
Setelah sampai di apertemen nya Selvi langsung menghempaskan tubuhnya yang sangat kelelahan di atas sopa,dia lalu melempar sepatu yang dia kenakan lalu membuka baju seragam dan roknya lalu meletakkan di sandaran sopa.Kini dia hannya memakai tanktop dan juga celana yang sangat pendek karna dia merasa tubuhnya terlalu kegerahan.
"Huhhh...Hari yang cukup melelahkan,rasanya aku sudah tidak tahan untuk bekerja,harusnya aku menikah saja supaya aku tinggal merawat anak dan suamiku."Ucap Selvi.Dia merasa cukup lelah memikirkan semua masalah yang menghampirinya.
"ini semua karna pria mesum dan wanita brengsek itu,aku harus membayar uang yang tidak kupakai." Ucap Selvi kembali.Karna mungkin terlalu kelelahan akhirnya Selvi tertidur di atas sopa.
Hariz terus memikirkan ucapan Nindi sahabat Selvi,dia begitu marah saat dia mengetahui jika Selvi dilecehkan di restoran.
"Makanya aku melarangnya memakai pakaian sampah itu,tapi dia tidak terima.Aku harus menemuinya dan menanyakan kejelasannya.Hariz lalu mengambil kunci dan pulang ke apertemen untuk menemui Selvi.Dia tidak terima jika ada pria yang ingin merendahkan nya.
"Apa dia belum kembali juga,kenapa ruangan ini cukup gelap,dia semakin membuatku kesal ini sudah jam berapa tapi dia belum juga kembali." Ucap Hariz sambil menekan sandi pintu lalu menghidupkan lampu.Alangkah kagetnya dia saat melihat selvi sudah tertidur pulas di atas sopa.
"Apa-apaan ini,kenapa dia malah tidur dengan pakaian seperti itu di atas sopa lagi." Ucap Hariz dia terus memandangi tubuh Selvi apalagi dadanya yang sedang naik turun.
Hariz langsung mendekati Selvi,dia terus memandangi bibir dan dada Selvi ingin sekali rasanya Hariz menikmati tubuh Selvi yang sangat menggoda itu.Mungkin karna pengaruh Hariz sudah lumayan lama tidak menyentuh wanita,setiap kali dia memandang tubun selvi rasanya dia ingin langsung menerkamnya.Tampa menunggu lama Hariz mengangkat tubuh Selvi dan membawanya ke ranjang.
"Maafkan aku,tubuhmu membuatku sangat bergairah." Ucap Hariz lalu dia menindih tubuh Selvi dan mulai menjelajahinya.Entah karna sengaja atau tidak Selvi mendesah membuat Hariz semakin bergairah.Saat Hariz sedang menelusuri leher jenjang Selvi,dia mendengus saat mencium aroma tubuh Selvi yang membuatnya semakin bergairah.Jangan jarang dia mencium aroma alami tubuh wanita,karna wanita bayaran yang selalu dia tiduri hannya mengandalkan aroma parfum yang berlebihan.Saa dia sedang asik menikmati kedua dada Selvi tiba-tiba saja,
__ADS_1
"Kamu sedang ngapain?" Tanya Selvi membuat Hariz begitu kaget dia melakukannya dengan sangat hati-hati agar wanita itu tidak terbangun.
"Layani aku sekarang,aku menginginkannya."Ucap Hariz,dia berusaha menghilangkan kegugupannya karna tiba-tiba saja Selvi terbangun.
Selvi langsung mendorong tubuh Hariz dari atas tubuhnya,dia sedikit merasa kesal dengan pria itu karna selalu melakukannya dengan tiba-tiba.Saat selvi ingin turun dari lantai Hariz marah karna dia merasa dirinya dipermainkan.
"Kamu menolak ku?" Tanya Hariz dengan nada tinggi,dia lalu mencengkram tangan Selvi lalu menariknya kembali tidur di atas ranjang.
"Aku sangat tidak suka ditolak,sekarang layani aku,apa aku terlalu baik hingga kamu mulai melakukan sesukamu hah,apa kamu ingin melihat siapa aku sebenarnya,sekarang cepat...Layani aku." Ucap Hariz dia sangat marah saat Selvi berusaha untuk mengabaikannya.Seketika nyali Selvi melihat kemarahan di wajah Hariz.Dia akhirnya pasrah saat Hariz mulai menyentuh tubuh nya.Hariz terus ******* bibir Selvi,menyentuh kedua dadanya dan mengigit kecil leher jenjang Selvi.Selvi berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara tapi sentuhan yang diberikan oleh tangan Hariz membuatnya tidak berdaya akhirnya dia mendesah dengan sangat lembut.Mendengar ******* yang keluar dari bibir Selvi membuat Hariz tersenyum dan semakin bersemangat untuk menyentuh bagian sensitif milik Selvi.
"Apa kamu mulai menikmatinya gadis nakal?" Tanya Hariz membuat Selvi sangat malu,dia benar-benar tidak tahan harus dia akui Hariz pria yang sangat pintar untuk memanjakan wanita.Selvi mulai menikmatinya dia mulai gelisah,dia tetap berusaha menahan agar dia tidak mengeluarkan suaranya.Melihat Selvi yang sudah sangat kelelahan akhirnya hariz mengakhiri setelah dia melakukan aksi terkhirnya.Hariz berbaring di samping Selvi yang sudah sangat kelelahan.Hariz menatap wajah Selvi lalu mencium keningnya dengan sangat mesra.
"Bisa-bisanya aku menikmati permainannya,dasar tubuh penghianat,ingat kamu melakukannya untuk membayar semua utang mu, lima bulan lagi kamu harus kembali ke asal mu." Ucap Selvi lalu pindah ke kamar sebelah dan mengunci pintu.
Banyak hal yang ingin di tanya Hariz kepada Selvi,dia ingin menanyakan pria mana yang sudah melecehkannya.Dia tidak terima jika ada orang lain yang berani menyentuh tubuh itu.Saat Hariz keluar dari kamar mandi dia melihat Selvi sudah tidak ada.
"Sel.....buka pintunya." Hariz memanggil Selvi yang sudah tertidur pulas.Hafiz terus memanggil tapi Selvi tidak mau membuka pintu sama sekali.
__ADS_1
"Apa dia sudah tidur? secepat itu dia tidur." Ucap Hariz,karna tidak ingin menganggu lagi akhirnya dia berjalan ke kamar dan mulai tidur.
Selvi terlihat berlari hari ini dia terlambat bangun karna semalam dia terbangun tengah malam.Dia berlari semakin cepat karna dia takut tidak kebagian bus.Saat dia ingin menyebrang dia tidak melihat sebuah mobil mewah hampir menabraknya.
"Hei...Apa yang kamu lakukan kenapa tidak hati-hati?"Ucap seorang pria,dia langsung turun dari mobil dan memeriksa keadaan Selvi.
"Aku tidak papa mas,maaf tidak memperhatikan jalan,aku buru-buru mau kerja sekali lagi maaf."Ucap Selvi,sambil membungkukkan badannya.
"Baiklah kalau kamu tidak masalah." Ucap pria itu lalu kembali menaiki mobil dan berlalu dari tempat itu.
"Hampir saja." Ucap Selvi lalu kembali berjalan dan menaiki bus tujuannya.Selvi sangat berusaha melupakan kejadian tadi malam.Dia merasa sangat malu jika mengingat semua kejadian itu.
"Sel,kenapa kamu sampai terlambat hari ini?" Tanya Nindi saat melihat sahabatnya itu di marahi saat dia terlambat sampai di restoran.
"Taulah,Uda yuk kerja,kamu mau kita ditegur lagi karna terus bermain saat kerja?"Ucap Selvi lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya dan mengabaikan Nindi yang terus menggodanya.
"Kita tidak akan digoda karna kamu kesayangan pak menejer." Ucap Nindi,dan mengikuti Selvi yang mulai melayani tamu.
__ADS_1
"Hai...Kita berjodoh dan kita bertemu lagi disini."
****bersambung****