Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 32 ~ Tidak peduli ~


__ADS_3

Wajah Selvi terlihat berseri-seri saat dia memasuki perusahaan itu,Setelah tiga hari cuti akhirnya dia kembali kekantor dan hari ini dia sudah menduduki posisi sebagai kepala marketing di perusahaan itu.Dia mendapat jabatannya bukan semata-mata Karna Hariz tapi karna memang dia pantas mendapatkan itu karna prestasinya yang sangat bagus.


"Hai cantik,akhirnya kamu masuk juga!!! kenapa sih kamu Samapi bisa cuti tiga hari,aku pikir kamu nga kerja lagi."Ucap Diwan sahabat paling dekat di kantor itu.Dia memang dekat dengan Diwan karna pria itu sangat baik dan sopan.


"Biasa ada urusan keluarga."Jawab Selvi dia langsung duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya.


"Harusnya,kamu mentraktirku karna kamu sudah menempati posisimu."Ucap Diwan,Selvi hannya tersenyum dia mulai mencoba mencari terobosan baru dalam mengembangkan nilai pemasaran di lapangan.Sementara itu Selvi tidak melihat tiba-tiba alice sudah datang menemuinya dengan tiba-tiba.


"Hei....Wanita murahan....Apa saja yang kau lakukan bersama calon suamiku dasar wanita gatal kamu."Alice mendekati Selvi lalu mencoba menarik rambut Selvi tapi Diwan langsung menghalanginya.


"Jaga etika mu,calon suamimu yang mana dasar perempuan siluman kamu datang-datang cari ribut kamu."Ucap Diwan membuat Alice semakin emosi.


"Kamu jangan ikut campur,dia kekasih mu,ajari wanita mu agar bisa menjaga tubuh jangan terlalu gampang melempar tubuhnya kepada pria lain."Ucap Alice lalu meninggalkan tempat itu,seketika semua orang menatap Selvi dengan tatapan penuh tanya.Selvi tidak peduli dengan ucapan Alice dia tidak ingin terpengaruh dengan ucapan Alice karna dia tau banyak wanita yang tergila-gila dengan kekasihnya itu.


Walaupun Selvi dan Hariz kembali berpacaran mereka melakukannya dengan baik,dan mereka tidak ingin menunjukkannya di perusahaan karna Selvi tidak mau kariawan perusahaan menganggap nya wanita matre.Bahkan dia tidak mau kariawan segan kepadanya.


[Jangan terlalu dekat dengan pria lain aku tidak menyukainya.] Selvi membuka pesan yang masuk ke ponselnya dan dia hannya tersenyum saat membaca pesan yang dikirim Hariz kepadanya.Dia mengabaikannya karna menurutnya itu tidak terlalu penting.


Saat Hariz sedang mengirimi kekasihnya pesan dia berharap Selvi membalasnya dia tersenyum saat melihat Poto wallpaper ponselnya gambarnya dan Selvi waktu di apertemen nya.

__ADS_1


"Dia mampu mengalihkan duniaku,aku sangat mencintaimu sayang."Ucap Hariz dia persis seperti pria yang pertama jatuh cinta,dia sering tersenyum sendiri dan bahkan dia pikirannya hannya ada Selvi.


Saat sedang asik melamun tiba-tiba Alice datang,Alice mendorong pintu dengan kasar membuat Hariz kaget.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Hariz,dia menatap ke arah Alice dengan tajam.Alice langsung mengambil pisau yang sudah dia bawa dari rumahnya.


"Aku akan memotong tanganku,jika kamu mencoba untuk tidak bertanggung jawab."Ucap Alice dia selalu memberikan ancaman kepada Hariz karna dia tau kelemahan pria itu.


"Cukup.....Aku bilang cukup,aku muak dengan caramu,aku akan bertanggung jawab dan menikahinya jika anak itu sudah lahir karna aku harus membuktikan jika dia memang benar anakku."Ucap Hariz.Alice terdiam dan tiba-tiba dia menurunkan pisau yang ada di tangannya.


"Baiklah jika memang itu permintaanmu,aku sangat yakin jika anak ini milikmu,dan satu permintaanku kamu tidak boleh dekat dengan wanita mana pun."Ucap Alice,hingga Aris menatapnya dengan tajam.


"Pokoknya aku tidak mau tau,kamu tidak bisa berhubungan dengan wanita mana pun,siapa yang bisa memastikan kamu tidak melakukannya dengan wanita itu,dan jika dia hamil bagaimana,pokoknya itu tidak bisa terjadi apalagi dengan wanita yang bernama Selvi itu."Ucap Alice.Saat mendengar nama Selvi disebut Aris langsung menatap nya dengan sinis.


"Jangan coba-coba mengurusi yang bukan urusanmu.Sekarang keluar dari ruangan ku karna aku sangat muak dengan mu."Ucap Hariz.


Hariz kembali menyelesaikan pekerjaannya yang sudah mulai menggunung karna beberapa hari ini dia tidak pokus bekerja karna asik berkencan dengan kekasihnya.Dia mengabaikan Alice yang masih duduk di sopa,Dia merasa bersyukur sebelum dia menikahi Alice Selvi kembali ke hidupnya.Sebelumnya memang dia ada niat untuk menikahi Selvi karna dia pikir Selvi tidak akan pernah kembali lagi,dan ternyata Hariz baru menyadari jika Alice bukan lah wanita baik-baik.


Tok.....tok...tok

__ADS_1


"Masuk"


"Permisi tuan,aku mengantar laporan yang tuan minta."Ucap Selvi dia berdiri di depan pintu dia bersikap biasa saja,saat melihat Alice sedang berada di ruangan itu.Hariz sedikit khawatir jika Selvi mencurigainya.Setelah Selvi memberikan berkasnya dia langsung meninggalkan ruangan itu dan mereka seperti tidak terjadi sesuatu apa pun.Hariz kesal melihat Alice yang selalu duduk di sopa nya, padahal dia sudah tidak sabar ingin mencium kekasihnya itu.


[ ke ruangan ku sebentar bawa wanita ini keluar dari ruangan ku.] Hariz mengirim pesan kepada asistennya,dia sudah kehabisan akal melihat Alice yang terus duduk diruangannya.Tidak lama akhirnya bara memasuki ruangan direktur dia menatap dengan kesal kearah Alice wanita yang sangat dibencinya.


"Wanita siluman ini ada tugas untukmu,silahkan selesaikan jangan menganggu tuan Hariz di ruangan ini."Ucap bara lalu melempar setumpuk laporan kepada Alice.Alice langsung membelalakkan matanya,dia membual semua file itu


"Ngapain kamu berikan tugas ini kepadaku,ini bukan bagian ku."Ucap Alice kesal.Dia menutup kembali berkas itu dan memberikan kepada bara.


"Jika kamu tidak ada pekerjaan di ruangan mu,kerjakan ini bukankah kamu disini terus menerus karna pekerjaanmu sudah beres, sekarang bereskan laporan ini."Ucap bara tidak kalah kerasnya dia sangat suka jika mengerjai wanita itu karna dia memang sangat kesal kepada Alice.Alice membawa laporan itu dan keluar dari ruangan Hariz dengan wajah sangat marah.


"Dasar asisten sampah,kamu juga pria tidak berguna asisten tidak tau diri." Ucap Alice kasar,sebelum meninggalkan ruangan Hariz, seketika amarah bara memuncak saat dia mendengar makian Alice.


"Kamu bilang apa?" Seketika nada suara bara meninggi dia menahan Alice yang hendak keluar dari ruangan direktur,Hariz langsung menatap kearah mereka berdua


"Katakan sekali lagi kamu ngomong apa tadi." Ucap bara dia benar-benar kesal,tiba-tiba dia mendekati Alice lalu menarik tangannya dan membawanya keluar dari ruangan direktur dan menyeretnya ke ruangannya.Seaampainya di sana dia melecehkan Alice dengan menyentuh kedua dadanya dengan kasar.


"Dasar bajingan...Aku akan melaporkanmu."

__ADS_1


****bersambung****


__ADS_2