
Bara menghentikan semua kegiatannya dia takut Hariz akan marah atau membatalkan acara rapat hari karna pujaannya sedang sakit.
"Kamu masuk,apa kamu sakit jiwa masih duduk berdiri disitu."Ucap Hariz,tiba-tiba dia takut sesuatu terjadi kepada Selvi.
"Bara lanjutkan rapatnya,biarkan kariawan itu menyusul nanti jika memang temannya sedang sakit kita bisa apa?" Ucap Hariz,seketika wajah Alice berubah merah padam menahan emosinya,dia sudah berniat ingin mempermalukan Selvi malah semuanya berantakan,sampai rela dia tengah malam kembali kekantor kemarin untuk menghapus semua laporan yang sudah di kerjakan oleh Selvi.
"Lanjutkan persentasinya,saya ingin ke kamar mandi sebentar."Ucap Hariz mencari alasan,tidak ada yang curiga kepada Hariz saat dia keluar kantor kecuali Alice yang semakin kesal.Hariz berlari menuju ruangan Selvi,dia takut terjadi sesuatu kepada kekasihnya apalagi dia ingat beberapa tahun lalu Selvi sering naik asam lambungnya.Dari kejauhan dia sudah melihat Selvi duduk di kursinya dengan kepala ditidurkan di mejanya.Hariz melangkahkan kakinya semakin cepat.
"Sayang apa yang terjadi denganmu?" Tanya Hariz lalu meraih kepala Selvi tapi tangannya malah ditepisnya dan Selvi terlihat dan Isak tangisnya masih terdengar jelas.
"Sayang katakan apa yang terjadi?" Tanya Hariz semakin tidak sabar, karna mendengar suara Isak tangis Selvi.
"Hiks....hiks...hiks...Aku sangat sedih karna laporan yang aku kerjakan mati-matian tiba-tiba hilang semua mungkin ada yang iseng dengan leptop ku rasanya aku mau mati saja,hiks...hiks..." Ucap Selvi dia memang sangat sedih,dia sampai melupakan istrahat siangnya dan pulang larut malam demi laporan itu tapi kenyataanya malah hilang semua.Hariz terdiam dia merasa sangat marah karna ternyata perusahannya dihuni oleh orang-orang yang dengki.
"Udah sayang jangan marah lagi nanti aku yang akan mengurus semuanya.Ayo kita pergi."Ucap Hariz lalu menarik tangan Selvi dan mereka keluar dari gedung perusahannya.
"Kita mau kemana,bukan kah ini jam kerja nga enak sama yang lain."Ucap Selvi,tapi dia nga bisa menolak karna dia juga malu melihat orang-orang kantor hari ini.
__ADS_1
"Tenang saja bukankah pacarmu ini pemilik perusahan itu,aku bisa melakukan apa saja."Ucap Hariz bangga.Selvi akhirnya bisa kembali tersenyum membuat Hariz bahagia.
"Kita mau ke apertemenku sayang,aku sangat merindukanmu,apa kamu tidak merindukanku,apa cuma aku yang tiap hari merindukanmu?"tanya Hariz,Selvi kembali memberinya senyuman dan itu sudah lebih dari cukup bagi Hariz.
Setelah sampai di apertemen otak mesum Hariz sudah berkelana,dia sudah tidak sabar ingin menggerayangi tubuh kekasihnya.Dengan cepat Hariz memeluk tubuh Selvi dan membopongnya ke kamar lalu merebahkannya ke atas ranjang.
Selvi langsung duduk di atas ranjang,dia sedikit malas melakukan aktifitas hari ini,akhirnya dia menolak permintaan Hariz.Hariz sangat kecewa tapi dia tidak berani marah dengan Selvi karna dihatinya masih ada trauma kehilangan kekasihnya itu.
Sementara itu di gedung perusahan akhirnya semua orang bisa melakukan persentasi dengan baik hari ini kecuali Selvi yang kehilangan semua laporannya,banyak diantara mereka yang berbisik-bisik bara langsung memberikan keterangan untuk menghilangkan kecurigaan para kariawan.
Bara memasuki ruangannya dia menghembuskan napasnya dengan lega karna akhirnya rapat hari ini bisa berjalan dengan lancar walau tuannya yang kegagalan itu sudah pergi bersama kekasihnya.
"Menikah saja kenapa? bukan kah sudah sama-sama dewasa,berbuat dosa terus tampa nikah,apalagi sih yang di tunggu Selvi aku sangat yakin jika tuan Hariz sudah siap menikahinya melihat besarnya cinta tuan Hariz kepadanya,apa mungkin karna si ular Keket,siapa juga pria yang mau menikah dengannya."Ucap bara,dia tampak lelah dia menyandarkan kepalanya di kursinya.
Dari kejauhan Rara sudah terlihat mengumpulkan botol-botol,ini hari pertama dia melakukannya setelah empat hari ini dia istrahat karna uang pemberian Hariz sudah habis.
"Harusnya aku minta alamat kantor Selvi,setidaknya aku tau pria itu tinggal dimana,coba aku bisa rujuk kembali dengan mas kemal aku pasti bisa menikmati hari tua yang nyaman karna dapat mantu kaya raya."Sungut Rara,dia terlihat tidak semangat,sesekali dia memandangi mobil-mobil lewat mana tau dia melihat Selvi dan Hariz jadi dia bisa meminta uang kembali.
__ADS_1
"Entah kenapa hidupku terlalu apes,selalu saja dapat suami miskin,sekalinya dapat suami yang lumayan dan punya kerjaan bagus eh akunya hannya dianggap babunya untuk mengurusi anaknya hingga besar,setelah besar dia menceraikan aku dan menikah dengan yang lebih muda."Ucap Rara,dia akhirnya duduk di bawah pohon rindang berharap melihat Selvi dan Hariz hari ini.
Lama Rara duduk di bawah pohon,tapi karna yang di tunggunya tidak terlihat akhirnya dia kembali melanjutkan perjalanannya untuk mengumpulkan botol-botol bekas agar dia punya uang untuk makan malam nanti.
"Rasanya perutku juga sangat lapar,apa aku pulang kerumah mas kemal saja agar aku bisa makan disana? a..a itu lebih baik aku akan pulang kesana dan makan disana juga aku lapar."Ucap Rara dan mengangkat semua botol-botol nya dan berjalan menuju rumah Selvi yang lumayan jauh dari tempatnya yang sekarang.
Setelah sampai disana dari kejauhan dia menatap kemal yang sedang sibuk membersihkan pekarangan rumah Rara lama menatap pria itu,
"Dia terlihat semakin gagah,sepertinya dia hidup sangat bahagia bersama Selvi,enak banget dia jika hannya dia yang punya masa tua yang nyaman."Ucap rara,lalu dia mendekati kemal yang sedang menyapu teras kontrakannya.
"Mas,aku sangat lapar aku numpang makan boleh ya?"Tanya Rara tiba-tiba membuat kemal kaget dia mencari sumber suara yang ternyata dari belakangnya.
"Pergilah ke belakang aku sudah selesai masak."Ucap kemal,sebenarnya dia sangat enggan memasukkan Rara kerumahnya,tapi dia juga merasa segan menolaknya.Rara tampa pikir panjang langsung memasuki rumah,saat membuka tudung saji Rara begitu kaget melihat banyaknya lauk yang sudah tersaji rapi di atas meja.Ada ayam goreng udang sambel dan sayur serta buah yang sangat segar.
"Dia cukup hidup sangat nyaman,mantan suamiku yang punya banyak uang tidak mampu membuat banyak lauk enak seperti ini karna dia sangat pelit."Ucap Rara dan langsung menyantap semua makanan dengan sangat lahap.
***Bersambung****
__ADS_1