Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 11 ~ Pria kasar ~


__ADS_3

Selvi tidak bisa berkata apalagi,sudah hampir tiga bulan dia mengenal Hariz,tapi baru sekarang dia tau jika Hariz pria yang sangat kasar dan kejam.


"Kenapa diam,apa kamu tidak punya mulut atau kamu sudah bisu sejak pria itu meniduri mu,apa kamu mendesah karna sentuhan pria bajingan itu jawab....!!!"Ucap Hariz lalu melepas cengkraman tangan nya dari dagu Selvi.Tetlihat jelas kemarahan di wajah pria itu,bahkan urat di wajahnya terlihat jelas karna tidak bisa melampiaskan kemarahan kepada Selvi.


"Apa kamu pikir uang yang ku keluarkan untuk pengobatan orang tua mu terlalu sedikit,hingga kamu mengotori tubuhmu,aku sudah katakan sejak awal jika aku tidak menyukai wanita yang membagi tubuhnya dengan pria lain,kecuali kamu seorang wanita malam."Ucap Hariz kembali dengan nada sudah mulai merendah.


"A...aa...aku tidak melakukan apa pun dengan tua Arya!!" Ucap Selvi dengan gugup,dia takut Hariz semakin emosi melihatnya.


"Diam.....Jangan menjawab ku,bagiku kamu tidak lebih dari seorang wanita malam mungkin kamu kekurangan uang,aku akan membayar mu,sekarang layani aku,puaskan aku sekarang juga."Ucap Hariz lalu menarik dengan kasar tubuh Selvi ke dalam kamar lalu melemparnya ke atas ranjang.Selvi hannya bisa diam,dia pasrah dengan perlakuan Hariz kepadanya.


Dengan kasar Hariz langsung merobek pakaian yang di pakai oleh Selvi,lalu dia menciumi wajah hingga ke leher,lalu merobek tanktop yang masih melekat di tubuh Selvi,hingga terlihat dua gunung kembar yang membuat gairah Hariz semakin naik.


"Apa kamu sudah memberikan ini juga kepadanya,apa dia melakukan ini kepadamu? wanita murahan,kamu menjual seluruh tubuhmu kepada bajingan itu."Ucap Hariz lalu mengigit dada Selvi hingga meninggalkan bekas.Selvi menjerit kecil menahan rasa sakit yang diberikan oleh Hariz,air matanya tidak berhenti menetes saat pria itu merendahkannya.


Hari ini Hariz benar-benar menyiksa Selvi,dia melakukannya hingga beberapa kali sampai Selvi merasa miliknya sudah lecet,tapi dia tidak berani mengeluh apalagi menolak pria itu,dia akan menerima apa pun perlakuan pria itu Samapi perjanjian mereka selesai.Setelah Hariz menyelesaikan permainannya Selvi ingin turun dari ranjang dan membersihkan tubuhnya,tapi Hariz langsung menarik tangannya dan tidak mengijinkan dia pergi.


"Tetap disini, malam ini kamu harus memuaskan ku sampai kamu benar-benar puas, agar kamu tidak sembarangan lagi memberikan tubuhmu kepada pria lain, ini bayaran mu malam ini."Ucap Hariz dan mengambil begitu banyak uang dari dompetnya lalu melemparkannya ke wajah Selvi.

__ADS_1


Selvi langsung kembali ke ranjang dia tidak berani menjawab atau menolak permintaan pria itu,bahkan dia memunguti uang yang ada di atas ranjang dan meletakkannya di meja.


"Apa itu kurang?" Tanya Hariz dengan nada menyindir Selvi tau jika Hariz masih sangat marah kepadanya,hari ini Selvi menyadari jika Hariz bukan pria baik-baik.Selvi merebahkan tubuhnya di samping Hariz lalu membelakangi tubuh Hariz,dia merasa tubuhnya benar-benar lelah apalagi bagian sensitifnya yang sangat


perih.


Sepanjang malam di habiskan oleh Hariz untuk menyakiti tubuh Selvi,dia sedikit kasihan dengan Selvi tapi saat dia mengingat Selvi tertawa bahagia dengan pria lain membuat hatinya kembali marah.Dia sebenarnya tau jika Selvi sudah sangat kesakitan tapi rasa kecewa di hatinya menutupi hati nuraninya.Setelah pagi Hariz keluar dari kamar lalu meninggalkan apertemen nya.Dia cukup puas menyakiti Selvi dari kemarin.


Setelah Hariz keluar,Selvi membuka matanya dia ingin bergegas ke kamar mandi tapi saat dia akan bangun seluruh tubuhnya sangat sulit dia gerakkan dan dia sangat kedinginan.Karna tidak ingin terlambat kerja akhirnya Selvi bersusah payah untuk bangun lalu mulai berjalan ke arah kamar mandi dengan tubun langkah terseok-seok.Saat hampir mencapai pintu Selvi terjatuh dan akhirnya dia pingsan di depan kamar mandi.


Setelah Hariz kembali kerumahnya dan menganti pakaiannya dia langsung berangkat menuju kantor Arya,dia tau perusahan pria itu karna mereka pernah menjadi Sahabat sebelum Hariz pernah mengambil wanita milik Arya.


"Kamu disini bajingan?" Hariz langsung duduk di sopa ruangan itu,dia sama sekali tidak mengetuk atau basa-basi kepada Arya,karna Hariz masih sangat membenci Arya.


"Apa kamu mendatangiku,untuk menanyakan hubunganku dengan Selvi? iya aku menyukainya dan aku akan berusaha bisa mendapatkan Selvi dari pria bajingan sepertimu."Ucap Arya terlihat emosi.Dia cukup kenal dengan Hariz pria Casanova yang pernah mengambil wanita yang begitu dicintai Arya.Arya cukup heran kenapa begitu banyak wanita yang jatuh hati kepada pria bajingan satu ini.


"Hahahaha...Jangan bermimpi tua Arya yang terhormat,kamu tau dia bagian ku,bahkan dia sudah menyerahkan ke perawan nya kepadaku,kamu akan terus kalah denganku tuan."Ucap hariz dengan nada merendahkan hingga emosi Arya terpancing.

__ADS_1


"bug....hhh dasar pria bajingan,kamu akan menyesal karna sudah merusak wanita seperti Selvi,kamu memang bajingan,keluar dari ruangan ini,ku pastikan kamu akan menyesali perbuatannya."Ucap Arya lalu memangil security untuk mengusir Hariz dari ruangannya.


Hariz menyentuh bibirnya yang mengeluarkan darah segar akibat pukulan yang dilayangkan oleh Arya,dia tidak menyangka jika Arya akan semarah itu saat kepadanya saat dia sedikit merendahkan Selvi di hadapannya.Hariz lalu keluar dari perusahaan itu,dia mengabaikan semua sapaan dari kariawan Arya.


"Huh...Sepertinya memang benar Arya mencintai Selvi,aku tidak akan membiarkan Selvi jatuh ke pelukannya."Ucap Hariz lalu dia membawa mobilnya ke perusahannya.


Sudah hampir dua jam Selvi pingsan di depan kamar mandi,dia terbangun saat dia merasa tubuhnya benar-benar kedinginan,dia tidak tahan akhirnya dia menaiki ranjang kembali dan tidur.


Setelah tertidur beberapa lama Selvi terbangun kembali,kini dia baru sadar jika dia tidak berangkat kerja hari ini,dia memeriksa ponsel dan melihat ada puluhan panggilan dari menejer dan juga sahabatnya Nindi.


"Hadew....Kenapa rasanya semua tubuhku sangat sakit,belum lagi aku sangat kedinginan padahal aku tidak memakai AC,aku sudah tidak tahan."Ucap Selvi dia merasa sepertinya tulang-tulangnya mau lepas dari tubuhnya.Lalu dia mengambil ponsel dan menghubungi Nindi sahabatnya.


Setelah selesai dari pekerjaannya Nindi melihat beberapa panggilan dari Selvi,lalu memeriksa pesan masuk dan melihat alamat rumah Selvi.


Setelah memesan taksi online Nindi berangkat ke alamat yang dikirim oleh Selvi,sesampainya disana Nindi sangat kaget saat mereka memasuki area apertemen yang begitu mewah.


"Pak nga salah alamat kita ini?" Tanya Nindi memastikan,dia merasa tidak yakin jika Selvi sahabatnya tinggal di apertemen semewah itu.

__ADS_1


****bersambung***


__ADS_2