
Hariz menatap dokumen yang dibawa oleh Selvi keruangan nya,lalu dia mengambil dan memeriksanya ternyata itu surat jalan yang akan dia bawa ke Surabaya ternyata hari ini hari terkahir dia bekerja di pusat ini.Tidak terima Selvi kembali ke Surabaya dia menghubungi bara dan menyuruhnya agar menemuinya ke ruangannya.
"Aku tidak akan membiarkannya kembali ke kota itu,bahkan dia tidak bisa pergi lagi dari hidupku."Ucap Hariz,dia tidak bisa membayangkan bagaimana bisa seorang Selvi meninggalkan nya lagi.
Tok....tok...tok
"Tuan memanggilku?" Tanya bara saat memasuki ruangan Hariz.
"Hubungi HRD cabang kita Yang ada di perusahan dan katakan kepadanya jika Selvi akan menetap sebagai kariawan dipusat ini,dan beritahu kepada mereka untuk mengabarinya kepada Selvi."
"Siapa tuan!!"Tanya bara kaget,dia sepertinya sangat kenal dengan nama wanita yang di sebut tuannya itu,dia mastikan pendengarannya tidak salah.
"Selvi,wanita yang dulu ku cari ternyata selama ini bekerja di perusahana kita yang cabang di Surabaya."Ucap Hariz,seketika bara tegang dia tidak menyangka teryata dunia ini hannya seluas daun kelor.
__ADS_1
"Kenapa kamu malah diam keluar dan kerjakan apa yang aku katakan,kamu tidak dengar asisten macam apa kamu hingga pekerjaan mu hannya bisa santai setiap hari?" Tanya Hariz,dia mulai kesal melihat asistennya itu karna pekerjaan sangat ringan bahkan semakin ringan saat Hariz memutuskan tobat menjadi pria Casanova.
Dulu saat Hariz masih sangat nakal,pekerjaan bara hannya mencari wanita malam yang masih cantik muda dan tidak memakai pengaman saat melakukan permainan ranjang,setelah empat tahun terakhir Hariz merasa bosan dengan wanita-wanita malam karna tidak ada senikmat tubuh Selvi.Bara langsung permisi dan keluar dari ruangan Hariz dia takut pria maniak itu akan mengungkit semua kekurangannya.
"Dasar orang tidak berguna."Ucap Hariz lalu merobek dokumen yang diberikan oleh Selvi.
Setelah wajahnya terlihat baikan Selvi kembali membereskan semua barang-barangnya dia sudah tidak sabar untuk kembali Surabaya menemui ayah tercintanya.Selvi tidak melakukan perpisahan bersama kariawan dikantor itu karna dia merasa tidak terlalu dengan mereka kecuali Diwan yang selalu perhatian kepadanya dan sudah mengajarinya dengan baik selama ini.
"Aku tidak merayunya,jika kamu mencintai tuan Hariz kenapa kamu tidak mengemis saja sama dia untuk menikahi mu sekarang sebagai wanita aku berikan kamu sedikit nasihat jaga harga dirimu di hadapan pria,dan pria tidak menyukai wanita murahan."Ucap Selvi lalu berdiri dari kursinya dan berjalan melewati alice dan menabrakkan tubuh Alice.
"Hei...Wanita picik,kamu semakin hari semakin tidak tau etika ya bisa-bisanya kamu menabrak tubuhku."Ucap Alice lalu berlari mengejar Selvi yang sudah lumayan jauh lalu mendorongnya dari belakang hingga tubuh Selvi terjatuh kelantai dengan keras.Kening dan hidungnya langsung mengeluarkan darah.
"Brakkkk.....Selvi terjatuh sangat kuat lutut kaki dan lutut tangannya juga tergores hingga terlihat sangat sakit.
__ADS_1
"Sekali lagi kamu berani menunjukan batang hidungmu di ruangan direktur maka aku akan menghabisi mu."Ucap Alice dan meninggalkan Selvi yang masih duduk di lantai sampai Diwan datang menolongnya.
"Ini tidak bisa dibiarin kita harus melapor ke direktur,dia keterlaluan bisa-bisanya dia cemburu kepadamu,bahkan sampai hati melakukan hal seperti ini kepadamu."Ucap Diwan dia sangat kesal melihat Alice yang sangat Arongan.
"Makanya jadi cewek jangan gatal,sebelum kamu masuk ke perusahan ini memang tuan Hariz dan nona Alice sangat terlihat mesra bahkan mereka selalu terlihat bersama,kamu malah mau menganggu tuan Hariz."Ucap salah satu wanita dia memang kurang suka dengan Selvi karna Diwan yang selalu memberikan perhatian lebih kepada Selvi.
"Kamu diam,tau apa kamu? apa pekerjaanmu sudah beres, hingga kamu punya waktu mengurusinya ingat dia jauh lebih hebat dari kamu."Ucap Diwan membuat wanita kesal dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Diwan membantu Selvi berdiri dan membawanya ke kursinya dia terlihat sangat syok Karna serangan yang tiba-tiba di lakukan alice.Saat dia sedang membersihkan luka yang ada di siku tangannya tiba-tiba ponselnya berbunyi dan melihat nomor perusahan dari Surabaya dia terlihat sangat semangat lalu mengangkatnya tidak berapa lama wajahnya langsung lemas dan air matanya menetes.
"Apa apa sih sel,ayo cerita kok Samapi kamu menagis begitu?"Tanya Diwan dia merasa heran siapa yang menghubunginya hingga membuat Selvi sampai menangis seperti itu.
****bersambung***"
__ADS_1