
Kini Jesi resmi di angkat menjadi sekretaris oleh manager bagian penjualan itu. Walaupun beberapa kali Jesi sering di buat kesal oleh Wandy, tapi sebenarnya Wandy sangat takjub dengan hasil kerja Jesi.
Jesi memang sangat cekatan dalam bekerja. ia sangat menguasai bidangnya. Setiap klien yang menyimak presentasenya akan memilih menggunakan jasa iklan di perusahaan mereka. Ini prestasi besar untuk Jesi.
"Wah.. wah... sekarang sibuk banget yaa... Sampai sampai aku jadi kangen makan siang sama kamu. " Sapa Jemmy menggoda Jesi.
"Apa apaan kamu Jem. Gimana dong, aku selalu di ajak tuan Wandy bertemu klien di luar. Setelah itu pasti akan berlanjut makan siang dengan nya. Sekali sekali pengen juga santai seperti dulu Jemm... " Jawab Jesi yang kebetulan bertemu Jemmy di ruang staf.
"Apa gak sekarang aja kangen kangennya.. " Tanya Jemmy.
"Ha. ha. ha. ha.. Ayoo, cafe biasa yaa... " Jawab Jesi.
Mereka bergegas menuju tempat parkiran. dan kemudian pergi ke cafe dekat kantor langganan mereka.
Obrolan itu tak sengaja di dengar oleh Wandy yang kebetulan melintas di depan ruangan mereka. Wandy curiga ada hubungan apa di antara Jesi dan jemmy. Tapi ia tak serta merta melarang mereka.
"Aku ingin bicara" Sahut Wandy yang tiba tiba saat Jesi masuk ruangan mereka.
"Maaf, aku terlambat 5 menit dari jam istirahat. Sebenarnya aku sudah berada si ruang staf. Aku hanya baru masuk saja ke ruangan mu. " Jelas Jesi yang mengira Wandy akan mempermasalahkan ketelambatan nya.
" ada hubungan apa kau dengan staf yang bernama Jemmy? " Tanya Wandy seolah tak memperdulikan penjelasan Jesi.
"Jemmy teman ku. Aku pernah jadi staf di kantor ini. Tentu saja aku sudah sangat mengenal teman teman staf ku. " Jawab Jesi.
__ADS_1
"Aku melihat kalian sangat saling merindu kan. Apa kalian ada hubungan spesial? " Tanya Wandy.
"Kami sangat berteman baik. Apa salahnya kami saling merindukan. Anda tenang saja tuan, hubungan kami ini tak kan mempengaruhi pekerjaan kami. Kami sangat profesional dalam bekerja tuan. " Jawab Jesi.
"Tetaplah fokus dengan pekerjaan mu atau aku akan jadi penghalang dalam pertemanan kalian itu. " Jawab Wandy sedikit mengancam.
"Hobinya hanya mengancam terus.. " Gerutu Jesi berbisik sendiri.
"Apa kau bilang? " Tanya Wandy seolah mendengar kata kata Jesi itu.
"Tidak ada tuan. Mungkin tuan salah dengar saja. " Jawab Jesi berusaha mengelak.
Wandy seperti tak menyukai kedekatan Jesi dan Jemmy. Tapi ia tak punya cukup alasan untuk menghalangi pertemanan mereka itu.
"Jes, waktunya makan siang. Apa tak mau bareng dengan ku. " Ajak Jemmy di telepon kepada Jesi.
"Sepertinya kali ini aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku Jem. Kamu makanlah lebih dulu. " Jawab Jesi.
"Baiklah... " Jawab Jemmy.
Wandy senang mendengar penolakan Jesi.
"Kita akan makan siang setelah pekerjaan mu selesai. " Ucap Wandy dari tempat duduk nya.
__ADS_1
Jesi hanya menjawabnya dengan lirikan mata yang sinis pada Wandy.
"Ddrrttt.... ddrrttttt.... "
Ponsel Jesi berdering..
"Iyaa Jem... " Jawab Jesi mengangkat teleponnya.
"Keluarlah, aku di depan ruangan mu." Ucap Jemmy dari balik ponselnya.
Tanpa pikir panjang Jesi langsung bergegas keluar menemui Jemmy.
"Nasi padang kesukaan mu. " Sambut Jemmy sambil mengangkat sebuah tas kresek berisikan makanan untuk Jesi.
"Wahh... kau membawakan makanan untuk ku? Terima kasih Jemmy, kau baik sekali. Sebenarny aku sudah sangat lapar, tapi bos galak itu menyuruh ku menyelesaikan pekerjaan ku dulu baru aku bisa pergi makan. " Jawab Jesi kesal.
"Ssssattttt..... pelan pelan bicaranya, nanti kedengaran pak manager baru tau rasa kau. " Jawab Jemmy khawatir.
"Uppsss.... sorry... " Jawab Jesi sambil menutup mulutnya.
"Yaa sudah aku pergi. Jangan lupa di makan. " Pamit Jemmy.
Jesi menjawab nya dengan menganggukkan kepalanya.
__ADS_1