
Pagi-pagi sekali Rara sudah terlihat berdiri dari kejauhan memandang ke rumah mantan suaminya dan juga Selvi putrinya,dia ingin memasuki rumah itu saat Selvi sudah meninggalkan rumahnya.Benar saja tidak lama kemudian Rara melihat Selvi berangkat kantor dengan terburu-buru.
"Aku berharap Selvi menerimaku dengan mudah."Rara mulai mengangkat barang-barangnya dan berjalan menuju rumah kemal.
"Mas...!!!" Saat itu kemal sedang berbenah,dia membawa keranjang sampah dan membuangnya di tempat pembuangan sampah umum.
"Rara,apa yang kamu lakukan disini,terus kenapa kamu membawa barang begitu banyak,apa kamu mau pindah atau mau menikah lagi." Tanya kemal,dia kaget melihat banyaknya pakaian yang di bawa oleh Rara,mantan istrinya.
"Ti...t..tidak mas,a..a..aku ingin kembali kepadamu mas,kita mulai kehidupan yang baru mas."Ucap Rara gugup biar bagaimana pun dia akan merasa gugup karna dulu kemal sampai memohon-mohon kepadanya untuk tidak meninggalkan mereka,kenyataanya dia tetap memilih pria lain dari pada kemal dan putrinya.Kemal cukup kaget mendengar ucapan Rara dia tidak menyangka wanita itu cukup tebal mukanya untuk datang dan meminta kembali kepadanya.
"Aku tidak bisa Ra,kamu cari pria lain,aku sudah cukup bahagia dengan kehidupan ku seperti ini."Ucap kemal lalu dia berjalan masuk kedalam rumahnya.Rara tidak patah arang dia mengikuti kemal masuk kedalam rumahnya.Dia sudah berjanji dalam hatinya apa pun yang terjadi dia akan kembali kepada mereka demi masa tuanya nanti.Rara tidak peduli dengan penolakan yang di ucapkan oleh kemal,yang dia takuti nanti Selvi,sekeras apa pun hatinya kalau berhadapan dengan Selvi rasa enggan itu akan muncul juga.
Rara membawa semua barangnya dan meletakkan disudut ruangan lalu berjalan ke dapur dan membuka tudung saji.Saat melihat sisa menu kemarin perut rata yang sudah sangat lapar kembali meminta makan.
"Jika aku kembali kerumah ini makan aku bisa makan enak tiap hari."Suara hati Rara.Lalu dia mengambil piring dan mulai makan dia mengabaikan kemal yang terlihat sibuk berbenah dirumahnya.
"Mas,rumah ini terlihat sangat bagus aku tidak menyangka kita bisa memiliki rumah sebagus ini."Ucap Rara,dia terus menikmati makanan yang tersisa di meja sampai tidak tersisa sedikit pun.
"Cepat habiskan makan mu,lalu keluar dari rumah ini."Ucap kemal,Rara meletakkan sendok nya lalu menatap ke arah kemal,dia cukup tersinggung dengan ucapan kemal,dulu pria itu tidak berani marah apa lagi berbicara tidak sopan kepadanya.
"Mas....Kamu keterlaluan banget sih,ingat Selvi juga anakku aku yang mengandungnya dan aku juga mempertaruhkan nyawaku untuk melahirkannya ke dunia ini,enak banget mas hannya ingin menikmati hari tua yang nyaman darinya jangan membuatku emosi."Rara memekik dia cukup tersinggung dengan ucapan mantan suaminya.
__ADS_1
"Jika kamu nga mau kembali kepadaku,aku tidak masalah tapi aku akan tetap tinggal dirumah ini."Ucap Rara.Kemal menghela napas berat menghadapi istrinya yang egois itu dia cukup tidak mampu,karna nanti dia selalu merasa dirinya paling benar.Akhirnya kemal kembali membersihkan seluruh rumah,dia menunggu Selvi kembali agar dia yang mengurusi ibunya yang sangat keras kepala.
*****
Hacccim......Haccim....Kenapa dari tadi aku bersin iya,terus kupingku juga panas apa ada yang sedang membicarakan aku dibelakang?" Ucap Selvi sambil membereskan pekerjaannya.
"Hahahah.....Kamu berlebihan,mungkin saja kamu sedang pilek,hari gini masih percaya mitos,kampungan kamu."Ucap Diwan sambil tertawa.
"Sel,tuan Hariz memanggilmu ke ruangannya,"Ucap ketua tim mereka,Diwan terlihat tegang dia tidak tau kalau Selvi dan Hariz ada hubungan,dulu orang-orang sedikit curiga kepada Selvi dan Hariz tapi mengingat rapat beberapa Minggu kemarin semua orang yakin jika Hariz dan Selvi tidak ada hubungan apa pun.
"Sel,kamu ada kesalahan apa lagi,kok aku takut yak?" Ucap Diwan sambil menahan lengan Selvi yang sudah mulai melangkah.
"Semangat.....Kamu tidak mungkin dia memecatmu,aku juga akan mengundurkan diri jika dia berani memecatmu."
"Aduh... baiknya sahabatku ini."
"Tunggu apa lagi kenapa lama,kamu menunggu tuan Hariz melempar ku dari atas gedung baru menemuinya."Ucap ketua tim,membuat Selvi kikuk lalu berjalan meninggalkan Diwan.
"Hariz,kapan kamu akan menikahi aku." tiba-tiba Alice sudah memasuki ruangannya Tampa mengetuk pintu."
"Kenapa sih kamu selalu memasuki ruangan ku tampa ijin.kenapa kamu masih bekerja sudah berulang kali ku katakan kamu di pecat." Ucap Hariz,dia terlihat emosi lalu menghubungi HRD,
__ADS_1
"Sekarang juga pecat,kepala keuangan yang bernama Alice,suruh security menyeret wanita ini dari ruangan ku."
"Apa...apaan sih kamu hariz,kamu tidak punya perasaan ini anakmu Hariz mau makan apa anakmu kalau kamu memecat aku."
"Keluar.....Aku muak melihatmu,kamu melakukan sesuatu tampa aturan di perusahan ku.keluar." Ucap Hariz memekik.Saat keributan terjadi tiba-tiba pintu diketuk lalu Selvi memasuki ruangannya.
"Tuan memanggilku." Tanya Selvi,saat melihat Selvi masuk keruangan Hariz,tiba-tiba Alice marah dan cemburu melihat keberadaan Selvi dituangkan itu.
"Ini semua karna kamu brengsek..."
"Auhh sakiiitt....lepaskan tanganmu,rambutku sakit." Ucap Selvi,dengan bringas Alice menyerang Selvi dan menarik rambutnya dengan kasar.Hariz benar-benar kaget,ini pertama dalam hidupnya melihat wanita berantem di hadapannya.Tidak mau kalah Selvi melempar tubuh Alice hingga terpental kelantai lalu menaiki tubuh Selvi dan menjambak rambut Alice sekuat tenaga.
"Sel,lepaskan tanganmu,lepaskan Alice dia sedang hamil,cepat." Ucap Hariz lalu menarik tubuh Selvi agar tidak duduk di perut alice.Selvi langsung tersadar dengan segera dia berdiri rambutnya yang sudah acak-acakan serta wajahnya yang tergores kuku Alice.
"Aahhh....Sakit.....tolong aku."Ucap alice pura- pura,dan pada saat itu security datang keruangan direktur dia cukup kaget melihat keadaan di ruangan itu.
"Bawa Alice keluar dari perusahan ini,dan pastikan mulai besok jangan ijinkan dia masuk ke perusahan ini."Ucap Hariz tegas.Mendengar ucapan Hariz baik Alice atau Selvi merasa cukup kaget.Alice tidak menyangka jika Hariz akan melakukan itu kepadanya sehingga membuatnya semakin membenci Selvi.Security membawanya keluar dari ruangan direktur dan dengan kasar security membawanya keluar dari perusahan dan mendorongnya dengan kasar.
"Nona,aku harap besok jangan muncul di perusahan ini menyulitkan posisi ku," Ucap security semua kariawan yang melihat Alice mengikuti security keluar dan bertanya-tanya apa yang terjadi.Mereka cukup iba melihat Alice diperlakukan secara tidak hormat.
**** bersambung****
__ADS_1