Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 19 ~ Suasana baru ~


__ADS_3

Hariz keluar dari hotel dengan langkah gontai,dia sangat tidak bersemangat Karna tidak bisa bertemu dengan wanita yang dia lihat tadi.Malam ini Hariz memutuskan pulang ke apartemennya sudah lama dia tidak mengunjungi apertemen nya karna dia akan terus mengingat kisahnya bersama Selvi jika dia sedang disana.Walaupun jam sudah menunjukan jam dua dini hari dia masih tidak bisa memejamkan matanya.Bayangan Selvi terus menghantuinya.


"Sialan, ini akan membuatku frustasi."Ucap Hariz lalu dia menuruni ranjang dan berjalan menuju balkon menikmati udara malam dengan segelas anggur merah.Dia terus menghisap rokoknya,bayang Selvi terus menghantuinya dia melihat jelas senyuman yang selalu membuat hatinya tenang.Terkadang keindahan itu akan terasa saat kita sudah kehilangannya.


*****


Selvi bersiap-siap berangkat kerja dengan semangat yang bergelora dia menaiki taksi,dia berniat mencari kontrakan saat dia sudah pulang kerja nanti.Dia memberikan koper besarnya ke sopir taksi lalu langsung naik.Sesampainya di kantor dia di sambut meriah oleh seluruh kariawan di timnya,dia sedikit merasa terharu.


"Terima kasih kak,terima kasih semuanya perkenalkan namaku Selvi panggil Vivi saja biar lebih gampang "Ucap Selvi lalu mulai mengambil tempat duduk yang sudah di sediakan.Hari ini Selvi mengikuti semua pengarahan yang diberikan oleh kepala bagian.


Selvi b gitu cepat akrab kepada seluruh timnya karna dia selalu berusaha sopan dan ramah kepada setiap orang,dia melakukan itu karna dia sadar dia hannya sementara di kota ini.


"Sel,kamu lagi nga sibuk Kan tolong antar proposal ini keruangan direktur dong aku lagi sakit perut karna aku lagi datang bulan."Ucap seorang wanita dia senior di kantor ini makanya orang-orang sangat menghormatinya apalagi dengan sikapnya yang tidak sombong.


"Baik kak."Ucap Selvi lalu mengambil proposal yang diberikan wanita itu.


"Kamu tau kan ruangan direktur di lantai berapa?" Tanya wanita itu kembali.


"Tau kak."Ucap Selvi lalu dia segera menaiki lift untuk ke ruangan dirwktur.Selvi langsung berjalan ke ruangan direktur setelah liftnya berhenti di lantai tujuannya.Dia sedikit merasa gugup karna dia belum pernah sama sekali bertemu dengan direktur perusahan itu.Bahkan di Surabaya dia sudah lama bekerja tetapi belum pernah dia tau direktur itu berkunjung.

__ADS_1


"Aku sangat gugup." Ucap Selvi lalu mengusap-usap dadanya dan mengatur pernapasannya.


Tok.....Tok....tok


"Masuk.."Selvi semakin gugup saat mendengar suara itu,dia merasa suara itu sepertinya sangat familiar,tapi dia lupa dimana dia pernah mendengar suara itu.


"Selamat siang tuan ini dokumen yang tuan minta ."Ucap Selvi dia berusaha untuk tidak terlihat gugup.


"Hmm,letakkan saja dimeja ini."


"Permisi tuan." Selvi lalu melangkahkan kakinya dia terlihat menghela napas lega,setidaknya dia tidak mendapat teguran apa pun dari pria itu.Hariz tiba-tiba tersadar sepertinya dia kenal dengan suara itu.


"Pak Hariz ada apa?" Tanya Alice yang sudah berdiri persis di hadapannya.


"Tidak papa ayo kita makan."Ucap Hariz,dia berusaha untuk semakin membuka hatinya kepada Alice Karna dia tidak ingin bayangan selvi terus menghantuinya.Alice terlihat bahagia saat pria itu mengajaknya untuk makan siang sesuatu yang sangat jarang dia lakukan.


Mata kariawan langsung menatap ke arah mereka ada yang kagum dan ada juga yang tidak menyukai pandangan itu,tapi baik Alice atau Hariz terlihat mengabaikan mereka,Hariz membawa Alice ke sebuah kamar hotel dia ingin mencoba mendekati alice dengan cara lama.


"Pak Hariz kita mau kemana bukan kah kita mau makan siang?" Tanya Alice pura-pura lugu sementara hatinya sudah sangat gembira karna di bawa ke tempat sepeti itu,tapi Hariz mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan Alice karna dia tau Alice juga bukan wanita sederhana dan lugu.

__ADS_1


Saat Hariz membuka pintu kamar hotel Hariz langsung menarik tangan Alice lalu ******* bibirnya dan mencoba membuka kancing blazer yang membungkus tubuh mungilnya.Alice sangat kaget saat Hariz melakukannya dengan tiba-tiba tapi dia tidak berusaha menolak hingga membuat Hariz semakin berani dia menyandarkan tubuh Alice ke dinding dan membuka blazer lalu melemparnya ke lantai.


"Kamu sangat menginginkan ini dariku kan?" Tanya Hariz di sela-sela kegiatannya dia terus ******* bibir seksi milik Alice.Tidak sampai disitu Hariz melepaskan bibirnya dan membuka kemeja yang menutup tubuh Alice dan terlihat jelas dua gunung yang sangat menantang hingga Hariz tidak bisa diam dia langsung menyambar dan menimatikmatinya.Alice merasa dunianya sangat indah dia tidak menyangka Hariz melakukan hal nakal itu padanya,padahal sudah lama dia mengikuti kehidupan Hariz dia selalu melihat kehidupan pria itu sangat baik dan tidak suka berbau kebebasan.


Hariz semakin tidak tahan dia lalu mengangkat tubuh Alice ke atas ranjang lalu dia menindihnya dan mencoba bermain lebih liar lagi.Setelah merasa lelah Hariz mengakhiri permainan nya tampa mencapai puncak kenikmatan yang di inginkan setiap lelaki.


"Pak,kok sudah selesai?" Tanya Alice melihat pria itu sudah mulai mengenakan pakaiannya dia tidak nyangka jika pria itu mengakhiri permainannya di tengah kenikmatan yang dia inginkan.


"Apa kamu masih menginginkannya baiklah aku akan memberikan kepuasan yang kamu inginkan."Ucap Hariz lalu kembali membuka pakaiannya dan mencoba permainannya lagi sampai Alice benar-benar tidak berdaya.


"Huh....Dia sama saja dengan wanita diluar sana murahan."Suara hati Hariz tapi dia tidak mempermasalahkan itu karna jaman sekarang mencari wanita yang masih suci itu sama saja seperti mencari jarum di tumpukan jerami.Setelah selesai mereka keluar dari kamar hotel lalu makan dan kembali seperti biasa melanjutkan aktifitas masing-masing.


Alice memasuki ruangannya dengan wajah yang sangat bahagia,dia tidak menyangka pria yang sangat dia kagumi sudah memberikan kebahagian kepadanya hari ini,dia sangat berharap pria itu melamarnya dengan cepat Karna dia merasa sudah sangat lelah menjalani hari-harinya yang begitu membosankan.


"Nona Alice Anda terlihat bahagia hari ini?" Ucap salah seorang timnya yang selalu mencari muka kepadanya.


"Iya aku bahagia karna akhirnya aku jadian dengan seorang yang sangat aku harapkan.Untuk merayakan hari bahagiaku ini aku akan mentraktir kalian minum kopi hari ini."Ucap Alice lalu memberikan beberapa lembar uang ratusan kepada wanita itu.Wanita itu keluar dari ruangan dengan wajah masam,dia selalu cari muka dengan alice tetapi Alice hannya menganggapnya sebagai orang rendah.


*****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2