
Hariz menutup semua berkas yang ada di mejanya,lalu mengambil ponsel,dia mengerutkan kening karna tidak ada pesan balasan dari kekasih tercintanya.
[ Sayang kamu masih di bawah kan,kita pulang bareng ya malam ini aku ingin memelukmu 😘😘]
Hariz mengirim kembali pesan kepada kekasihnya,lalu dia mengambil jas yang dia letakkan di sandaran kursinya,lalu meninggalkan ruangannya.Saat dia turun melalu lift dia melihat semua orang sudah pulang,wajar saja karna memang hari sudah mulai sore dan kariawan pulang pada pukul enam sore.
"Selvi pulang tanpa menungguku,padahal dia membaca pesanku " Ucap hariz lalu dia mengambil kembali ponsel yang ada di kantongnya dan melihat ternyata pesan yang dia kirim barusan belum terkirim.Hariz mencoba menghubungi nomor Selvi dan ternyata nomornya tidak aktif membuat Hariz khwatir.
"Kemana sih dia,padahal kami sudah janji akan pulang bersama,dia selalu membuatku khawatir,jika aku kerumahnya,aku takut dia belum dirumah dan membuat orang tuanya khawatir." Ucap Hariz,dia duduk di kursi kariawan sambil terus mencoba menghubungi nomor Selvi.
"Tuan Hariz,apa yang tuan lakukan di ruangan ini?" Seorang security cukup kaget melihat tuannya duduk di ruangan kariawan dengan posisi ruangan yang lumayan gelap,karna semua lampu sudah dimatikan.Security menatap sekelilingnya dan dia hannya melihat pemilik perusahan itu sendiri tampa di temani sang asisten.Hariz terdiam dia tidak tau harus menjawab apa kepada security itu.
"Apa semua kariawan sudah pulang,aku sedang menunggu kariawan yang akan memberikan laporan kepadaku,karna besok aku ada rapat penting dengan klien yang dari luar negri."Ucap Hariz mencari alasan.
"Sepertinya sudah pulang tuan dari tadi sore.Memangnya kariawan atas nama siapa yang tuan tunggu?" jawab security,sebenarnya dia merasa sedikit aneh dengan sikap tuannya,tidak biasanya bahkan tidak pernah dia melihat tuan besar itu menunggu seorang kariawan,yang ada kariawan yang menunggunya.
"Selvi." Jawab Hariz singkat,dia takut security itu curiga kepadanya,sebenarnya dia tidak masalah jika semua kariawan tau jika dia pacaran dengan Selvi tapi Selvi menolak dan tidak mau jika ada yang tau mereka pacaran.Hal itu yang membuat dia tidak mau security curiga lalu menyebarkan rumor yang tidak sedap nantinya.
"Oohhh....nona Selvi,dari tadi sore dia sudah keluar tuan,tapi anehnya tasnya masih tinggal dan tadi semua mejanya berantakan,aku melihatnya keluar tadi sore hannya membawa ponsel dari situ nona Selvi tidak kembali,tadi saja pacarnya mencari-cari keberadaannya." Ucap security,Hariz cukup kaget mendengar kata pacar yang di ucapkan security nya.
__ADS_1
"Pacar siapa pacarnya?"
"Itu Diwan mereka sudah lama pacaran semenjak Selvi memasuki perusahan ini mereka sudah pacaran." Jawab security,Hariz terdiam dia tidak mau cemburu dulu sebelum dia tau kebenarannya.
"Baiklah,aku keluar bereskan ruangan ini dan Kemabli lah bekerja." Ucap Hariz,lalu dia keluar dari perusahannya,dia tidak mau security itu mencari tau lebih dalam lalu curiga kepadanya.
"Sel,kamu kemana sih,jika aku mendatangi rumahnya aku takut orang tuanya curiga jika dia belum pulang.baiklah aku tunggu sampai besok pagi saja." Ucap Hariz lalu memasuki mobilnya dan menyetir pulang ke apartemennya.
Hariz kembali kerumahnya dengan perasaan yang tidak bisa dikatakan,dia menjatuhkan tubuhnya di sopa,lalu memijat keningnya yang terasa sangat pusing.Dia menghela napas berat.
Sementara Alice memuaskan dirinya untuk menyiksa Selvi,dia ingin membalaskan sakit hatinya selama ini kepada Selvi.Alice menunjukkan sikap aslinya kepada Selvi saat ini,wajah Selvi benar-benar merah karna berulang kali mendapat tamparan bahkan hidungnya mengeluarkan darah segar akibat pukulan keras yang dilayangkan Alice.
"Bughhh.....Masih berani kamu melawanku,kamu menantang aku,kamu tidak takut jika kamu aku bunuh dan mayat mu aku buang kelaut hah..."Alice mengepalkan tangannya lalu melayangkan pukulan ke mata Selvi hingga Selvi menjerit menahan rasa sakit.
"Aaahhhh....Sakit...Bangsat,aku tidak akan mengampuni mu katakan apa yang kamu mau,cepat katakan aku tau kamu tidak akan punya nyali untuk membunuhku,kamu hannya mengancam ku untuk mendapat sesuatu yang kamu inginkan." Ucap Selvi lalu membuang ludah yang bercampur darah ke hadapan alice.
"Hahahah,kamu memang hebat,lihat saja nanti aku belum puas menghajar mu."Ucap Alice lalu keluar dari ruangan menemui Dimas yang sudah tertidur di sopa.
"Huhh...Manusia sampah ini taunya tidur saja,aku saja belum tidur sampai sekarang dia malah tidur enak-enakan." Ucap Alice sambil berlalu dari ruangan itu memasuki kamarnya.Dia mengambil ponselnya lalu melihat semua gambar Selvi yang sudah di ambilnya tadi.
__ADS_1
Alice mulai bekerja dia mengirim semua gambar Selvi ke ponselnya yang lain,dia mengirim semua Poto Selvi kepada Hariz memalui nomor lain.
"Semoga dengan ini aku bisa mendapat uang yang banyak dari pria itu agar aku punya modal pergi meninggalkan kota ini,aku tidak akan bisa bertahan hidup di kota metropolitan ini,aku akan pergi jauh meninggalkan pria benalu ini."Ucap Alice sambil mulai memilah beberapa Poto yang cocok dikirim kepada Hariz.
******
Hariz bangun lagi,saat alarm di ponselnya berbunyi,dia merasakan sakit seluruh tubuhnya karna sepanjang malam dia tidur di atas sopa.
"Huh,kenapa aku tidur disini,coba aku hubungi Selvi apa nomornya sudah aktif,kalau belum aktif berarti ada sesuatu yang tidak beres terjadi kepadanya." Hariz mengambil ponsel yang sedang di charger dia atas meja nya.Dia mengerutkan keningnya saat melihat banyak pesan yang mengirim Poto ke ponselnya,lalu dia mulai men download,semua Poto itu,hingga dia melihat semua gambar Selvi yang sudah babak belur.
"Selvi......Sel,kamu dimana?" Hariz lalu menghubungi nomor itu,dia sangat kaget dan takut melihat semua gambar Selvi,bahkan Hariz bingung harus melakukan apa,dia terus menghubungi nomor yang mengirim gambar itu tapi panggilannya tidak di angkat sama sekali.
[ Angkat bajingan jangan sampai aku melaporkanmu ke polisi ] Hariz mengirim pesan,dia ingin menghubungi polisi tapi dia takut penjahatnya nekat jika dia melakukannya buru-buru.
Hariz terus berusaha menghubungi nomor itu,tapi hasilnya sia-sia karna panggilannya terus di abaikan.Saat dia masih berusaha menghubungi nomor itu tiba-tiba satu pesan masuk dari nomor baru itu.
[Jika kamu berani melapor ke polisi itu artinya kamu sudah siap kehilangan wanita ini ]
****bersambung****
__ADS_1