Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 49 ~ Aku marah ~


__ADS_3

Kemal menata semua masakan yang sudah selesai di masak.


"Duduk nak,mari makan Selvi katanya sudah sangat lapar."Ucap kemal,Selvi pergi ke kamar dan Menganti pakaiannya,dia sangat kaget melihat kedatangan kekasihnya yang mengabaikannya hampir satu bulan ini.Saat kembali ke dapur,Hariz begitu kagum melihat penampilan sederhana dari Selvi,dia yang hannya memakai daster tampa polesan sedikit pun membuat kecantikan alaminya terpancar.


Selvi menyiapkan semua makanan,lalu menyendok Makanan ke piring,walaupun dia kesal kepada Hariz,jauh di lubuk hatinya dia sangat bahagia dan dia terlihat salah tingkah di depan ayahnya.


"Sel,buatkan teh untuk nak Hariz mungkin dia suka makan sambil minum teh."Ucap kemal,Selvi pergi kebelakang lalu membuat teh untuk ayah dan Hariz.


"Sayang aku sangat merindukanmu."Selvi sangat kaget Karna tiba-tiba saja Hariz sudah dibelakang nya sambil memeluknya.


"Lepaskan aku."Ucap Selvi lalu berusaha melepaskan cengkraman tangan Hariz,lalu dia kembali ke meja makan dan mulai menikmati makan malamnya.Hariz kembali dari dapur tadi dia pura-pura ke kamar mandi padahal dia hannya ingin menemui Selvi yang ada di belakang.Mereka terlihat menikmati makanan yang terhidang di meja,Setelah selesai makan kemal sedikit pengertian dia meninggalkan Hariz dan Selvi yang masih menikmati makanannya.


"Sel,ayah keluar sebentar ya,nak silahkan makan jangan sungkan."Ucap kemal lalu keluar dari dapur dan memasuki kamarnya.


"Sayang,om sangat pengertian."


"Siapa sayangmu,cepat habiskan makan mu dan kembali pulang."Ucap Selvi ketus,dia kesal kepada Hariz karna dia merasa tidak bersalah dengan sikapnya selama ini.


"Kamu marah.."


"Tidak,cepat makan,aku mau kerja,laporan ku belum beres aku tidak mau besok di usir lagi dari ruang rapat hannya karna kesalahan kecil."Ucap selvi menyindir.Hariz menghela napas berat,dia ingat kejadian beberapa Minggu kemarin saat dia mengusir Selvi dari ruang rapat,saat itu Selvi sangat malu di hadapan semua orang.


"Ma...

__ADS_1


"Sudahlah,kamu pulang,kamu tidak mendengar apa kataku."Ucap Selvi memotong ucapan Hariz,tadinya dia sudah berniat memaafkan Hariz karna dia juga sangat merindukan pria itu,tapi entah kenapa saat dia mengingat kejadian saat diusir dari ruang rapat,dia tiba-tiba saja marah dan kesal kepada Hariz.


"Baiklah,aku tunggu besok di kantor."Ucap Hariz dengan nada berat,sebenarnya dia sangat merindukan Selvi,sangat berat rasanya dia keluar dari rumah kekasihnya tapi karna Selvi masih marah kepadanya dengan berat hati akhirnya dia keluar.


"Loh,nak Hariz sudah mau pulang saja?" Tiba-tiba kemal keluar dari kamarnya saat Hariz hendak meninggalkan rumah itu.


"Iya om,sepertinya Selvi marah kepadaku,dia tidak menyambut ku di rumah ini."Hariz mengadu kepada kemal berharap pria itu bisa meluluhkan hati Selvi karna dia begitu merindukan kekasihnya itu.


"Sel,kamu dimana kok tamunya dibiarin sendirian nga sopan kamu."Ucap kemal,Selvi berlari dari dapur dan melihat Hariz masih berada dirumahnya bersama sang ayah padahal dia mengira jika Hariz sudah pulang.


"Udahlah ayah,biarkan dia pulang besok kami ada rapat aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku,kecuali dia mau mengerjakannya."Ucap selvi.


"Bawa laporan mu kesini biar aku yang membereskannya."Ucap Hariz,dia nga masalah harus menyelesaikan pekerjaan Selvi yang penting Selvi tidak akan marah kepadanya.


Selvi memberikan beberapa berkas laporan kepada Hariz,dengan kesal Hariz mulai mengerjakan laporan dia terlanjur menerimanya kalau tau laporannya sebanyak itu dia mungkin akan menolaknya.


"Sialan,ternyata dia sudah tidur,dia meninggalkan aku menyelesaikan tugas sebanyak ini,terus tadi dikantor apa saja yang sudah dikerjakannya."Suara hati Hariz,dia memandangi wajah polos Selvi entah dari mana awalnya Hariz sudah ******* bibir Selvi,lama Hariz menikmati bibir itu dan dia tersadar saat Selvi mendesah lembut entah dia sadar atau tidak,Hariz dengan buru-buru melepaskan pagutan nya.


"Apa sudah selesai?" Tanya Selvi,dia terbangun saat dia merasa bibirnya seperti ada yang menggigit.


"A...aaa...Belum,kenapa begitu banyak tugasmu,apa saja yang kamu kerjakan tadi siang dikantor?" Tanya Hariz dia terlihat gugup,dia takut Selvi sadar jika tadi mencium bibirnya.


"Aahh kirain sudah selesai,udah biar aku selesaikan."Ucap Selvi terlihat kesal,dia sudah sangat ngantuk,apalagi dia tadi sudah tertidur akhirnya harus bangun kembali karna memikirkan tugasnya itu.

__ADS_1


"Sudah tidak usah dikerjakan besok aku selesaikan dikantor,Sel,maafkan aku ya selama beberapa minggu ini aku mengabaikan mu itu karna aku sangat kecewa kepadamu,karna kamu memberikan bibirmu itu kepada pria lain."Ucap Hariz,Selvi menatapnya sambil mengernyitkan keningnya,


"Apaan sih,sudahlah mungkin selama aku tidak ada kamu sudah puas menikmati malam bersama wanita itu kan,kamu sama dia saja,aku mau pokus kerja aku sudah melupakanmu."Ucap Selvi berbohong sebenarnya dia sangat bahagia saat Hariz kembali menemuinya dia hannya berusaha mengerjai Hariz agar dia tidak mengulangi sikap bodohnya itu.


"Kamu cemburu sayang,ayo...kamu cemburukan."Ucap hariz


"Siapa yang cemburu?"


"Iya...Kamu cemburu ayo ngaku,nga usah malu."Ucap Hariz membuat wajah Selvi merah merona.


Tiba-tiba Hariz memeluknya dan memangut bibirnya,dia sudah tidak bisa menahan rindu kepada kekasihnya itu,selama dia mengabaikan Selvi dia seperti menyiksa diri sendiri.


"Sudah...Sudah,sekarang kamu pulang."Ucap Selvi lalu menarik tangan Hariz dan memaksanya keluar dari rumahnya,dia takut tiba-tiba ayahnya bangun dan memergoki mereka.


"Sayang....Aku masih rindu."


"Dasar mesum,bisa-bisanya kamu berpikir kotor di rumahku,pulang sana."Ucap Selvi lalu memaksa Hariz pulang,Hariz memasuki mobilnya dia benar-benar sangat malas keluar dari sana.


"Huh,coba kami sudah nikah,aku tidak tersiksa seperti ini."Ucap Hariz,lalu menghidupkan mobilnya dan keluar,dia melihat Selvi sudah masuk kerumah nya dan menutup pintu rumahnya dengan kasar.


*****


Rara sangat senang akhirnya dia tau alamat rumah anak dan mantan suaminya setelah mengikuti kemal semalam.Hari ini dia menyusun semua bajunya dia dia simpan selama ini di mesjid,

__ADS_1


"Apa pun ceritanya hari ini aku harus kembali kerumah kemal,Selvi tidak bisa terus-menerus menolak ku,anak durhaka dia capek-capek aku mengandung dan melahirkannya tapi dia begitu jahat padaku."Ucap Rara,dia meninggalkan mesjid setelah permisi dari penjaga mesjid.


****bersambung****


__ADS_2