Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 58 ~ Keributan ~


__ADS_3

Alice meninggalkan bara yang sedang berada di kamar mandi,dia sama sekali tidak curiga kepada bara.Dia kembali merasa kesal kepada Dimas,karna sudah hampir tiga jam pria itu belum juga pulang,padahal dia hannya menyuruh membeli beberapa minuman untuk di isi ke kulkas.


"Dasar pria sialan memang,entah kemana dia pergi membeli minuman itu,entah kenapa otaknya terlalu lamban,tetapi jika di ranjang terlalu pintar memuaskan wanita." Suara hati Alice.Dia tidak memperhatikan bara yang sudah berada di dekatnya.


"Alice kamu tinggal di rumah ini sendirian?" Tanya bara dia berusaha mengalihkan perhatian Alice,agar kedua pria suruhannya leluasa mencari Selvi di setiap sudut rumah ini.


Kedua pria suruhan bara mulai mencari dengan langkah yang sangat hati-hati,mereka sudah mendapat ancaman jika terjadi sesuatu maka gaji mereka tidak akan di bayar.


"Shittt...Rumah ini hannya ada dua kamar tapi keduanya tidak ada yang mencurigakan." Ucap salah satu dari mereka sambil berbisik-bisik.


"Pokoknya kita cari semuanya,wanita itu hannya sendirian disini kita bisa membiusnya agar kita bebas melakukan apa saja." Jawab temannya lagi,


"Aku tidak sempat mempersiapkannya tadi." Jawab sahabatnya.Lalu satu pria ini mengambil sesuatu dari saku bajunya dan ternyata itu bius yang bisa diberikan kepada Alice.


"Kamu mendapatnya dari mana?


Alice tiba-tiba berdiri dia curiga karna mendengar sesuatu yang mencurigakan di kamarnya,


"Alice kamu mau kemana?" Tanya bara panik,dia sudah kesal dengan kedua suruhannya karna mereka bisik-bisik tapi suaranya masih saja terdengar.


"Kamu silahkan pulang,aku akan menemui tuan Hariz." Ucap Alice,lalu berjalan ke arah suara yang dia dengar.Tampa menunggu aba-aba kedua pria itu keluar lalu mendekati Alice dan membius mulutnya sebelum dia berteriak.


"Bodoh apa yang kalian lakukan?" Tanya bara,dia melihat Alice sudah pingsan di pangkuan pria suruhannya.

__ADS_1


"Kami sengaja membiusnya tuan karna sepertinya wanita yang tuan cari sangat jauh dia sembunyikan." Ucap salah satunya.


"Bawa dia ke sopa,mari kita cari Selvi,tuan Hariz sudah ratusan kali menghubungiku,nanti pasti dia marah kepadaku,aku tidak peduli wanita itu."Ucap bara,lalu mereka berpencar mencari keberadaan Selvi,hingga mereka memasuki dapur dan sebuah kamar yang terkunci rapat.


"Tuan...coba kita masuki ruangan ini,jika nona Selvi tidak ada disini kemungkinan nona barusan bukan pencurinya." Ucap salah satu dari mereka.Bara langsung memasuki dapur lalu mendorong pintu gudang dan ternyata pintu itu tertutup dan tidak bisa dibuka.Bara semakin keras mendorong pintu tetapi pintu itu sangat sulit untuk di buka.


"Kalian berdua silahkan hancurkan pintunya,aku sangat yakin jika nona Selvi mereka sembunyikan disini!!"Ucap bara,kedua pria itu langsung berdiri agak jauh dari pintu lalu mereka berlari dan menendang pintu hingga pintu itu rusak parah.


"Braakkkk...." Selvi yang tertidur di atas kursi dengan tubuh terikat serta mulut di lakban kaget bukan main melihat pintu terlempar ke arahnya.


"Nona....!!! Bara langsung berlari ke arah Selvi dan membuka semua tali yang mengikat tubuhnya.


"Siapa kalian dan apa yang kalian lakukan di rumah ini?" Tiba-tiba saja Dimas sudah berada di rumah itu dengan memegang balok yang besar,dia tiba-tiba berlari ke bara dan ingin memukul kepala bara beruntung pria suruhan bara dengan sigap langsung menendangnya hingga terjatuh ke lantai.


"Ma ..Maaf tuan,Alice menyuruhku untuk mencuri wanita itu,maafkan aku tuan."Ucap Dimas terbata-bata,pria itu langsung mengikat kedua tangan Dimas lalu melakban mulutnya dan menariknya masuk kedalam mobilnya.


"Kamu disini bajingan,kamu pertanggung jawabkan semua perbuatan mu." Ucap pria itu,Dimas berusaha keras untuk melepaskan diri tapi pria suruhan bara benar-benar hebat,hingga dia dengan mudah melumpuhkan Dimas.


"Terima kasih tuan bara sudah menolongku,aku sangat ketakutan,dia menyiksaku sepanjang malam."Ucap Selvi,dia akhirnya bisa bernafas lega saat bara sudah menyelamatkannya.


"Berterima kasihlah kepada tuan Hariz,karna dia yang menyuruhku menyelidiki Alice."


"Hariz,terus kemana dia,kenapa bukan dia yang turun sendiri!!" Tanya Selvi,membuat bara salah tingkah,dia tidak tau harus menjawab apa kepada Selvi.

__ADS_1


Setelah kedua pria itu membereskan Alice dan juga Dimas,akhirnya mereka meninggalkan kediaman Alice,mereka menutup semua rumah dengan baik.


Bara membayar upah kedua pria itu,lalu menyuruhnya naik taksi untuk pulang ke tempat masing-masing,dia tidak ingin melibatkan kedua pria itu lagi,bara membawa Selvi dan kedua tawanannya ke rumahnya.


Sementara itu,Hariz mengabaikan semua pekerjaannya hari ini,dia sudah benar-benar kesal kepada bara yang tidak memberinya kabar setelah dia pergi dari tadi pagi.


"Dasar sialan kamu bara,lihat saja jika kamu gagal nanti dan tidak membawa Selvi aku akan memecat mu,berani sekali kamu mengabaikan panggilan ku sepanjang hari ini." Ucap Hariz,dari tadi dia terus mondar-mandir di ruangannya,bahkan semua berkas yang minta tanda tangannya,dia abaikan karna perasaanya sedang tidak baik.


[ Tuan,aku sudah menemukan Selvi silahkan datang ke rumahku karna aku membawa penculiknya kesini juga.]


Hariz dengan cepat membuat pesan yang masuk ke ponselnya,dia begitu lega saat dia membaca pesan itu.Tampa pikir panjang Hariz meninggalkan perusahannya,dia terlihat sangat buru-buru bahkan dia mengabaikan sapaan dari beberapa kariawan yang sedang berpapasan dengannya.


Hariz sangat bahagia saat dia tau bara sudah menemukan kekasihnya,


"Sepertinya aku akan memberikan bonus yang banyak kepada asisten ku yang satu ini,dia memang sangat bisa di andalkan.Diwan,harusnya pria itu tau jika Selvi sudah ditemukan dia pria yang baik,aku cukup lega mengetahui jika mereka berdua hannya sebatas sahabat dan tidak lebih,bodoh amat dia curiga aku punya hubungan kepada Selvi." Suara hati Hariz.Dia menyetir dengan kecepatan tinggi karna dia tidak sabar ingin bertemu dengan Selvi.


Setelah menyetir hampir satu jam lebih akhirnya mobil Hariz memasuki halaman rumah Hariz,pria itu punya rumah cukup lumayan besar dan pekarangan rumah yang cukup luas.


"Selvi....Selvi... kamu dimana?" Hariz berlari memasuki rumah karna kebetulan pintu rumah itu terbuka.Saat Hariz memasuki rumah dia cukup kaget melihat dua orang yang terikat tidur di lantai.


Hariz tidak peduli dia langsung memeluk tubuh Selvi dengan erat,dia sangat kasihan melihat wajah Selvi yang sangat hancur akibat pukulan yang sellau di layangkan Alice kepadanya.


**** bersambung****

__ADS_1


__ADS_2