku butuh filenya hari ini, karena besok aku akan kembali ke kota M." Ucap Velix sambil melihat ke arah Jesi.
Sebenarnya inilah cara Velix untuk memberi tahu Jesi bahwa dia akan segera kembali ke kota M.
"Baik, hari ini juga laporannya akan ada di meja mu tuan Velix." Jawab Wandy.
"Velix, kau akan kembali besok?" Tanya Jesi.
"Iya, sudah tidak ada lagi urusan ku di sini, aku harus kembali." Jawab Velix.
"Baiklah, kalau sudah tidak ada lagi, aku pergi dulu." Sambung Velix.
"Apa ini artinya kau tidak akan menemui ku lagi?" Tanya Jesi.
"Jika kau memintanya, aku akan menemui mu." Jawab Velix.
"Baiklah, datang ke sini lagi nanti malam. Aku ingin bicara banyak dengan mu" Jawab Jesi.
"Baik. Aku pergi dulu..."Jawab Velix.
Dalam hati Velix sangat senang dengan permintaan Jesi yang masih ingin Velix kembali menemuinya.
__ADS_1