Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 14 ~ Kesal ~


__ADS_3

Hariz memasuki pesta yang ternyata hannya pesta ulang tahun istri dari seorang pengusaha.Mungkin karna pengusaha itu masih di bawah dari Hariz makanya dia tidak mengenalinya.Dia terus mencari-cari keberadaan Selvi,tapi dia tidak melihatnya sama sekali.


"Pesta macam apa seperti ini,dasar menjijikan."Hariz bergumam dalam hati dan dia terus berusaha mencari keberadaan dari Selvi,dia melakukannya sangat hati-hati karna tidak ingin ketauan.


Sementara itu Selvi merasa gelisah karna dia teringat dengan ucapannya kepada Hariz,dia menyesali semua ucapannya itu kepada Hariz.


"Huff ini membuatku gila,kenapa tadi dia harus datang lagi."Selvi bergumam dalam hati,walaupun dia di keramaian hatinya sama sekali tidak berada di tempat itu.


"Sel,kamu kenapa dari tadi aku perhatikan kamu gelisah terus apa kamu ingin pulang aku akan mengantarmu!!"Ucap arya dia merasa tidak nyaman saat melihat Selvi yang tidak ceria seperti biasanya.


"Nga papa tuan cuma lagi nga enak badan saja."Ucap Selvi berbohong,dia merasa heran dengan hatinya entah kenapa dari tadi wajah Hariz terus menari-nari di wajahnya.


"Jangan panggil aku tuan mulai sekarang panggil aku mas,aku akan mengantarmu pulang,aku pamit dulu sama yang punya pesta."Ucap Arya lalu pergi meninggalkan Selvi dan berpamitan dengan yang punya pesta.Saat Selvi sedang memandangi orang-orang yang ada di pesta tiba-tiba sekilas dia melihat Hariz sedang memandang ke arahnya juga.


"Deg." Tiba-tiba jantung selvi bergetar melihat pria itu memandang ke arahnya,tapi dia tidak yakin itu Hariz,saat dia memastikan penglihatannya lagi pria itu sudah tidak ada.


"Sel,ayo aku antar kamu pulang."Ucap Arya lalu menarik tangan Selvi dengan sangat hati-hati.Entah kenapa semakin Arya mengenali Selvi semakin ada rasa di hatinya,dia hannya sedikit ragu tidak mungkin seorang Selvi yang bersikap sangat sederhana bisa berhubungan dengan seorang Hariz pria Casanova.


"Mas,apa teman mu itu mengundang Hariz ke pesta tadi? tanya Selvi dia ingin memastikan jika pria itu bukan lah Hariz.

__ADS_1


"Kemungkinan tidak,karna perusahan mereka masih jauh di bawah perusahan Hariz."Ucap Arya membuat Selvi sedikit lega.


Hariz membawa Selvi ke suatu tempat malam ini dia ingin tau alasan apa yang membuatnya bisa hidup se atap dengan Hariz,dia ingin memastikan jika Selvi bukan seperti wanita lainnya.


"Kamu membawaku kemana mas?" Tanya Selvi,saat dia melihat Arya membawanya ke sebuah danau.Dia tidak ada rasa takut sedikit pun kepada Arya karna dia tau arya pria yang sangat baik.


"Aku membawamu ke tempat ini,Banyak hal yang ingin kutanyakan kepadamu tolong jujur kepadaku."Ucap Arya lalu dia turun dan membuka pintu mobilnya untuk Selvi.Setelah itu mereka duduk di sebuah kursi yang ada di tempat itu sambil memandangi danau yang cukup indah di malam hari,karna disinari oleh lampu-lampu hias yang cukup indah.


"Sel,tolong jujur kepadaku,kenapa kamu bisa tinggal bersama dengan Hariz."


"Deg..."Jantung Selvi langsung bergetar saat mendengar ucapan Arya dia merasa heran kenapa Arya bisa tau tentang rahasianya.


"Deg"Lagi-lagi Selvi kaget mendengar penuturan dari Arya,Selvi tidak menyangka jika Hariz melakukan hal sejauh itu.Selvi enggan untuk membeberkan aibnya tapi dia tidak punya pilihan lain,dia sedikit takut jika Hariz mengatakan yang lain.


"Aku punya utang banyak kepada tuan Hariz,saat itu orang tuaku membutuhkan uang yang banyak untuk biaya pengobatannya dan dia pria yang sudah membantuku dengan jaminan tubuhku,itulah sebabnya dia sudah mengambil harta paling berharga dari diriku."Ucap Selvi jujur,dia menunduk karna merasa malu dan juga merasa kotor dengan dirinya.Arya memandang lekat ke arah Selvi,dia tidak menyangka jika Selvi melakukan hal sejauh itu dengan Hariz.


"Berapa lama kamu bersama dengannya?" Tanya Arya lagi dia merasa kasihan dengan Selvi karna harus hidup dengan pria bajingan seperti Hariz.


"Tinggal sebulan lagi?" Jawab Selvi,seharusnya dia bahagia saat mengatakan itu,tapi ada rasa sedih di hatinya saat mengingat sebentar lagi waktunya dia akan berpisah dengan Hariz.Baik Selvi atau Arya diam seribu bahasa mereka asik dengan pikiran masing-masing.Dan Arya sedikit merasa lega saat dia tau jika Selvi bukanlah wanita rendahan seperti yang dikatakan Hariz.

__ADS_1


Sementara itu Hariz terus gelisah di apartemennya,entah kenapa setiap kali dia melihat Arya bersama dengan Selvi hatinya akan panas dan emosi.Dia tidak terima jika Arya dan Selvi memiliki hubungan.


"Arggghh....Kenapa dia tidak pulang sampai jam segini,apa mereka akan menginap di hotel,dia memang wanita keras kepala."Ucap Arya lalu dia berjalan menuju jendela kaca dan melihat kebawah sana berharap Selvi secepatnya kembali.


"Kenapa apertemen ini terlalu tinggi hingga aku tidak bisa melihat kebawah,harusnya aku mengambil apertemen di lantai bawah."Ucap Hariz lalu kembali duduk.


Sudah habis beberapa bungkus rokok, Selvi belum juga muncul membuat Hariz semakin emosi.Dia ingin sekali mencari kedua manusia itu,tapi dia sedikit takut jika Selvi akan marah kepadanya.Akhirnya Arya memutuskan untuk menunggu Selvi di lantai bawah.


menunggu hampir satu jam akhirnya dia melihat mobil yang biasa di kendarai Arya sebenarnya hatinya sudah sangat marah tapi melihat Selvi kembali saja dia sudah sangat bahagia.Dia lalu berlari kembali ke apertemen dan mematikan semua lampu lalu dia tidur disopa.Saat dia mendengar suara pintu dia terus berpura-pura dia ingin melihat respon dari Selvi jika melihatnya tidur di sopa.


Saat memasuki apertemen Selvi sedikit heran melihat ruangan yang gelap gulita padahal dia meninggalkan Hariz disini.Saat dia menghidupkan lampu,


"Astaga....Kenapa dia tidur di sopa dengan lampu mati membuatku kaget saja."Ucap Selvi,lalu berjalan menunju kamar dan mengabaikan Hariz yang ada di sopa.Hariz sangat berharap Selvi membangunkannya itu artinya wanita itu masih peduli dengannya.Lama Hariz menunggu tetapi Selvi tidak juga keluar kamar hingga membuat Hariz kembali emosi.


"Sialan bisa-bisanya dia mengabaikan aku disini,harusnya dia membangunkan ku,agar kami bisa tidur bersama."Hariz berguman dalam hati sambil mulai bangun dan duduk di sopa.Tiba-tiba saja rasa kesal di hatinya mulai muncul,padahal tadi dia sudah berjanji tidak akan marah jika Selvi kembali pulang,dia sudah berniat untuk memperbaiki hubungan mereka yang semakin renggang beberapa minggu ini.


"Kamu sudah kembali,dari mana saja kamu?"


" bersambung****

__ADS_1


__ADS_2