Memilikimu Dalam Hati

Memilikimu Dalam Hati
Cemburu


__ADS_3

Dua hari berlalu...


Selama dua hari itu juga Wandy selalu mendapati Velix menjenguk Jesi lebih dulu sebelum dirinya tiba di rumah sakit. Entah dari jam berapa Velix datang sampai sampai dia bisa datang belakangan dari Velix.


Dari penilaiannya, Jesi juga terlihat sangat senang dengan kehadiran Velix. Mereka sangat akrab satu sama lain. Mereka sering bercanda dan tak jarang Wandy selalu melihat Jesi tertawa terbahak bahak dengan candaan itu.


Berbeda hal dengan nya. Jesi hanya sering menangis dan kesal dengan kelakuan nya. Jesi tak pernah sebahagia ini dengan nya.


Padahal Jesi sekarang sedang tidak sehat, bahkan tidak bisa melihat. Tapi benar benar Velix sangat bisa menghibur jesi.


Karena itulah Wandy tak ingin kalah dari Velix. Selain Velix hanya teman Jesi, Wandy justru sudah mendapat restu dari ibu Jesi. Lagi pula Velix itu sudah menikah, mana mungkin akan terjadi sesuatu di antara mereka.


"Aku harus datang lebih dulu dari tuan Velix. Aku tak mau waktu ku bersama Jesi terbuang sia sia. Aku harus tunjukkan bahwa aku pantas menjadi pendamping hidup nya. " Pikir Wandy dalam hati.


"Jesi... " Sahut Wandy sesaat setelah tiba di rumah sakit.


"Velix, kau sudah datang?" Jawab Jesi sumringah seolah sudah menunggu kedatangan Velix dari tadi.

__ADS_1


"Aku Wandy, bukan Velix" Jawab Wandy.


Jesi tak berkata apa apa lagi, tapi terlihat senyum di wajahnya seketika hilang saat mengetahui yang datang adalah Wandy.


"Kau sepertinya tidak suka dengan kedatangan ku Jesi. " Tanya Wandy.


"Ahh... Itu hanya perasaan mu saja tuan. " *Jawab Jesi dingin.


"Apa kau menunggu tuan Velix teman mu itu? " Tanya Wandy.


"Velix biasanya menjenguk ku lebih dulu dari anda. Karena itu aku mengira dia yang datang. " Jawab Jesi.


"Itu hanya perasaan mu saja" Jawab Jesi berusaha menghindar.


"Aku sangat mengenal mu Jes. Kau sangat bahagia saat bersama nya. Apa kau mencintai nya Jes? " Tanya Wandy.


Jesi tertunduk mendengar kata kata Wandy, dan tak ingin menjawab pertanyaan itu.

__ADS_1


"Jawab Jes, kenapa kau diam? Apa jangan jangan tuan Velix adalah cinta yang kau maksud? Cinta yang selama ini kau pendam dalam hati mu itu? " Tanya Wandy mulai emosi.


"Apa apaan anda tuan. Pertanyaan macam apa itu? Aku dan Velix hanya teman, dan tidak akan lebih dari itu. Tolong jaga ucapan mu. " Jawab Jesi mulai marah.


"Jesi benar tuan Wandy, kita hanya teman dan tidak akan lebih dari itu. " Suara Velix tiba tiba muncul dari pintu menjawab pertanyaan Wandy.


Wandy dan Jesi terkejut dengan kehadiran Velix.


"Benar kan Jesi? Hubungan kita tidak akan lebih dari sekedar teman kaan?. " Tanya Velix sambil menatap tajam pada Jesi.


Mata Jesi mulai berkaca kaca. Dia mengangguk menjawab pertanyaan Velix. Tapi Velix tahu Jesi sangat sakit hati saat kata kata itu diucapkan dari mulut Velix.


"Jadi kau tidak perlu khawatir tuan, mana mungkin aku merebut Jesi dari mu. Dia milik mu, dan akan selalu menjadi milik mu. " Ucap Velix sambil menepuk bahu Wandy.


"Jesi tidak mencintai ku tuan, dia mencintai orang lain. Aku cemburu melihat kalian berdua, karena Jesi terlihat bahagia saat dengan mu. Maafkan aku tuan Velix, aku tak bermaksud mencurigai mu. " Jelas Wandy.


Velix menatap wajah Jesi dengan sangat tajam. Dia terkejut saat tahu jika Jesi tidak mencintai Wandy.

__ADS_1


"Apa benar perasaan ku selama ini, kalau Jesi memang masih mencintai ku? Tapi kenapa dia mau menjadi kekasih Wandy? " Pikir Velix dalam hati.


__ADS_2