
"Tidak dek,ini sudah sesuai alamat yang Adek kasih."Ucap supir,Nindi lalu keluar dari taksi.Dia sedikit takut memasuki area apertemen itu,Karna dia belum pernah sebelum nya memasuki tempat mewah seperti ini.Karna dia takut orang-orang curiga kepadanya akhirnya Nindi kembali menghubungi Selvi.
📞 Sel,aku sudah diluar kamu jemput akulah,aku takut masuk."
📞 baik.
Dengan langkah terseok-seok Selvi lalu keluar dari apartemennya dan menjemput Nindi yang sudah berada di lantai bawah.Saat Selvi sudah terlihat Nindi langsung berlari menemui Selvi dan meraih tangannya,dia sudah melihat jika sahabatnya itu terlihat sangat tidak sehat.
"Kamu sakit apa sih beb,lihat tubuhmu sangat panas."Ucap Nindi lalu memegangi kening Selvi,tampa sengaja Nindi melihat bekas kecupan di leher Selvi membuat Nindi kaget.Dia sangat tau jika Selvi wanita baik-baik.Dia mengabaikan apa yang dia lihat lalu dia memapah Selvi dan membawanya kembali keruangan nya.
"Aku nga tau rasanya tubuhku semua sakit dan aku sangat kedinginan."Nindi lalu mengambil air hangat lalu mengompres kening Selvi dan menyuapinya makan.Tadi sebelumnya dia sudah membeli obat dan membeli makanan untuk sahabatnya itu.
"Sel,jangan marah ya aku bisa nanya sesuatu nga sama kamu?" Ucap Nindi dia bertanya dengan lembut karna dia tidak ingin Selvi tersinggung.
"Aku tau apa yang ingin kamu tanyakan,kamu ingin bertanya kenapa aku bisa tinggal di apertemen semewah ini kan? itu karna aku menjadi pemuas nafsu seorang pria,aku menggadaikan tubuhku kepada seorang pria,untuk biaya perobatan ayahku tiga bulan yang lalu."Ucap selvi,dia tidak merasa malu lagi menceritakan aib dirinya,karna terkadang dia sangat butuh tempat menceritakan semua masalah dalam hidupnya.
"Aku tidak menyangka kamu juga memiliki kisah hidup yang tragis,apa pria itu suami orang,atau dia sudah tua."Tanya Nindi kembali dia takut jika sahabatnya itu suatu saat di cap orang wanita pelakor.
"Bukan nanti juga akan kamu tau sendiri."Ucap Selvi lalu dia meminum obat dan mulai istrahat.
__ADS_1
"Jangan tinggalkan aku,biarkan aku tidur sebentar."Ucap selvi lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya.Melihat Selvi sudah mulai tertidur nindi berjalan mengelilingi ruangan yang cukup mewah,dia belum pernah memasuki ruang semewah ini,bahkan dia belum pintar menggunakan semua peralatan yang ada di apertemen itu.Saat sedang asik mengelilingi ruangan melihat-lihat semua isi ruang itu tiba-tiba pintu berbunyi menandakan seseorang memasuki ruangan itu.
"Siapa kau....Dan ngapain kamu di apertemenku ini?"Tanya Hariz,Tiba-tiba saja seorang wanita yang tidak di kenal sedang berjalan-jalan di ruangannya.
"Ma....ma...maaf tuan saya Nindi,temannya Selvi,dia menyuruhku kesini karna dia sedang sakit."Ucap Nindi kaget.Dia tidak menyangka pria yang membeli Tubun selvi setampan itu,bahkan dia nyaris terlihat sangat sempurna.Siapa saja pasti akan jatuh hati kepada pria itu pada pandangan pertama.
"Sakit....memangnya sakit apa wanita itu,tadi pagi saja dia terlihat baik-baik bahkan tadi malam dia masih menikmati permainanku yang cukup membuatnya bergairah,sekarang sakit dia sakit apa?" Tanya Hariz membuat Nindi ilfil mendengar jawaban Hariz.
"A...aku tidak tau tuan."Ucap Nindi,dia masih gugup dengan pertanyaan pria itu.
"Jika tidak ada urusan silahkan kamu keluar,kamu tidak ingin kan melihat kami bermesraan nanti malam,kecuali jika kamu ingin ikut bergabung."Ucap Hariz membuat Nindi semakin jijik.
"Karna merasa takut,Nindi memasuki kamar lalu membuka selimut yang menutupi tubuh Selvi.Dia masih melihat sahabatnya itu yang masih kesakitan dan tubuhnya sangat panas.
"Tuan,tubuh Selvi masih sangat panas,ijinkan aku membawanya ke kontrakan ku,agar aku bisa mengurusnya di sana."Ucap Nindi dia tidak tega meninggalkan sahabatnya yang masih sakit.
"Aku juga bisa mengurusnya,kamu keluar atau aku panggilkan security mengusir mu dari apertemenku ini."Ucap Hariz membuat Nindi sedikit panik,dia takut jika pria itu mengusirnya dengan kasar.
"Biarkan dia menemaniku disini,aku membutuhkan dia atau biarkan kami berdua pergi dari apertemen mewah mu ini."Ucap Selvi dengan suara khas orang sakit.Hariz langsung menoleh ke arah Selvi dan melihat wajah Selvi yang memerah karna panasnya yang sangat tinggi.
__ADS_1
"Baik."Ucap Hariz dia enggan untuk menanyakan apa pun kepada wanita itu,dia terlanjur kecewa dengan Selvi karna dia selalu berpikir jika Selvi bermain di belakangnya.Sementara Selvi mengabaikan sikap acuh Hariz baginya cukup sudah dia mengetahui tabiat buruk dari pria itu.
"Apa aku terlalu kejam kepadanya,ini terjadi karna dia sudah berani mempermainkan aku,andai kata dia tidak seberani itu bermain di belakang ku mungkin aku akan lebih peduli dengannya.Sebenarnya Hariz ingin meninggalkan apertemenya tapi dia sedikit khawatir dengan Selvi dia takut jika terjadi sesuatu kepada Selvi tengah malam nanti.
Walaupun Hariz tidur di sopa sesekali dia mengintip situasi di kamar, dia sangat khawatir dengan keadaan Selvi,tapi dia selalu mengedepankan gengsi hingga dia tidak punya perasaan sama sekali.Bahkan sikapnya sudah menggoreskan luka yang dalam kepada Selvi.
Keesokan paginya Selvi sudah terlihat lebih baik,walaupun kepalanya masih terasa pening walau tidak separah kemarin.
"Kamu sudah bangun sel,aku ingin membuatkan bubur untukmu tapi aku tidak mengerti cara memakai peralatan dapurmu,maafkan aku."Ucap Nindi.Selvi terlihat senyum mendengar ucapan Nindi.
"Nga papa aku juga dulu sama sepertimu,aku hannya banyak belajar dari yutube.Apa hari ini kamu akan masuk kerja,kalau aku masih cuti karna kepalaku masih pusing."Ucap Selvi terlihat murung.
"Tidak sayang,aku akan menjagamu Samapi sembuh,tapi kepala mu pusing kan apa kamu merasa perutmu mual,atau ada perasaan yang lain?" Selidik Nindi membuat Silvi bingung sendiri.
"Maksudnya?" Tanya Selvi,dia tidak mengerti pertanyaan yang di lontarkan sahabatnya itu.Nindi mendekatkan mulutnya ke telinga Selvi lalu membisikkan pertanyaan yang membuat Selvi sangat kaget.
"Apa kamu ingat kapan kamu terakhir datang bukan?Aku sedikit khawatir jangan-jangan kamu hamil." Ucap Nindi.Selvi benar-benar kaget dia tidak pernah memikirkan sampai kesana,bahkan dia tidak pernah kepikiran,padahal dia hannya sekali mengkonsumsi obat yang di berikan bara asisten Hariz kepadanya.
****bersambung****
__ADS_1