
Semua kariawan menatap iba kepada Alice,mereka tidak menyangka jika Hariz akan sekejam itu kepada Alice mengingat beberapa bulan yang lalu sebelum Selvi datang mereka sangat dekat.
"Ada yang tau kenapa dia dipecat secara tidak hormat,kalian tau barusan Selvi di panggil tuan Hariz apa mungkin ini ada sangkutannya."Ucap salah seorang wanita.Sontak saja Diwan merasa kesal kepada mereka,
"Kalian nga akan bahagia kalau tidak ghibah
ya,sebelum bicara kalian cari tau dulu kebenarannya jangan asal nyorocos aja tu bibir."Ucap Diwan kesal.Dia tidak terima saat Selvi di sangkut pautkan dengan Alice yang dipecat tiba-tiba.
"Bela.....Bela terus tu cewek,emangnya dia pacarmu makannya kamu selalu membelanya jangan-jangan kamu suka ma dia,dasar banci."Ucap gerombolan wanita itu lalu meninggalkan Diwan yang masih terlihat marah.
"Dasar wanita gila.." Diwan Kemabli ke ruangannya lalu kembali menyelesaikan tugasnya,yang belum selesai dari beberapa hari kemarin.
"Ada apa memanggilku tuan?" Tanya Selvi,sebenarnya dia sangat kesal Karna dia tidak tau masalah apa-apa tiba-tiba saja Alice menyerangnya secara bringas.
Hariz menatap sinis ke arah Selvi,entah kenapa dia sangat kesal jika Selvi memangilnya dengan sebutan tuan.
"Bisa tidak kamu jangan memanggilku tuan,aku ini pacarmu,dan jika kamu sudah bersedia kamu akan aku Lamar menjadi istriku."Ucap Hariz lalu berjalan ke arah Selvi.
"Sayang,aku merindukanmu." Ucap Hariz kembali dan melilitkan lengannya di pinggang Selvi.
"Ini kantor tuan,aku tidak mau orang-orang curiga kepadaku,mereka selalu mengira aku penyebab kandasnya hubunganmu dengan Alice.
"Aku tidak peduli yang penting aku mencintaimu,please kita menikah yuk,Uda nga tahan sayang tiap malam kedinginan."Ucap Hariz manja,dia menyadarkan kepalanya di pundak Selvi sambil memeluknya dengan hangat.
__ADS_1
"Pake selimut jika dingin,lagian ya emang aku ini cewek apaan setelah kamu mengabaikan aku hampir satu bulan sekarang dengan gampang datang lagi bilang cinta,aku tidak suka dipermainkan seperti ini."Ucap Selvi,lalu melepas tangan Hariz yang masih di pinggangnya.
"Aku sudah meminta maaf kepadamu berulang kali,kenapa sih kamu terlalu sulit memaafkan orang,nanti kalau aku nikah sama orang lain aku rasa kamu juga pasti sakit hati,karna aku tau kamu juga sangat mencintaiku." Selvi terdiam mendengar ucapan Hariz,memang benar andaikata Hariz menikah dengan wanita lain mungkin dia tidak akan terima.
"Sayang,nanti malam kita jalan ya,kita sangat jarang keluar untuk jalan-jalan,setidaknya kita ke taman atau kita belanja saja buang suntuk."Ucap Hariz.
"Aku sedikit malas,lain kali saja,kalau kamu pengen kita ke rumahku saja."Jawab Selvi.Hariz menghela napas berat,padahal hari ini dia pengen sekali membawa Selvi jalan-jalan.
Alice meninggalkan gedung perusahan dengan perasaan yang sangat marah,dia sangat tidak terima diperlakukan secara tidak hormat.
"Ini semua karna wanita sialan itu,aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang kamu berani berurusan denganku."Ucap Alice dia memasuki mobilnya dan Kemabli kerumahnya,akhirnya hari ini dia kehilangan pekerjaan yang sangat menjanjikan untuk masa depannya.
*****
"Mas,minta tolong belikan gorengan di depan,aku pengen ngemil,mau keluar malas soalnya beritanya lagi seru."Ucap rara,dengan tidak tau malunya.
"Pergi aja sendiri kamu pikir aku ini babu,dasar nga tau diri,keluar dari rumah ini."Ucap kemal kesal,pengen rasanya dia melempar alat penyedot abu ke hadapan mantan istrinya yang terlihat sangat tidak sopan.
"Apa-apaan sih mas,masak beli itu aja langsung marah,dulu aja mas menuruti semua keinginanku."
"Keluar.....Kamu membuatku kesal,aku tidak ingin melihat Selvi marah saat melihatmu ada di rumah ini."Ucap kemal dengan sangat emosi.Saat itu Selvi dan Hariz baru saja sampai di depan rumah,kemal tidak mendengar suara mobil memasuki halaman rumah karna Keributan mereka berdua.
"Apa..Apaan sih mas,kamu berani mengusirku,hah kamu berani mengusirku katakan kamu berani."Rara memekik hingga Selvi dan Hariz mendengar suara mereka sampai keluar.
__ADS_1
Selvi memasuki rumah,dan melihat pertengkaran kedua orang tuanya,dia cukup syok melihat ibunya yang hampir menyerang ayahnya.
"Ayah,apa yang terjadi?" Tanya Selvi,dia menatap kedua orang tuanya begitu juga dengan Hariz,dia cukup kaget melihat ibunya Selvi yang cukup tempramental.
"Selvi.....Ma...ma...ma..mama minta maaf sel,ayahmu marah kepadaku."Ucap Rara dia terlihat sangat kaget melihat kehadiran Hariz dan Selvi di rumah ini.
"Ayah,ngapain ayah mengajak dia ke rumah ini,aku akan keluar dari rumah ini aku harap saat aku kembali kerumah ini,dia sudah tidak ada disini lagi."Ucap Selvi lalu,dia menarik tangan Hariz yang sudah terlanjur duduk di sopa.
"Selvi,keterlaluan kamu,mama sudah melahirkannya ke dunia ini,apa ini balasan mu apa kamu mau jadi anak durhaka."Ucap Rara,dia begitu tersinggung dengan ucapan Rara.Selvi mengabaikan teriakan ibunya,dia terus keluar dan menarik tangan Hariz lalu kembali kedalam mobil dia sudah tidak mood saat melihat ibunya berada dirumah dan juga pakainya yang sempat dilihat oleh Selvi.
"Bawa aku jalan-jalan aku sudah malas kembali kerumah,hufff bajuku saja tidak sempat ku ganti tapi aku sudah malas kembali kerumah selagi wanita itu berada dirumah."Ucap selvi,Hariz hannya bisa diam,dia tidak berani menegur atau menasehati Selvi karna itu masih di luar urusannya.
"Kita belanja baju dulu,jika kamu malas kerumah."Ucap Hariz.Dia menyetir dengan sangat santai,akhirnya keinginannya untuk membawa Selvi jalan-jalan hari ini terkabul juga.
Sementara itu,kemal dan mantan istrinya masih terlibat keributan,Rara tidak terima saat Selvi menyuruh ayahnya untuk mengusirnya dari rumah itu.
"Katakan mas,kamu sudah menghasut Selvi selama ini agar dia membenciku kan,kamu hannya ingin menikmati gaji Selvi,kamu keterlaluan mas,bisa-bisanya kamu menghasut Selvi."Ucap Rara,walaupun Selvi sudah mengusirnya secara halus dia sama sekali tidak mau keluar dari rumah itu.
"Kalau bicara itu pakai bukti,dia sudah dewasa sudah tau sifat asli mu makanya dia sangat membencimu."Ucap kemal,tidak terima,Rara semakin kesal mendengar ucapan kemal,akhirnya dia pergi meninggalkan kemal dan masuk ke kamar Selvi lalu tidur.
"Enak saja,dia pikir aku segampang itu meninggalkan rumah ini."Ucap Rara dia menghidupkan AC dan Menikmati kamar yang sangat nyaman.
****bersambung****
__ADS_1