
Selvi segera mengambil selimut dan alas tidurnya,lalu dia merebahkan tubuhnya di atas ambal karna malam semakin larut.Dia mengabaikan ibunya yang masih berdiri di ruang tamu,rasanya terlalu sulit menerima kehadiran ibunya di hidupnya dan juga ayahnya.
"Anak jaman sekarang memang semakin tidak ada etika,entah bagaimana kamu mendidiknya waktu kecil hingga dia tidak punya sopan santun terhadap ibunya."Sungut Rara,dia sangat kesal dengan sikap Selvi dan juga mantan suaminya yang kompak tidak menerimanya.
"Sel,kamu tidur di kamar ayah saja nak,biar ayah yang disini,abaikan sikap ibumu yang egois biarkan besok papa yang memaksanya pergi dari rumah ini."
"Sudahlah ayah,aku mau tidur besok aku masih kerja."Ucap Selvi lalu menutup semua tubuhnya.Kemal merasa kasihan dia tidak bisa berbuat apa pun kecuali,mengambil anti nyamuk lalu menghidupkannya di dekat Selvi,lalu memasuki kamarnya.
"Mereka dengan kompak mengabaikan aku,apa mereka pikir dengan gampang aku pergi,kemana aku pergi ke jalanan lagi,memungut sampah lagi,sementara mas Bram sudah bahagia dengan istri barunya.Hidupku memang sial."Ucap Rara.Dia menelusuri semua kamar,dia memperhatikan semua alat-alat makeup Selvi pelan-pelan dia turun ranjang dan mulai membuka laci lemari hias.
"Sepertinya Selvi tidak punya sesuatu yang mahal,apa dia semiskin itu hingga tidak punya sesuatu yang berharga."Ucap Rara lalu kembali menutup laci dan menaiki ranjangnya.
"Aku tidak bisa tidur,ini karna mereka menganggu istirahatku tadi,lebih baik aku menonton saja."Ucap Rara,lalu menghidupkan televisi yang ada dikamar Selvi.Hidup Rara bagaikan di atas langit sekarang ini,bagaimana tidak dulu saat dia memilih menikah dengan pria idamannya,dia diperlakukan sebagai istri tidak lebih dari satu bulan,beberapa tahun dia hidup menderita setiap hari dia harus menerima makian dari suaminya bahkan dia harus mengurus anak-anak dari suaminya.
Setelah mereka besar Rara pikir hidupnya akan lebih baik kenyataannya dia malah di selingkuhi oleh suaminya dan di ceraikan.
lima tahun yang lalu Rara memutuskan kembali kepada suaminya tapi sayang saat itu dia tidak menemukan suaminya di rumah lamanya.
__ADS_1
" Setelah penderitaan ku beberapa tahun yang lalu tidak mungkin aku pergi meninggalkan mereka,Selvi sudah besar punya pacar orang kaya apa mungkin aku mau pergi dari sisi mereka."Ucap Rara,dia sudah berjanji dalam hatinya apa pun yang terjadi dia tidak akan pergi dari rumah itu,dinikahi atau tidak dia tidak peduli sama sekali.
Alarm di ponsel Selvi berbunyi padahal hari masih sangat pagi tapi karna hari ini perasaanya tidak enak akhirnya dia bangun dan siap-siap berangkat kerja.
"Sel,kenapa pagi sekali,ayah buatkan teh untukmu,kamu lengan sarapan." Tanya kemal,dia merasa tidak enak kepada anaknya karna kehadiran mantan istrinya di rumah itu.
"Tidak ayah,Selvi harus berangkat cepat." Ucap Selvi lalu dia duduk dimeja dan menikmati teh serta sepotong roti panggang buatan ayahnya.Kemal mempelajari semua peralatan yang dibeli oleh Selvi berharap dia bisa merawat anaknya dengan baik.Saat sedang duduk di meja sambil membuka-buka sosial medianya,tiba-tiba Rara keluar dari kamar dan duduk dimeja juga.
"Sel,kamu sudah mau berangkat?" Tanya Rara,melihat ibunya datang dan menyapanya Selvi langsung menghabiskan tehnya dan membawa sisa roti bakarnya dia mengabaikan ucapan ibunya.
"Ayah Selvi jalan dulu." Ucapnya lalu mengambil tangan ayahnya dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
Sementara itu Alice masih uring-uringan di dalam rumahnya, sudah tiga hari ini dia mengurung diri dirumahnya tanpa mau keluar dia frustasi dengan kehidupan kedepannya mencari kerja posisi hamil sesuatu yang tidak mungkin sementara dia tidak punya tabungan apa pun.
"Argggnhh,ini semua karna wanita sialan itu,seandainya dia tidak hadir di antara kami mungkin aku dan Hariz sudah menikah dan hidupku tidak se hancur ini." Alice melempar bantal yang ada di depannya,bahkan untuk dia minta tolong saja saat ini dia tidak punya.
"Ada apa denganmu sayang?" Tiba-tiba saja Dimas sudah berdiri di depan pintu,Alice semakin frustasi melihat kehadiran pria yang sangat tidak dia inginkan dirumahnya.
__ADS_1
"Kamu ngapain kesini,terus kenapa kamu belum jalankan tugas yang kuberikan kepadamu bulan kemarin,kamu memang pria sampah yang tidak bisa diharapkan,kamu tau aku dipecat dari kantor gara-gara wanita sialan itu,dan kamu sampai hari ini belum juga memberikan pelajaran kepada wanita itu."Ucap Alice,dia melimpahkan semua emosinya kepada Dimas,dan seperti biasa Dimas hannya bisa diam.
"Terus aku harus melakukan apa....Aku harus bagaimana?" Tanya Dimas,dia kesal dengan makian yang ditujukan Alice kepadanya.
"Aku sudah tidak punya uang sekarang jalankan apa yang aku suruh dan kita akan ada anak ini sebentar lagi akan lahir dan kita butuh banyak uang untuk biaya persalinan nanti.Kamu harus bisa membuat dirimu berguna di hadapanku." Ucap Alice dia membisikkan sesuatu ke telinga Dimas.Dia berharap dengan melakukan apa yang dia suruh kepada mereka mendapat uang dengan banyak.
"Terus kalau polisi tau bagaimana aku tidak mau di penjara." Ucap Dimas ragu-ragu.
"Keluar kau dari rumahku,jika kamu tidak berguna sama sekali jangan membuatku marah disini,aku butuh biaya untuk persalinan nanti apa kamu punya uang hah....???" Bentak Alice,seketika nyali Dimas ciut melihat kemarahan di wajah Alice.
"Baiklah,aku akan melakukan semua yang kamu suruh.Berikan kunci mobilmu,agar aku punya kendaraan untuk menjalankan aksiku,tapi jika kamu punya uang aku akan menyewa mobil dari luar." Ucap Dimas,dengan berat hati Alice memberikan kunci mobilnya Karna memang dia sudah tidak punya uang sedikit pun.
"Baiklah aku pamit,doakan rencana kita berhasil agar kita punya uang nantinya."Ucap Dimas,lalu mendaratkan kecupan di bibir Alice,lalu meninggalkan Alice di kamarnya.
"Huekkkk......Dasar bajingan,sembarangan saja mencium ku,aku sangat jijik dengan pria tidak berguna sepertimu,berhasil dulu rencana mu hari ini maka aku akan pergi jauh dari kota ini,apa lagi yang diharapkan di kota ini tidak ada masa depan sama sekali." Ucap Alice lalu dia menyikat mulutnya karna dia memang jijik dengan Dimas.
Dimas keluar dari rumah Alice,dia memakai masker dan juga topi hitam agar tidak ada yang curiga kepadanya,dia membawa mobilnya ke gedung perusahan milik Hariz,dan dia juga sudah meminta Poto Selvi kepada Alice,agar dia tidak salah orang yang bisa menyulitkan dia.
__ADS_1
"Hari masih siang,mungkin aku harus menunggunya lama di tempat ini."
**** bersambung****