
Sudah lama Selvi di Jakarta tetapi dia belum pernah sama sekali menemui Nindi sahabat lamanya,hari ini karna dia cepat keluar dari kantornya akhirnya Selvi memutuskan untuk pergi menemui nindi di kontrakannya.
"Semoga dia ada di kontrakannya malas banget rasanya jika harus berkunjung ke ke restoran itu lagi."Suara hati Selvi.Setelah sampai di gang dia membayar taksi online yang dia pesan.
"Nona ini kembaliannya!!"
"Ambil saja pak."
"Terima kasih banyak nona,semoga harimu penuh kebagian."
"Amin pak."Ucap Selvi lalu meninggalkan supir di tempat itu dia selalu berdoa dalam hati berharap sahabatnya itu belum pindah dari kontrakannya itu setelah empat tahun lalu.
Saat sampai di gang kontrakan nindi Selvi memperhatikan semua yang belum ada perubahan sama sekali.Dia mendekati pintu kontrakan pada saat itu dia mendengar suara yang lumayan menggelikan.
"Aahh...Cepat dong sayang ahh ayo dong sayang.."Tiba-tiba merinding mendengar ******* itu dia takut salah masuk rumah,lalu dia menjauhi pintu dan mendekati seorang wanita yang sedang lewat.
"Bude,pemilik kontrakan ini Uda ganti belom?Tanya Selvi.
"Belom Rumah itu masih di tempati Nindi."Ucap wanita itu dan pergi meninggalkannya.Di gang itu memang orang-orangnya termasuk orang yang tidak peduli dengan orang lain makanya nindi bisa bertahan di sana.
"Nindi....kamu didalam kah?"
__ADS_1
"Sial....Siapa sih ganggu orang saja,ayo lanjutin sayang nanggung nih."Ucap Nindi mengabaikan panggilan Selvi, dia terus menikmati Hujaman batang Roy yang selalu membuatnya mabuk.Karna begitu menikmati dia menekan kepala Roy ke dadanya karna menikmati keindahan dunia yang sangat nikmat.
Saat mereka mengakhiri permainannya dengan Roy dia memakai bajunya lalu membuka pintu sedikit dia ingin tau siapa wanita yang menunggunya diluar.
"Selvi.....Kamu Selvi kan ya ampun sahabatku kamu pulang kembali ke kota ini."Ucap Nindi lalu keluar dan memeluk erat tubuh sahabatnya.Dia tidak menyangka akan kedatangan seseorang yang sangat dia rindukan selama ini banyak hal yang ingin dia ceritakan kepada sahabatnya itu.
"Masuklah banyak sekali yang ingin aku ceritakan kepadamu."Ucap Nindi lalu menarik tangan sahabatnya itu.Saat Selvi masuk kedalam ruangan Selvi begitu kaget saat melihat Roy yang sedang tiduran sambil telanjang dada di tikar dia sedang menonton televisi di temani segelas kopi.Selvi merasa tidak nyaman saat pria itu ada disana,Nindi yang melihat reaksi dari Selvi langsung mendekati Roy lalu membisikkan sesuatu yang tidak diketahui oleh Selvi.Saat itu juga pria itu langsung memakai pakaiannya lalu beranjak keluar dari kontarakan saat Nindi memberikan dia uang seratus.
"Dasar pria sampah."Suara hati Selvi,dia begitu bingung dengan sahabatnya itu bisa-bisanya dia kembali kepada pria kurang ajar yang tidak punya harga diri sama sekali.
"Kamu Uda nikah dengan Roy Nindi?" Tanya Selvi lalu dia duduk di atas tikar lalu melempar bantal yang di pakai Roy tadi,dia sedikit jijik.
"Katanya dia tidak ada modal sel,aku juga sudah bosan gini-gini terus tapi mau gimana dia belum ada pekerjaan,Samapi hari ini dia masih menganggur."Ucap Nindi sedikit menunduk dia malu menceritakan itu kepada Selvi tapi karna selvi juga sudah melihatnya terpaksa Nindi menceritakan semuanya.
"Maafkan aku sel,aku tidak bisa melupakan dia,aku sangat mencintainya."Ucap Nindi dengan nada rendah dia malu menceritakan kekurangannya kepada Selvi.
"Iya itu urusan pribadimu,aku tidak mau ikut campur mengurusi pribadiku jika kamu tidak menyukainya."Ucap Selvi dia menghela napas panjang karna menyangkan sahabatnya yang terlalu di perbudak pria.
"Makasih sel,sejak kapan kamu kembali ke kota ini aku sangat merindukanmu,apa kamu akan menetap di kota ini."Tanya Nindi sambil berdiri dan mengambil dua minuman dingin dari kulkasnya.
"Tidak,aku kembali beberapa Minggu lagi aku hannya merindukanmu,aku hannya dapat tugas sementara di kota ini."Ucap Selvi menjelaskan.
__ADS_1
"Sel,kamu tau nga sejak kepergian mu dulu Hariz beberapa kali menemui ku ke restoran dia terus bertanya kamu pindah kemana dan meminta nomor ponselmu,begitu juga dengan Arya pria itu datang menemui ku untuk menanyakan alamat mu,kamu hebat sel,di kejar dua pria hebat."
"Deg,Hariz pria itu mencari ku,tidak mungkin bukan kah seharusnya dia bahagia sejak kepergian ku dia akan terus dengan sikap busuknya itu dia bebas membayar semua wanita yang dia inginkan."Suara hati Selvi,Jantungnya tiba-tiba bergetar saat Nindi menyebut nama Hariz.
"Hei....Kok kamu malah melamun sih sel?"
"Nga papa,emang untuk apa mereka mencari ku?"
"Menurutku sel,Hariz benar-benar cinta kepadamu,untuk apa dia menghabiskan waktu untuk mencari mu kalau bukan karna dia mencintaimu.
"Deg....Cinta...Pria itu mencintaiku,tidak mungkin mustahil pria bajingan seperti itu mengerti arti cinta,yang dia tau hannya meniduri wanita, lalu melempar uang ke hadapan wanita.Dia itu pria bajingan yang hannya membanggakan uangnya."Ucap Selvi,entah kenapa mulutnya bisa memaki tetapi jauh di lubuk hatinya dia sangat bahagia mendengar ucapan Nindi.
Nindi dengan sabar mendengar semua sumpah serapah yang diucapkan selvi kepadanya,dia cuma heran saja dia mengucapkan dua nama pria tapi Selvi hannya memaki Hariz,Nindi mengambil kesimpulan jika Selvi menyimpan perasaan kepada pria yang bernama Hariz.
"Arya juga mencari mu,dia tampan dan juga sopan,jika dia mau samaku,aku sangat bahagia."Ucap Nindi dengan senyum yang merekah.Dan anehnya Selvi tidak memberi respon apa pun saat dia menyebut nama Arya,bahkan dia memuji pria itu untuk melihat reaksi Selvi.
******
Hariz terlihat sangat gelisah saat dia tidak menemukan Selvi di ruangannya,bahkan informasi tentang selvi sangat sedikit dia tidak punya nomor ponsel,bahkan dia meminta data-datanya dari Surabaya tapi yang dia dapat hannya yang tidak penting saja.
"Arrgg jangan sampai aku kehilangan dia lagi!!"
__ADS_1
***bersambung****