
Alice keluar dari ruang rapat dengan wajah yang penuh emosi sesampainya di ruangannya dia melempar semua buku-buku penting dari mejanya.
"Dasar wanita ular,aku yakin Hariz dan dia langsung keluar bersama setelah aku menghapus semua laporannya,aku benar-benar emosi. brangggghhhgg....."Semua buku dan juga leptop terlempar dari meja hingga leptop itu pecah dan rusak,dia tidak bisa menahan emosinya.
Alice menatap ponselnya dan tiba-tiba tangannya sudah mencari nama Hariz dan menekan tombol hijau lalu menghubungi Hariz.Dan jawabannya seperti biasa mengecewakan,Hariz lagi-lagi mengabaikan panggilannya,semenjak Selvi memasuki kehidupan Hariz Alice pun terabaikan begitu saja.
Sementara itu Selvi dan Hariz tertidur pulas di apertemen,Hariz nampak memeluk mesra tubuh Selvi mereka terlihat persis seperti suami istri.Jam sudah menunjukkan pukul empat sore hari,Selvi terbangun lalu mengangkat tangan Hariz yang berada diatas pinggangnya.
"Ternyata sudah sore,aku harus pulang,hari ini ayah ulang tahun aku akan memberikan suprise nya hari ini saja."Suara hati Selvi,lalu dia menuruni ranjang yang memasuki kamar mandi dan mencuci wajahnya.
"Gila,kami tidur selama itu dikamar ini."Ucap Selvi dia memandangi matanya yang terlihat bengkak akibat lamanya tidur.Saat dia kembali ke kamar dia melihat Hariz sudah bangun dan duduk di ranjang.
"Kenapa bangun secepat itu sayang,aku masih ngantuk."Ucap Hariz sambil menguap,karna memang dia tidur lebih sedikit dibanding Selvi,bara mengirim video Alice yang sedang marah-marah di ruangannya,ternyata saat Alice memasuki ruangannya dia langsung mengikutinya lalu melihat semua yang dilakukannya dan merekamnya lalu mengirim rekamannya kepada Hariz.
"Aku mau kembali kerumah,ayahku ulang tahun hari ini,aku ingin membawanya kerumah yang baru saja ku beli bulan kemarin,aku menghadiahkan rumah itu kepada ayah."Ucap Selvi dia mulai menyisir rambutnya dan memoles sedikit bedak ke wajahnya dan juga memoles bibirnya juga agar terlihat sedikit lebih fresh.
"Aku mengantar kalian sayang,aku tidak ingin mendengar penolakan apa pun darimu,aku mengikuti semua keinginanmu tapi jangan melarang ku untuk mengantar kalian."Ucap hariz,Selvi tidak punya alasan untuk menolak permintaan Hariz,walaupun dia belum siap untuk mengenalkannya kepada ayahnya.
__ADS_1
"Baiklah ayo kita berangkat nanti jalanan macet jika kita sampai telat."Ucap Selvi.Mereka meninggalkan gedung apertemen milik Hariz.Hatuz sedikit merasa takut bertemu dengan orang tua kekasihnya karna ini pertama kali dalam hidupnya bertemu calon mertuanya,walaupun saat ini Selvi masih menolak untuk jujur di hubungan mereka.
Setelah mereka sampai di rumah Selvi,ayahnya terlihat kaget karna Selvi kembali dengan cepat apalagi bersama seorang pria.
"Siapa dia nak?" tanya kemal ayahnya Selvi,Hariz dengan ramah menyalami calon mertuanya walaupun dia tidak berkata jujur.
"Namaku Hariz om,saya bosnya Selvi dikantor kebetulan hari ini kami ada tugas bersama makanya kami bisa pulang bersama."Ucap Hariz,kemal hannya menanggapinya dengan dengan senyuman,dia merasa salut dengan bos anaknya yang terlihat begitu sopan dan ramah.
"Ayah,hari ini ayah ikut kami ya, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan kepada ayah,sekarang ayah ganti pakaian dan kita langsung berangkat takutnya nanti terlambat."Ucap selvi,kemal Tampa banyak tingkah langsung Menganti pakaian lalu mengikuti putrinya memasuki mobil mewah milik hariz.Saat mobil mereka keluar dari halaman rumah ternyata Rara baru sampai dan dia tidak sempat memanggil mereka karna keburu pergi.
"Aku harus menunggu mereka."Ucap Rara,dia memasuki teras rumah kontrakan Selvi dan istrahat disana.
Hariz menyetir dengan kecepatan lumayan tinggi,dia takut jika dia lambat makan mereka akan terjebak macet karna hari sudah mulai sore,dan para buruh mulai keluar dari tempat kerja mereka.Kemal hannya bisa diam,dia hannya bisa pasrah saat mereka membawanya entah kemana.
Setelah memasuki sebuah komplek perumahan sederhana,mereka berhenti disebuah rumah yang cukup minimalis tapi terlihat sangat elegan.Kemal sedikit bingung dia tidak mengenali rumah ini dan dia sangat yakin jika mereka tidak punya keluarga di kota ini.Selvi mengambil kunci dari tasnya dan membuka pintu rumah terlihatlah isinya yang sudah sangat lengkap dan sangat rapi.
"Selamat ulang tahun ayah,aku hadiahkan rumah ini untuk ayah semoga ayah semakin sehat dan panjang umur."Ucap selvi lalu memeluk tubuh ayahnya.Kemal sangat kaget dan benar-benar kaget dia tidak menyangka di hari ulang tahunnya ini dia akan mendapat kejutan sehebat ini.Kemal sampai terharu dan tidak bisa bicara apa pun lagi saking bahagianya.
__ADS_1
"Ayah.... ayah tidak senang mendapat hadiah dariku ?"Tanya Selvi,Karna dia melihat respon ayahnya yang sedikit diluar dugaannya.
"Maafkan aku putriku, aku sangat bahagia dan sangat bahagia,aku sampai terharu dan tidak bisa bicara apa pun lagi saking bahagianya terima kasih untuk semua yang sudah kamu korbankan untuk ayah."Ucap kemal dan membalas pelukan Selvi,tampa sadar air mata bahagianya menetes di wajahnya.
Mereka memasuki rumah,semua perabotannya lengkap dan terbaru bahkan dapur mininya sudah terpasang rapi,kemal mengelilingi semuanya dan dia tidak menyangka Selvi bisa memberikan hadiah sebesar ini kepadanya.Sementara itu Hariz hannya mengikuti mereka,dia cukup bangga kepada Selvi yang sanggup membahagiakan ayahnya.
Selvi berjalan ke dapur lalu dia memasak air panas dan membuat teh untuk tiga orang,sang ayah duduk di sopa dan menatap televisi yang berukuran sangat besar.Dia cukup bahagia karna mulai sekarang dia bisa menonton dengan bebas.
"Ayah,mulai malam ini kamu bisa tidur dikamar ayah yang baru,aku sudah membuatkan ranjang yang bagus untuk ayah.Mengenai barang-barang kita yang di kontrakan nanti aku bisa mengurusnya lagi."Ucap Selvi.Kemal terlihat sangat bangga,akhirnya di umurnya yang ke lima puluh dua dia sudah memiliki rumah sendiri,dia tidak perlu takut di hati tua nanti karna yang terpenting itu adalah memiliki rumah sendiri.
"Iya nak,aku juga lebih senang disini,dan semoga ibumu tidak tau jika kita pindah ke daerah ini,ibumu semakin hari semakin menjadi-jadi,dia maunya makan dirumah kita ayah takut tetangga-tetangga salah paham kepada kami.
"Kapan ayah?"
"Semalam,tadi lagi dia terus menemui ayah dan minta rujuk kembali tapi papa dengan keras menolaknya karna sedikit pun tidak tersisa di hatiku tentang ibumu."Ucap kemal.
***bersambung***
__ADS_1