
Selvi masih pokus mengerjakan semua laporan yang sudah menumpuk karna kemarin dia meninggalkan semua pekerjaannya karna urusan pribadinya.Beruntung orang-orang kantor masih pengertian kepadanya bahkan cenderung segan karna mereka tau direktur yang sudah membuatnya bekerja di perusahan itu walaupun ada juga beberapa kariawan yang tidak menyukainya.
"Enak ya,setelah cuti tiga hari sekarang malah meninggalkan pekerjaan begitu saja di kantor begitulah kalau punya beking kuat di perusahan ini."Ucap salah seorang wanita yang selalu iri dengan Selvi.
"Iya dong,jika kamu mau cari dong beking mu yang kuat kayak aku biar kamu bisa melakukan sesukamu di perusahan ini."Ucap Selvi cuek.
"Dasar sampah,belagu banget hidupmu,kamu tidak tau saja direktur bagaimana kena batunya baru tau rasa."Ucap wanita itu lalu pergi meninggalkan meja Selvi.
Diwan yang mendengar jawaban Selvi merasa puas.Dia merasa senang Karna sahabatnya itu tidak mudah di jatuhkan oleh orang-orang yang iri kepadanya.Sampai hari ini diwan tidak tau jika direktur mereka dan Selvi memiliki hubungan khusus.
"Kamu hebat banget sih sel,kamu bisa membuatnya langsung mati kutu."Ucap Diwan yang tiba-tiba sudah duduk disampingnya.Selvi sampai kaget karna kehadiran Diwan persis di sampingnya.
"Pergi....Dari sampingku,aku mau pokus kerja direktur sudah meminta laporan ini,aku bisa di semprot jika aku telat memberikan permintaanya."Ucap Selvi lalu mendorong kursi Diwan dan mulai pokus dengan pekerjaannya lagi.
Sementara itu Ira dan Alice sudah sampai di gedung perusahan milik Hariz,hari ini dia membatalkan pertemuannya dengan wanita-wanita sosialitanya karna dia ingin menanyakan pertanggung jawaban Hariz kepada Alice.
"Tante,aku takut."
"Sudah tidak ada yang perlu ditakuti anakku orang yang berpendidikan dia akan bertanggung jawab jika memang dia yang melakukannya padamu."Ucap Ira lalu menarik tangan Alice dengan lembut.Saat akan memasuki ruangan itu,tiba-tiba saja ada niat Ira untuk membuat iseng kepada anaknya yaitu mengetuk pintu ruangannya.
__ADS_1
"Tok.....Tok....Tok
"Masuk...."Hariz langsung berlari ke arah pintu, dia ingin mengagetkan Selvi,karna yang dia tau Selvi akan datang memberikan laporan yang dia minta.
"Haappp, kamu dapat dari mana kamu semalam,kenapa kamu mengabaikan semua panggilanku."Ucap Hariz lalu mengangkat tubuh ibunya ke pangkuannya yang dia kira Selvi kekasihnya.
"Hariz.....Apa yang kamu lakukan dasar anak bodoh."Ucap sang mamanya lalu meloncat dari pangkuan Hariz.Seketika wajah Hariz merah padam saat dia tau ternyata yang datang bukan Selvi melainkan ibunya dan juga wanita yang sedang ingin di jauhi nya.
"Ma....M...Mama..Apa yang mama lakukan di ruangan ku,mama ngapain kesini? "Tanya Hariz dia begitu malu karna sudah salah memberikan kejutan.
"Apa kamu punya kekasih di kantor ini,atau wanita yang mengabaikan kamu maksudmu adalah Alice Hariz ...Hariz,kamu sudah tua nak,ingat umur sampai kapan kamu bermain-main terus,Alice hari ini menemui mama katanya dia hamil anak kamu segeralah kamu nikahi dia,walaupun cuma nikah sirih nanti kalau Uda lahir baru bisa nikah resmi."Ucap Ira.Hariz menghela napas panjang dia sudah menduga saat melihat ibu dan Alice masuk keruangan nya itu artinya Alice sudah menceritakan semuanya.
"Mah,aku menikahinya kalau nanti anak itu sudah lahir,setelah melakukan tes DNA dan terbukti itu anakku maka aku menikahinya secara resmi."Ucap Hariz.Ira menatap Hariz dia sangat tau watak anaknya,tapi dia juga kasian jika Alice hamil tampa suami bagaimana jika anak itu benar anak Hariz.
Tok....Tok...Tok
"Masuk...."Selvi memasuki ruangan direktur,dia melihat Alice sudah berada di ruangan itu bersama seorang wanita dia mengacuhkannya lalu memberikan laporan yang diminta Hariz.Saat mereka saling menatap Hariz memainkan matanya kepada Selvi,tetapi Selvi mengabaikannya dan tetap bersifat profesional.Setelah memberikan berkas laporan Selvi langsung pamit dan keluar dari ruangan itu,pada saat dia melewati Ira dia menunduk dengan sopan dan langsung menuju pintu dan keluar.Alice yang melihat sikap Selvi semakin panas dia mengira Selvi adalah wanita yang pandai mencari muka.
"Dasar ular betina,dia pura-pura sopan,padahal mungkin dia sudah memberikan tubuhnya kepada Hariz aku akan membuatmu nanti menagis darah, saat Hariz menikahi ku."Suara hati Alice.
__ADS_1
"Entahlah ma,aku yakin saja kalau dia bukan anakku,lebih baik mama pulang saja dulu nanti aku pikir-pikir dulu."
"Tante,aku sudah mengajaknya ke rumah sakit tapi mas hariz yang tidak mau."Ucap Alice,dia berusaha untuk menyakinkan Ira dan juga Hariz jika bayi yang ada diperutnya adalah milik Hariz.
"Tuh dengar dia mau kok ke rumah sakit."
"Iya...Iya,aku pusing mama sudah bisa keluar aku pusing melihat kalian disini,aku masih banyak pekerjaan."Ucap Hariz,dia kesal Karna Selvi selalu datang di waktu yang tidak tepat bahkan dia sampai salah mengira ibunya itu Selvi.
Ira tidak bisa berkata apa-apa lagi kepada Hariz,akhirnya dia memilih keluar bersama Alice dari pada harus melihat Hariz emosi,dia tau Hariz jika marah maka dia sendiri tidak akan mampu mengurusinya.
"Alice,lebih baik kamu pulang kerumah mu dulu nanti biar tante yang mengurusnya nya lagi kalau sekarang tante takut karna dia sudah lumayan emosi,mungkin karna dia masih banyak pekerjaan."Ucap Ira lalu memasuki mobilnya dan meninggalkan Alice Karna dia membawa mobil sendiri.
Setelah merasa cukup hari ini,akhirnya dia kembali ke rumahnya,dia akan berjuang keras untuk mendapatkan Hariz.
"Aku akan membuat si ular betina itu menagis darah kesal banget setiap kali aku melihat wajah jeleknya itu."Ucap Alice dia menyetir dengan sangat hati-hati takut terjadi sesuatu kepadanya dan juga calon anaknya.
Tidak terasa hari sudah lumayan malam selvi masih terlihat pokus menyelesaikan semua laporan yang masih menumpuk di mejanya,dia sedikit heran kenapa begitu banyak laporan yang harus diselesaikan hari ini,bahkan dia tidak makan siang tidak istrahat laporan masih saja banyak.Para kariawan sudah pulang dari tadi sore,bahkan sahabat dekatnya Diwan sudah pulang juga karna dia ingin menemani pacarnya belanja katanya.
"Ahhhh akhirnya selesai juga laporan ini lelah.....sekali."Ucap Selvi dia mengangkat kedua tangannya dan memutar-mutar lehernya yang sudah sangat kaku.
__ADS_1
"Akhirnya kamu selesai juga sayang,aku antar kamu pulang."Ucap Hariz sambil mencium kepala Selvi.
*****bersambung****