Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 18 ~ Meniti karier ~


__ADS_3

Kinerja Selvi uang sangat bagus hingga menarik perhatian orang pusat,mereka ingin Selvi mengikuti latihan yang di adakan di kantor pusat.Selvi yang mengetahui kabar itu langsung down karna dia tidak ingin menginjakkan kaki lagi di kota yang memberikannya luka yang sangat dalam.


"Bu,tidak bisakah aku menolaknya,aku tidak ingin meninggalkan ayahku yang sudah tua."Ucap Selvi mencari alasan.Sebenarnya dia sangat bangga kepada dirinya sendiri karna dengan cepat dia mendapat promosi sebaik itu.


"Harusnya kamu bersyukur sel,kamu tau banyak kariawan disini yang ingin mendapat perhatian dari pusat tapi mereka tidak sebaik kamu,dan tidak seberuntung dirimu pikirkan matang-matang orang tua mu masih sehat kan!! dia masih bisa mandiri."Ucap sang menejer memberikan semangat kepada Grace.


"Tidakkah kamu ingin hidup mu lebih baik,tidak kah kamu ingin membahagiakan orang tuamu,memberangkatkan dia umroh,pikirkan itu semua."Ucap sang menejer lagi membuat semangat Selvi naik sedikit.


"Baiklah Bu,aku akan pikirkan,permisi Bu!!!"Ucap Selvi lalu keluar dari ruangan sang menejer sambil membawa beberapa file yang sudah di tanda tangani sang menejer.


"Seandainya aku bisa,mungkin aku akan pergi kapan lagi coba bisa jalan-jalan gratis ke ibukota."Ucap sang menejer seakan mencibir Selvi.


Sepanjang hari Selvi terlihat tidak bersemangat bahkan sampai dia kembali kerumah wajahnya masih terlihat masam,dia sangat berat untuk pergi ke kota Jakarta.


"Nak,apa yang terjadi kenapa wajahmu terlihat murung dari kamu pulang kerja tadi apa kamu ada masalah?"Ucap sang ayah sambil mengelus wajah rambut putrinya dan duduk di sopa sambil menonton siaran televisi bersama Selvi.


"Tidak ayah,aku hannya sedikit kecapean saja."Ucap Selvi.Di balik dia malas berangkat ke jakarta dia juga tidak tega meninggalkan ayahnya,apalagi sekarang ini ayahnya sering kena tiba-tiba sakit.


"Nak,kalau kamu ada masalah cerita sama ayah,ayah selalu merasa bersalah jika kamu terlalu lelah atau banyak beban tugasmu ."Ucap sang ayah membuat Selvi jadi tidak tega dengan ayahnya.

__ADS_1


"Ayah,ada tugas satu bulan ke Jakarta,mereka mempromosikan aku di kantor tetapi harus mengikuti pelatihan disana aku malas ayah,dan aku tidak tega meninggalkan ayah sendiri disini."Ucap Selvi,akhirnya dia terbuka kepada ayahnya.


"Bagus dong nak,itu artinya kamu memang anak yang sangat hebat ayah benar-benar bangga padamu.Ayah tidak menyangka kamu bisa sehebat itu sekarang,walaupun kamu tidak mendapat kasih sayang dari ibumu,tapi kamu bisa tumbuh dengan baik."Ucap sang ayah akhirnya Selvi sedikit bersemangat setelah melihat kebahagiaan di wajah sang ayah.


Setelah sang ayah setuju dan dari kantor juga mendesak akhirnya Selvi berangkat ke Jakarta dengan menaiki pesawat.Dia sedikit takut jika nanti bertemu dengan Hariz pria yang dulu pernah menyakitinya.Dia berharap semoga tidak bertemu dengan pria itu lagi.


" Ahh....Sudahlah bukan kah kota Jakarta sangat luas,lagian tidak mungkin pria itu belum menikah sampai sekarang,bahkan mungkin pria itu sudah memiliki anak."Ucap selvi dia berusaha untuk menyemangati dirinya.


"Nona apa anda berbicara?" Tanya seorang pramugari.Selvi terlihat kaget kini dia baru sadar jika ternyata suaranya terdengar oleh orang lain."


"Tidak silahkan lanjutkan pekerjaan anda."Ucap Selvi terlihat gugup.


"Akhirnya aku bisa menikmati di hotel semewah ini."Ucap Selvi lalu merebahkan tubuhnya yang sangat lelah ke ranjang yang cukup mewah.


****


Hariz memasuki hotel bersama Alice mereka ingin melakukan pertemuan dengan klien mereka yang datang dari Jerman.Hubungan Alice dan Hariz semakin dekat karna Hariz ingin lebih membuka hati kepada wanita.Dia tidak ingin larut dalam kubangan masa lalu yang sangat buruk.Walaupun Hariz belum mengungkapkan isi hatinya kepada Alice wanita itu terlihat sangat bahagia Karna sudah merasakan sedikit balasan perasaan Hariz kepadanya.


Alice memandang Hariz yang terus membahas bisnisnya dengan memakai bahasa Jerman,hal itu membuat Alice semakin jatuh cinta kepada pria itu.Setelah mereka saling setuju untuk menjalin kerja sama akhirnya hariz mengakhiri pertemuannya malam ini dengan para klien itu.

__ADS_1


setelah kliennya pergi meninggalkan mereka Hariz mulai menikmati makan malam nya bersama Alice.


"Anda terlihat sangat mahir berbahasa Jerman pak Hariz? Aku sangat kagum."Ucap Alice memuji pria itu,sementara Hariz hannya membalas dengan senyuman.


"Aku menguasai empat bahasa asing,barusa kami membahas kerja sama perusahan dan jika berjalan dengan baik kemungkinan perusahan akan mendapat untung miliaran.Bukan kah kamu lulusan luar negri kenapa kamu tidak mengerti bahasa Jerman,kalau menurutku itu sangat mudah dipelajari bahkan lebih muda dari bahasa Inggris ."Ucap Hariz sambil memandang ke arah Alice.Seketika wajah Alice berubah merah merona dia sangat grogi jika Hariz menatapnya seperti itu.


"A..aku hannya mahir bahasa Inggris dan Mandarin pak Hariz."Ucap Alice terlihat gugup.Melihat Alice mulai gugup dan rona wajah ya sudah berubah akhirnya hariz melemparkan pandangannya kepada seorang wanita yang sangat dia kenali.


"Selvi....Benar itu Selvi."Suara hati Hariz tiba-tiba saja dia melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan selvi,lalu dia berdiri dan mengejar wanita itu ternyata wanita itu sudah menghilang membuat Hariz kesal.


"Tidak mungkin aku salah melihat benar itu Selvi."Hariz berdiri memandangi satu persatu orang yang datang ke hotel itu.


"Ada apa pak Hariz?" Tanya Alice yang sudah berdiri di samping Hariz.


"Tidak papa lupakan ayo kita kembali."Ucap Hariz lalu mereka meninggalkan hotel itu,sepanjang jalan bayangan Selvi terus menari-nari di wajah Hariz membuatnya kembali teringat dengan wanita yang pernah singgah di hatinya.


Setelah mengantar alice ke apartemennya akhirnya Hariz kembali ke hotel itu,dia berharap wanita itu kembali muncul.Menunggu sejam dua jam tiga jam bahkan Samapi hampir tengah malam Hariz terus berada di tempat itu tapi perjuangannya akhirnya sia-sia dia tidak melihat seseorang yang sangat mirip dengan selvi.


"Apa mungkin aku salah orang,tidak mungkin aku akui wanita itu memang terlihat lebih cantik dan dewasa tapi tidak mungkin ada orang yang seratus persen hampir mirip.

__ADS_1


***bersambung****


__ADS_2