
Keesokkan harinya...
"Syukurlah kau sudah datang. Hari ini ada rapat mendadak dengan pak manager. Kita di minta untuk melaporkan perkembangan proyek keseluruhan kali ini. Ayoo siapkan berkas berkasnya, rapatnya masih 1 jam lagi. Ucap Jemmy saat melihat Jesi baru tiba di kantornya.
"Kenapa bisa tiba tiba sekali. Bukankah jadwalnya masih 1 minggu lagi? " Tanya Jesi sedikit terkejut.
"Entahlah Jes, hanya itu info dari sekretaris Tuan Wandy. Aku juga pusing di buatnya. Mana mungkin harus menyiapkan laporannya dalam waktu 1 jam. Ohh my god,, sepertinya kita harus siap siap jadi santapan harimau kali ini. " Ucap Jemmy khawatir.
"Ayo mulai bekerja saja.. " Jawab Jesi.
Tak terasa 1 jam sudah berlalu. Sekretaris tuan Wandy memerintahkan semua staf untuk segera berkumpul di ruang rapat karena sebentar lagi pak manager akan tiba.
"Jemm, kau duluan saja dulu. Setelah berkas ini rampung aku akan segera menyusul mu. " Sahut Jesi.
"Jes, semua staf sudah menuju ruang rapat dan kau masih tak ingin meninggalkan pekerjaan mu? Ayolahh,, bawa apa adanya saja. " Jawab Jemmy.
"Tanggung Jem, tinggal sebentar saja ini akan selesai. Kamu bisa telepon aku kalo pak manager galak itu sudah datang. " Pinta Jesi.
"Ahh... terserah apa kata mu saja Jes. Aku duluan. " Jawab Jemmy sedikit kesal.
"Pergilah... " . Jawab Jesi.
__ADS_1
Tak sampai 5 menit pekerjaan Jesipun selesai. Ia berlari menuju lift untuk naik ke ruang rapat. Jesi tak mau kalau manager galak itu memarahinya lagi hanya karena terlambat atau pekerjaannya yang belum selesai.
"Brruuuukkkk.. "
Jesi terkejut, saking buru burunya ia menuju lift, ia malah bertabrakan dengan pria yang pernah bertemu dengan nya di perempatan lampu merah kemarin. Pria itu ternyata berada di dalam lift yang akan dinaikinya.
Jesi sebenarnya tak suka satu lift dengan pria itu, tapi karena ia sangat buru buru jadi ia terpaksa naik lift yang sama dengan pria it.
"Kau di sini tuan? Hmm... semoga kali ini kau tak kan menghalangi jalan ku, karena aku sangat terburu buru. " Sahut Jesi mengenali pria itu.
"Jaga baik baik ucapan mu nona". Jawab pria itu.
"Yaa.. yaa... aku pasti akan menjaga ucapan ku, kalau saat itu kau juga menjaga sikap mu. " Jawab Jesi.
Sesaat kemudian lift sudah terbuka dan Jesi segera bergegas meninggalkan pria itu dan menuju ruang rapat sambil berkata
"Aku hanya mengingatkan saja. Maaf aku tak punya waktu berdebat dengan mu. Sampai jumpa,, daaaaa... " .Jawab Jesi.
Jesipun berlari sambil melambaikan tangannya.
"Apa staf baru itu benar benar tak mengenali ku. Kurang ajar sekali dia. " Gumam pria itu dalam hati.
__ADS_1
"Hayy Jem, manager galak itu belum datang kan? Itu artinya aku tidak terlambat he. he. he. he. " Ucap Jesi cengengesan melihat manager nya belum datang.
"Selamat pagi semua... ." Sahut Wandy pada stafnya sesaat setelah ia memasuki ruang rapat.
Semua staf yang ada di ruangan itu berdiri mendengar suaranya.
"Astagfirullah.... " Ucap Jesi dengan tiba tiba sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Sontak Jesi terkejut melihat wajah Wandy yang ternyata adalah pria yang baru saja bertemu dengannya di lift tadi. Ternyata dialah tuan wandy, manager galak itu.
Entah apa yang akan dilakukan tuan Wandy padanya atas kelakuannya selama ini.
Ucapan Jesi terdengar oleh semua yang berada di ruangan itu, termasuk Wandy. Wandy meliriknya dengan pandangan yang sangat kesal.
"Nona, apa kau bisa bersikap sopan di ruangan ini? " Sahut Wandy pada Jesi.
"Maafkan aku tuan" Jawab Jesi sangat takut.
Rapat pun berlangsung dengan lancar. Semua staf memberikan laporan mereka masing masing. Jesilah yang laporannya paling lengkap, dan Wandy cukup senang dengan hal itu.
Selain memeriksa laporan dari para staf, rapat ini juga bertujuan untuk mencari sekretaris pengganti sementara untuk Wandy.
__ADS_1
Sekretaris Wandy diberi tugas ke luar negeri untuk mewakili Wandy dalam sebuah event selama 2 minggu ke depan. Karena itu Wandy membutuhkan sekretaris pengganti sementara.
Diantara semua staf Jesilah yang menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat cepat dan paling minim kesalahannya. Maka Jesi yang di minta menjadi sekretarisnya untuk sementara waktu.