Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 44 ~ Pemaksaan ~


__ADS_3

Selvi memesan taksi online,setelah taksi tiba didepan gedung perusahannya dia langsung buru-buru menaikinya dan pulang kerumah.Seaampainya disana sudah ada beberapa orang yang menunggunya untuk pembayaran transaksi yang sudah dibuatnya.


"Nak,kenapa membeli begitu banyak barang-barang mahal ini?" Tanya kemal,Selvi mengabaikan pertanyaan ayahnya karna yang mengetahui hal seperti ini hannya perempuan.


"Tenang saja ayah,Selvi ada uang kok apa ayah tidak ingin walau rumah kita kecil tapi perabotannya bagus?" Tanya Selvi sambil memberikan uang kepada para pegawai toko lalu mulai menata letak barang perabotan itu.


"Papa cuma kasihan aja sama kamu,kamu kan Uda capek kerja ya dinikmati dong nak jangan cuma mikirin ayah terus toh nanti kamu nikah kamu akan ikut suami,itu artinya kamu tidak akan membawanya jadi sayang uang mu itu."Ucap kemal,sambil mulai membantu Selvi menata letak perabotan yang baru saja sampai bahkan barang-barangnya masih di luar.


Tidak terasa hari sudah lumayan sore akhirnya semua ruangan tertata rapi dengan perabotan yang cukup lumayan bagus,Selvi begitu puas dengan hasil dari yang dia dapatkan walaupun menguras hampir seluruh tabungannya.


"Bagaimana ayah,menurut ayah apa ini sudah bagus." tanya Selvi


"Bagus,benar-benar bagus nak,ayah tidak menyangka kalau kita bisa memiliki rumah sebagus ini dilengkapi dengan perabotan yang cukup bagus."Ucap kemal dengan mata berbinar.


"Baguslah kalau ayah suka,ini aku persembahkan semuanya untuk ayah sebagai hadiah ulang tahun ayah."Ucap selvi,kemarin dia sudah memberitahunya juga dan sekarang dia hannya memastikannya lagi jika rumah itu memang milik ayahnya.


"Terima kasih nak."

__ADS_1


"Ayah,apa ayah tidak berniat rujuk kepada ibu,jadi kalau Selvi nikah terus aku dibawa suamiku ayah tinggal sama siapa?" Tanya Selvi,sebenarnya dia hannya ingin melihat reaksi sang ayah jika memang ayahnya bersedia,dia sebagai anak tidak akan melarang kebahagiannya yang terpenting hari tuanya nanti dia bisa hidup dengan layak.


"Tidak nak,ayah tidak mencintainya lagi,dan ayah tidak mau menderita lagi karna ulah ibumu,sepuluh tahun lebih ayah hidup sendiri ayah tidak pernah kesepian,aku tidak ingin menyusahkan diri sendiri lagi."Ucap kemal,dia sudah memutuskan apa pun yang terjadi dia tidak akan kembali kepada mantan istrinya itu.


Nindi keluar dari kamarnya dengan mata bengkak,kemarin dia habis berantem dengan kekasihnya,Karan pria modal pisang itu,mencuri perhiasan nindi dan menjualnya karna dia butuh uang untuk bermain judi online.Nindi benar-benar pusing memikirkan masa depannya pria yang sangat dia cintai beberapa tahun ini semakin hari semakin tidak tau terima kasih,sudah tidak ada kerja,makan tinggal makan malah semakin tidak tau diri,Nindi benar-benar kesal akhirnya dia menghubungi Selvi dan mengajaknya jumpa.


Akhirnya Nindi mengajak Selvi bertemu disebuah cafe keluarga,dia sudah lama tidak nongkrong dengan sahabatnya itu,beruntung hari ini Selvi ada waktu dan mereka bisa bertemu.


"Beb,sudah lama menungguku,maaf tadi habis membereskan rumah baru ayahku."Ucap Selvi lalu mendaratkan bokongnya di atas kursi.Selvi mengerutkan keningnya saat melihat mata bengkak Nindi dan lehernya penuh bekas kissmark.


"Ada apa dengan matamu,kamu mengajakku bertemu pasti kamu lagi ribut lagi dengan pacar benalu mu itu,sampai kapan sih Nindi kamu merubah rasa cintamu itu,kamu tau yang kamu lakukan itu salah."Ucap Selvi,sebenarnya dia bosan jika Nindi harus membahas pria tidak tau malu itu,Nindi dibutakan oleh cinta.


"Sel,kali ini aku benar-benar serius, aku ingin putus dari pacarku aku capek menghidupinya dan juga memenuhi semua kebutuhannya,dia selalu berjanji ingin mencari kerja tapi sampai hari ini dia masih menganggur."Ucap Nindi,dia cukup malu menatap wajah sahabatnya dari empat tahun yang lalu permasalahannya semua sama hannya masalah kekasihnya saja dan Selvi dari dulu sudah melarangnya tapi semua karna cinta dia bertahan dan kenyataannya pria itu tidak kunjung berubah.


"Nindi,bukankah,dari dulu aku sudah bilang lupakan pria itu,dia bukan pria baik untukmu,tapi apa kamu hannya mengiyakannya sampai hari ini kamu mempertahankan sebentar lagi kamu juga akan dijual pria itu,lihatlah dia sudah menumpang hidup dengan mu tapi apa dia malah mencuri perhiasan mu,jangan-jangan dia punya kekasih lagi."Ucap selvi dia sudah bosan memberikan pandangan kepada teman bucin nya itu tapi untuk terlahir kalinya dia mencoba memberi nasihat lagi mana tau nindi punya niat benar-benar meninggalkan kekasihnya.


Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Arya memasuki cafe bersama seorang sahabatnya,

__ADS_1


"Hai...Sudah lama kita tidak bertemu?" Selvi menoleh asal suara dan melihat Arya sudah berdiri persis dibelakangnya.


"Eh...Kamu,kebetulan sedang apa kemari? ya sudah lama tidak jumpa"Ucap Selvi,sebenarnya dia merasa risih dan kurang nyaman saat dia bertemu Arya di cafe ini.


"Kamu sudah jadi menikah dengan pria Casanova kesayanganmu itu,haha aku tidak menyangka kamu menolak cintaku hannya demi pria sampah seperti dia."Ucap Arya


"Jaga ucapan mu,kamu tidak pantas berbicara seperti itu."


"Wow,kamu marah,kamu tidak terima saat aku mengatakan Hariz pria sampah kenyataannya dia memang pria sampah,semua wanita yang mau pasti ditidurinya dia pria maniak." Selvi sudah sangat emosi mendengar semua hinaan Arya kepada Hariz,seburuk-buruknya Hariz tetapi dia masih punya sisi baiknya juga bahkan dia sudah berubah.


Nindi juga merasa heran dengan Arya dia salah menilai kepada Arya,ternyata Arya bukan pria baik seperti yang dia pikirkan.Harusnya dia tidak perlu menghina Hariz hannya karna Selvi menolaknya.


"Nindi,kita pulang aku muak dengan pria ini,aku tidak menyangka dia pria serendah itu,harusnya jika kamu menyukai wanita kamu tidak perlu menjelekkan pria lain untuk mendapat wanita itu."Ucap selvi lalu dia melangkah ingin pergi Arya langsung menarik tangan Selvi,


"Tunggu,kamu tidak bisa pergi begitu saja,kita sudah jarang bertemu."


"Lepaskan,"Selvi menjerit hingga beberapa mata mulai menatap ke arah mereka.Arya lalu menarik tangan Selvi lalu membawanya keluar dari cafe,Nindi mulai panik dia lalu mengikuti Arya dan berusaha menolong sahabatnya.

__ADS_1


"Arya...Lepaskan Selvi dari dulu dia tidak menyukaimu,jadi untuk apa kamu memaksanya lepaskan dia sekarang."Ucap Nindi.Saat Keributan terjadi diam-diam Alice menonton keributan itu,dia tersenyum sinis menunggu tontonan berikutnya.


***bersambung***


__ADS_2