Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Perkenalan Pertama


__ADS_3

Setelah Sesil pamit dari rumahnya, Jesi kembali ke kamarnya. Di ingatannya masih berpikir bagaimana jika Velix akan menghubunginya. Apa yang harus ia katakan pada Velix jika Velix bertanya siapa dia.


"Aargghh... Sudahlah, lebih baik aku memikirkan kegiatan nanti malam saja" Ucap Jesi dalam hati.


Seperti diketahui, Jesi adalah anggota remamuda Mesjid di komplek rumahnya. ia memang selalu aktif dalan kegiatan kegiatan keagamaan yang selalu di selenggarakan oleh remamuda mesjid di daerah mereka. Seperti kali ini di Mesjid Al-Anshor akan ada peringatan Maulid Nabi malam ini. Semua anggota remamuda mesjid telah sibuk mempersiapkan acara nanti malam.


Sejak tadi Jesi memang sudah akan ke mesjid untuk bergabung dengan teman temannya itu, tapi tertunda karena Sesil tiba tiba datang mengunjunginya. Tidak mungkin dia setega itu meninggalkan Sesil yang baru saja datang.


"Jes... " Teriak Siska yang melihat Jesi baru saja menampakkan batang hidungnya di mesjid, sementara yang lain sudah sangat sibuk dengan kegiatan nanti malam.


Siska adalah salah satu anggota remamuda mesjid Al-Anshor.


"Siska,, maaf aku telat datangnya. Tadi masih ada tamu di rumah. Aku ga bisa ninggalin dia begitu saja. " Jelas Jesi.


"Mana sini, Biar ku bantu pekerjaanmu" Sambung Jesi lagi.


"Ga usah,, kamu cek semua persiapan acara saja apa sudah siap atau belum, termasuk undangan apa sudah di edar semuanyakah? " Ucap Siska.


"ehmm,, baiklah. " Jawab Jesi dan beranjak pergi meninggalkan Siska.

__ADS_1


Mereka sudah sangat sibuk dengan kegiatan Maulid Nabi ini. Kegiatan ini memang nanti akan diadakan nanti malam, tapi mereka harus sudah mempersiapkannya dari siang tadi, bahkan dari beberapa hari yang lalu.


Begitu pula dengan Jesi. ia mengecek semua persiapan acara dengan sangat detail. ia tak mau acara sebentar malam ada kekurangannya.


Dari susunan acara, ruangan mesjid, hingga persiapan makanan untuk konsumsi para undangan semua dicek satu per satu.


ia juga tak lupa meminta salah satu anggota remamuda mesjid pria untuk mengumumkan kegiatan Maulid Nabi ini kepada masyarakat sekitar untuk sekedar mengingatkan mereka kembali. Meskipun sebenarnya masyarakat sekitar juga sudah menerima undangannya beberapa hari yang lalu.


Sesibuk itu Jesi hingga tidak menyadari ponselnya sudah berdering 7 kali.


Acara pun sudah berlangsung. Acara ini diawali dengan ceramah agama oleh bapak Ustadz yang sudah mereka undang.


karena semua persiapa sudah siap, maka semua anggota remamuda termasuk Jesi duduk manis dibarisan paling belakang para tamu untuk mendengarkan ceramah agama itu juga.


Jesi yang saat itu tidak mau mengganggu teman temannya yang masih mendengarkan ceramah pun berdiri menjauh dari tempat itu.


ia berlalu keluar mesjid, ke tempat berwudhu wanita untuj sekedar mengangkat ponselnya. Ada nomor tak dikenal yang sudah menelponnya 7 kali itu.


"Hallo,,.." Sahut Jesi.

__ADS_1


"Hallo,, ini siapa yaa..?" Tanya si penelpon.


"Maaf tuan, anda yg menelpon saya, tapi anda bertanya saya siapa? " Jawab Jesi tidak mengerti.


"Anda yg menelpon saya duluan nona, karena itu saya menelpon anda kembali" Jawab penelpon itu rada emosi.


Jesi menduga ini adalah Velix, yg sejak tadi sudah di miscall oleh Sesil. Rupanya benar apa yg dikatakan Sesil, Velix pasti akan menelponnya balik.


"Yaa sudah, saya Desi. Boleh tau nama anda tuan? " Ucap Jesi mengubah namanya ketika berkenalan dengan penelpon itu.


"Aku Velix. Kamu Desi? Aku tak mengenal Desi. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? " Tanya Velix bingung.


"Emm,, tadi ada temanku yang pinjam ponselku untuk menelpon. Mungkin ia menelpon anda tuan. Karena aku juga merasa tidak mengenalmu." Jawab Jesi dengan gugup.


Sebenarnya Jesi merasa bersalah telah menyamarkan namanya kepada Velix. Karena Velix ternyata jujur menyebutkan namanya saat itu.


"Teman? Siapa temanmu? " Sambung Velix penasaran.


"Maaf tuan, sepertinya aku belum bisa bicara banyak dengan anda sekarang ini. Aku sedang berada di mesjid. Aku masih sedang sibuk karena disini ada kegiatan Maulid Nabi. Kita bisa bicara nanti. " Jawab Jesi menyudahi pembicaraannya.

__ADS_1


"Ohh,, baiklah.. maaf sudah menggagumu" Ujar Velix dan menutup telponnya.


Velix percaya dengan apa yang di katakan Jesi, karena ceramah pak ustadz itu juga terdengar jelas di ponselnya.


__ADS_2