Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 22 ~ Alice ~


__ADS_3

Alice memasuki ruangan Hariz,dia memandang ke arah pria yang sangat dia cintai,dia merasa ada sesuatu yang lain dari pria itu,tidak biasanya dia sampai melamun seperti itu apalagi sampai tidak tau jika dia sudah ada dihadapannya.


"Pak Hariz,...Pak..."


"A....aa...Apa yang terjadi,ada apa?" Tanya Hariz terlihat begitu gugup,Alice sedikit curiga dan merasa jika ada sesuatu yang ditutupi pria itu.


"Pak,apa bapak ada masalah?"


"Tidak,abaikan saja ada perlu apa kamu ke ruangan ku?" Tanya Hariz membuat Alice sedikit tersinggung dengan pertanyaan itu,jarang sekali Hariz bertanya seperti itu,alice tersenyum kecut padahal dia ingin mengajak Hariz keluar,untuk sekedar makan,melihat sikap dingin dari Hariz membuat moodnya menjadi buruk buruk.


"Nga ada aku keluar."Ucap alice membuat Hariz sedikit bingung.


"Ada apa ini,kenapa dengan dia,arggh aku pusing,kemana dia."Ucap Hariz.Sedikit pun dia tidak pokus untuk menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini.


Sementara itu Selvi membuka pintu kontrakannya lalu memasuki rumah dan mulai istrahat.Dia merebahkan tubuhnya dia atas ranjang dan memikirkan semua kata-kata Nindi.


"Apa,pria itu mencari ku apa ada sesuatu makanya dia mencari ku dulu."Ucap Selvi beberapa jam dia hannya memikirkan ucapan Nindi,rasanya ada kebahagian di hatinya saat Nindi menceritakan semuanya.


"Apa dia sudah menikah,apa dia sudah bahagia kenapa tadi kata-katanya sangat membuatku penasaran."Ucap Selvi dia terus berguling di atas ranjang seperti orang gila.


Keesokan harinya Selvi kembali ke kantor dengan wajah yang penuh semangat,hari ini dia berharap bisa bertemu dengan Hariz walau hannya dari kejauhan.Ada rasa rindu dihatinya kepada pria itu,walaupun dia juga menyimpan rasa kecewa yang sangat dalam di hatinya kepada Hariz.Tapi hatinya selalu berkhianat entah kenapa mengingat semua kenangan buruk yang diberikan hariz kepadanya tidak bisa membuatnya seratus persen melupakan Hariz.


"Arrgg,aku tidak bisa pokus."Ucap Selvi membuat Diwan yang ada di sampingnya sedikit curiga.


"Ada apa sih sel,kenapa kamu sangat aneh dari kemarin,apa lagi yang terjadi kepadamu hari ini,tuan Hariz mencari mu,silahkan temui dia."

__ADS_1


"Aaa....ap....apa,tuan Hariz, aku salah apa? semua laporan tidak ada yang salah terus ada apa beliau memanggilku."Ucap Selvi gugup,tiba-tiba jantungnya bergetar hebat.


"Aku tidak tau,kamu temui saja sekarang dari pada kamu dipulangkan ke Surabaya Tampa hasil apa pun."Ucap Diwan ketua,dia merasa aneh kepada pemilik perusahan itu,dari kemarin dia terus mencari Selvi ada rasa penasaran kepada tuan besarnya itu.


"Baiklah,aku kesana sekarang."Ucap Selvi dia benar-benar gugup,dia tidak tau harus berbicara apa kepada pria yang sudah lama dia rindukan.


Tok....tok...tok


"Masuk...." Ucap Hariz dari dalam dia merasa kesal karna tiba-tiba ibunya datang ke kantornya padahal dia sangat yakin jika yang mengetuk pintu itu adalah Selvi.


"Selamat pagi tuan,anda memanggilku?"Ucap Selvi dia sama sekali tidak berani menatap pria itu,dia terus menunduk sementara itu Hariz bingung harus mengatakan apa kepada wanita itu.


"Iya,dokumen yang kamu kerjakan ada kesalahan tolong perbaiki."Ucap Hariz lalu dia menyelipkan sebuah kertas ke dalam dokumen dan memberikannya kepada Selvi.Setelah itu Selvi keluar dari ruangan direktur sekilas dia melihat tatapan Alice yang begitu sinis kepadanya.


"Kariawan baru itu?" Tanya sang mama,memecahkan suasana yang sedikit tegang .


"Mama kangen dengan calon mantu mama ni,kapan kamu akan melamar Alice Hariz bukankah hubungan kalian sudah banyak perkembangannya,kamu pikir Alice nga cerita sama mama."Ucap mamanya membuat Hariz semakin kesal.


"Jika mama datang hannya untuk membuat mood ku buruk lebih baik mama pulang atau pergi belanja,aku mau kerja."Ucap Hariz ketus.


"Baik,tapi mama bawa Alice ya,kami sudah janji hari ini akan shoping bersama."Ucap mamanya lalu berdiri dan menarik tangan Alice dan mereka keluar dari ruangan Hariz.


"Arrrggg,hidupku memang apes,entah kenapa wanita ini harus muncul di kantor ini,Selvi kamu semakin dan semakin cantik."Ucap Hariz ingin rasanya dia berlari menemui Selvi,tapi dia harus menjaga wibawanya sebagai direktur di perusahan itu.


Selvi membawa dokumen dan memeriksanya ulang,dia sedikit heran kenapa ada yang salah dengan laporan yang dia kerjakan sementara dia sudah memeriksanya beberapa kali.

__ADS_1


Saat dia mulai membuka dokumen itu tiba-tiba sebuah kertas jatuh dari dokumen itu.


[sayang aku begitu merindukanmu tunggu aku nanti sore ]


Deg.....


"Apa ini,apa maksudnya ini,merindukan ku?" Tiba-tiba wajah Selvi memerah dia tidak menyangka akan mendapat kata-kata romantis dari pria itu.


"Selvi,sadarlah dia pria bajingan apa kamu masih ingin di sakiti pria itu please sadar lah."Ucap Selvi dia terlihat gelisah antara bahagia dan takut.Ya dia takut jika hatinya kembali terluka seperti dulu.


Selvi langsung menyimpan kertas kecil pemberian Hariz kepadanya,dia tidak ingin ada yang curiga kepadanya.Lalu dia kembali memeriksa laporan yang dia kerjakan tadi.


"Sepertinya tidak ada yang salah."Ucap Selvi lalu dia mendekati Diwan karna dia ingin pria itu yang mengantar laporannya ke pada direktur.


"Aku harus bisa menguasai hatiku,aku tidak mau terluka lagi,dia hannya pria bajingan yang hannya ingin tubuhku saja."Ucap Selvi dia berusaha mengingat semua kesalahan yang dilakukan Hariz kepadanya agar dia bisa menguasai hatinya dan perasaanya yang terlalu lemah.


****


Alice kembali ke kantor setelah puas shoping bersama ibunya Hariz,dia terlihat sangat bahagia bahkan wajahnya terlihat merona.


"Ambil hati calon mertua dulu,baru lancar mendekati anaknya,tidak sabar menjadi bagian dari keluarga ini,aku akan menjadi nyonya besar."Suara hati Alice dia terus tersenyum hingga tampa sengaja dia menabrak Selvi yang ingin keluar dari gedung.


"Heh....Kamu nga pakai mata kalau jalan,kamu wanita tadi yang datang keruangan calon suamiku kan,sudah berapa kali aku melihatmu bolak-balik ke ruangan calon suamiku ngapain kamu,mau menggoda iya?" Ucap Alice beberapa pasang mata sudah mulai menatap mereka,Selvi kaget mendengar ucapan Alice tapi dia tidak mau ambil pusing lagi karna sudah biasa baginya melihat Hariz di kelilingi wanita.


"Hem...Calon istrinya ya,semoga kamu tidak kecewa,Karna setau aku tuan Hariz tidak menyukai wanita gatal."Ucap selvi lalu pergi meninggalkan Alice yang masih marah.

__ADS_1


*****bersambung****


__ADS_2