
Tok.. tok.. tok..
"Masuk" Sahutan dari balik pintu yang ternyata adalah Tuan Wandy, manager penjualan di kantor Jesi.
"Maaf tuan, saya Jesi staf baru di kantor ini. Apa tuan memanggil saya? " Tanya Jesi sopan.
"Aku memanggil mu 10 menit yang lalu, dan kau baru datang sekarang. Dari ruangan mu tak memakan waktu sebanyak itu kan untuk datang ke ruangan ini? " Jawab Wandy setengah membentak.
"Maafkan saya tuan, tak kan ku ulangi lagi". Jawab Jesi.
"Pergi ke sekretaris ku, tanyakan tugas mu hari ini padanya. Waktu ku sudah habis menunggu mu tadi". Perintah Wandy.
"Baik tuan, saya permisi. " Jawab Jesi dan bergegas keluar menuju ruang sekretarisnya itu.
"Oohhh... yaa ampun. Tuan Wandy itu galak sekali. Padahal aku belum sempat melihat wajahnya, dia hanya duduk membelakangi ku saja tadi. tapi aku sudah takut mendengar suaranya. Cobaan apa ini yaa Tuhan....?? " Ucap Jesi menggerutu dalam hatinya.
__ADS_1
Setelah itu Jesi segera menemui sekretarisnya. Sekretaris tuan Wandy sangatlah baik. Wanita muda, cantik, dan pasti sangat pintar. Yaa... kalau tidak pintar, mungkin tidak akan pernah jadi sekretaris tuan Wandy.
Dan yang paling penting menjadi sekretaris tuan Wandy itu harus sabar dan kuat mendengar ocehannya setiap hari. Kesalahan sekecil apapun akan jadi masalah besar baginya.
Setelah mengerti dengan apa yang harus dilakukannya Jesipun kembali ke ruangannya dan segera memulai pekerjaannya.
"Bagaimana menurut mu tuan Wandy?" Tanya Jemmy yang tiba tiba sudah berada di dekat Jesi.
"Seperti yang kamu katakan, dia sangat pemarah. Aku hanya telambat beberapa detik saja dia sudah seperti harimau yang ingin menerkam ku. Ahhh.... itu sangat seram sekali. " Jawab Jesi.
"Ha. ha. ha. ha... Aku tak bisa bayangkan wajah mu saat itu Jes. Tapi aku yakin lama lama kau akan terbiasa. " Jelas Jemmy.
"Baiklah lanjutkan pekerjaan mu. Setelah pekerjaan ku selesai, kau bisa meminta bantuan ku. " Ucap Jemmy.
"Terima kasih atas tawarannya Jemm, kau baik sekali. " Jawab Jesi.
__ADS_1
Jesi melanjutkan pekerjaan nya sampai tak terasa hari sudah sore. Jemmy juga ikut membantu sehingga pekerjaanya cepat selesai.
Saatnya pulang. Jesi dan Jemmy segera membereskan meja nya dan berkemas untuk pulang. Mereka berdua menuju tempat parkir dan mengendarai motornya masing masing.
Diperempatan lampu merah Jesi terkena macet gara gara mobil mewah didepannya yang tak segera menjalankan mobilnya saat lampu sudah berpindah menjadi hijau.
Jesi yang sangat marah karena klakson orang orang yang ada di belakangnya terpaksa turun dan menghampiri mobil di depannya.
Di mobil itu ada seorang pria berwajah tampan yang duduk sebagai pengendara mobil itu sedang sibuk menelpon. Terlihat ia sangat marah dengan lawan bicaranya di telepon itu.
"Heyy tuan, bisakah kau menelpon di rumah saja? Kau lihat kenderaan di belakang mu sudah sangat banyak dan kau hanya sibuk menelpon. Ku harap kau tak lupa ini adalah jalanan umum tuan. " Sahut Jesi sambil mengetuk jendela mobil tuan itu.
"Berani sekali kau berkata kasar pada ku. Kau tau aku siapa? " Jawab pria itu sangat kesal melihat Jesi.
"Aku tahu anda pemilik mobil mewah ini, tapi jalanan ini kan bukan milik mu tuan. Jadi tolong jalankan mobilmu, dan menelpon lah sepuas mu kalau sudah sampai di tempat tujuan mu. " Jawab Jesi.
__ADS_1
Dari pakaiannya pria itu pasti bukan driver. Ia terlihat seperti memiliki jabatan penting dengan setelan jas nya yang mahal.
Pria itu bertambah kesal. Tanpa menghiraukan Jesi lagi ia langsung berlalu dari hadapan Jesi. Dan akhirnya kemacetan pun berakhir.