
Alice begitu marah karna tiba-tiba saja mantannya muncul di kamarnya dan memeluknya dari belakang,dia sudah meninggalkan pria itu satu bulan yang lalu karna pria itu tidak bisa di andalkan sedikit pun dan taunya hannya menumpang hidup kepadanya.
"Dasar bajingan,dapat dari mana dia kunci rumahku,bisa-bisa dia menggagalkan rencana ku jika dia muncul seperti ini."Ucap Alice.Dia berjalan ke dapur lalu mengambil air dari kulkas.Hari ini dia begitu frustasi memikirkan cara agar Hariz jatuh kepelukan nya,belum juga dia mendapatkan ide bagus malah pria masa lalunya datang tiba-tiba.
"Sayang,kamu memikirkan apa?" Ucap Dimas lalu memeluk tubuhnya dari belakang dan meremas kedua gunungnya dengan tiba-tiba membuat Alice kaget.
"Lepaskan aku,kamu jangan sembarangan atau aku berteriak maling."Ucap Alice mengancam Dimas.Bukannya takut Dimas semakin kesetanan mendorong tubuh Alice ke dinding dan merobek bajunya hingga kedua gunungnya terlihat dengan jelas.Tampa berpikir panjang dia menyentuh kedua gunung itu Alice.
"Silahkan teriak sayang aku tau kamu sangat menginginkan ini,aku tau kamu wanita yang sangat kehausan."Ucap Dimas lalu menaikkan baju daster yang dipakai Alice dan dia mulai mempermainkan area itu.Alice tidak bisa berkutik dia memang wanita yang sangat lemah yang tidak bisa menolak setiap sentuhan yang di berikan oleh Dimas.
"Dasar tubuh sialan bisa-bisanya kamu menikmati permainannya."Suara hati Alice dia berusaha menolak setiap sentuhan Dimas tapi dia tidak mampu akhirnya dia menikmatinya juga.
"Bagaimana kucing kecil apa kamu sangat menyukainya?"Ucap Dimas dengan nada sedikit merendahkan, membuat Alice merasa malu.Dimas melakukannya dengan berbagai gaya favorit alice membuatnya benar-benar menikmatinya.Setelah berpacu hampir dua jam akhirnya Dimas mengakhiri permainannya lalu mengeluarkan benih miliknya di rahim Alice membuat wanita itu sangat panik,apalagi sekarang adalah masa suburnya.
"Dasar bajingan kamu bisa-bisanya kamu melepaskannya didalam apa kamu ingin mati hah...Brengsek aku akan membunuhmu jika aku hamil."Ucap Alice lalu mendorong tubuh Dimas dengan kasar.
"Pergi kau bajingan!!!"
"Berikan bayarannya dulu sayang,bukankah kamu sangat menikmati permainanku berikan dulu bayarannya."Ucap Dimas dengan senyuman yang sangat menjijikan.Alice langsung berjalan menuju kamar dan mengambil dompet dari tasnya lalu melempar beberapa lembar uang ratusan ke wajah Dimas.
"Keluar kau dari rumah ini pria sampah,kamu memang tidak berguna wajar saja aku mencampakkan mu."Ucap Alice lalu mendorong tubuh Dimas dengan kasar dari rumahnya.
"Hahaha,lihatlah jika kamu hamil aku tidak akan melepaskan mu,berulang kali kamu menghinaku dan merendahkan ku."Ucap Dimas lalu pergi meninggalkan rumah Alice.
__ADS_1
Alice terus mondar-mandir di kamarnya dia takut jika dia hamil,semua rencananya akan hancur dia sudah sangat jatuh cinta kepada Hariz.
"Aahhh,aku ada ide bukan kah ini awal yang baik."Ucap Alice lalu berjalan ke arah kamarnya.
****
Pagi ini Hariz memasuki gedung perusahannya,walaupun dia memiliki bara sebagai asisten pribadinya entah kenapa dia terlalu biasa mandiri hingga dia jarang menganggu asistennya itu.Saat dia memasuki gedung kantor beberapa kariawan nya menyapanya seperti biasa,saat itu Selvi berjalan ingin menaiki lift Hariz langsung berlari mengejar Selvi dan menaiki lift bersamanya.
"Selamat pagi sayang,apa hari ini kamu sudah sarapan?"Tanya Hariz mulai menggoda Selvi,dia sangat terpesona melihat gaya sederhana milik Selvi hari ini.Selvi bungkam dia mengabaikan pertanyaan yang di lontarkan oleh Hariz.
"Sayang apa kamu mau keruangan ku?" Tanya Hariz Selvi terus berjalan menuju ruangan di rektur Hariz hannya bisa tersenyum lalu
cup....
"Dasar brengsek sembarangan kamu,apa kamu sudah gila,dasar idiot bisa-bisanya kamu melakukan itu kepadaku dengan sembarangan
"Plak..." Selvi menampar Hariz dengan kasar hingga bekas tangannya terlihat sangat jelas di wajah putih milik Hariz.Tapi dia sama sekali tidak merasa sakit hati saat Selvi melakukan itu kepadanya dia memaklumi Selvi yang sangat membencinya.
"Apa yang kamu lakukan."Ucap Alice dia begitu kaget saat Selvi dengan berani menampar Hariz sebagai direktur yang sangat di hormati di perusahan itu.
"Plak...."Alice dengan kasar menampar wajah Selvi hingga membuat Selvi dan Hariz kaget.
"Apa-apaan kamu,bisa-bisanya kamu menamparnya tampa tau akar masalahnya dulu."Ucap Hariz dengan emosi dia ingin meraih wajah merah Selvi tapi wanita itu keburu pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
"Aku tau masalahnya dan aku sudah melihatnya wanita itu menamparku dengan kasar,siapa dia hingga begitu berani menampar mu?" Ucap Alice dengan nada tinggi.
"Mas,kapan kamu akan melamar ku,sampai kapan kamu membiarkan aku menunggumu mas."Tanya Alice dengan nada tinggi.Hatiz menghela napas panjang dia bingung sekarang sejujurnya dia tidak mencintai Alice sedikit pun.
"Jawab mas,jangan katakan mas kamu menyukai wanita itu,aku tidak rela ya mas kamu harus menikahi ku apa pun yang terjadi."Ucap Alice kembali dan pergi meninggalkan ruangan Hariz dengan sangat kesal.
Sementara itu Selvi begitu sedih saat tangan seorang wanita menampar wajahnya hannya karna seorang pria dan sakitnya pria itu seakan-akan tidak peduli bahkan tidak melarang wanita itu.Dia terlihat begitu sedih di mejanya dia mengelus-elus wajahnya yang sangat panas akibat tamparan dari tangan alice.
"Wajahmu kenapa sih sel,sampai merah seperti itu?"Tanya Diwan dia memang cenderung perhatian bukan karna dia menyukainya tapi karna dia sudah menganggap Selvi sebagai sahabatnya.Diwan berjalan kearah dapur kantor lalu mengambil saputangan lalu membahasnya dengan air dingin.
Diwan meraih wajah Selvi lalu mengompresnya dia tidak tau apa masalah Selvi tapi dia merasa kasihan saja dengan wanita itu.
"Sel,kamu ada masalah apa aku tau wajahmu di tampar apa pelakunya wanita siluman kekasih tuan Hariz,aku peringatkan sel,lebih baik kamu hati-hati kepadanya saja lihatlah wajah putihnya menjadi jelek kekgini."Ucap Diwan dan terus mengompres wajah Selvi.
"Kalian ngapain sih,setiap hari ada aja kelakuan kalian berdua lebih baik kalian nikah saja,sepertinya kalian sangat cocok."Ucap salah seorang kariawan wanita.
"Jangan sembarangan ngomong Selvi lagi ada masalah."Ucap Diwan dia terlihat sangat simpati kepada nasib Selvi.
Sementara Alice memasuki ruangannya,dia sangat marah saat melihat Selvi begitu berani melayangkan tamparan ke wajah hariz,dia tidak menyangka gadis polos itu begitu berani melakukan itu kepada Hariz.
"Aku harus mencari tau apa hubungan mereka berdua siapa sebenarnya Selvi ini,dan kenapa hariz begitu membelanya."
*****bersambung****
__ADS_1