
Selvi sangat kaget saat nindi menyingung soal kehamilannya,dia melupakan hal sebesar ini jika dia Hamil dia orang yang paling dirugikan.
"Nindi,bantu aku tolong belikan aku alat tes kehamilan."Ucap Selvi sambil memegangi kedua tangan nindi dan menatap mata sahabatnya itu.
"Apa yang kalian lakukan di kamar ini?" Tanya Hariz yang sudah berdiri di depan pintu dan melihat kedua aksi sahabat itu.Nindi langsung menarik tangannya dari tangan Selvi lalu meninggalkan kedua pasangan itu.
"Sel,aku pergi bentar!!!" Ucap Nindi, setelah itu dia keluar dari apertemen dan berjalan ke sebuah apotik yang tidak jauh dari tempat itu.
****
Seminggu setelah kejadian itu baik Selvi atau nindi sama-sama menjalani hidup seperti biasa mereka semakin terlihat lebih dekat saat mereka saling mengetahui masalah pribadi masing-masing.
"Nindi,nanti kita nginap di apertemen yuk bosan ni sendiri Mulu Uda hampir seminggu Hariz tidak kembali aku sudah tidak peduli kepadanya lagi,takut sakit hati."Ucap Selvi,Nindi mempertimbangkan ajakan sahabatnya,dia takut saat mereka tinggal bersama pria itu malah pulang.
"Ogah....Takut pacarmu pulang,nanti dia malah mengusirku."Ucap Nindi,Selvi hannya diam,ada benarnya yang dikatakan sahabatnya itu.
"Nindi,bagaimana hubungan mu dengan Roy?"Tanya Selvi,dia merasa ada yang disembunyikan Nindi darinya tentang Roy pacar sahabatnya itu.
Mereka sangat asik mengobrol sambil berbicara, hingga mereka tidak tau menejer sudah menatap mereka dari tadi.
"Kedua betina ini memang taunya hannya ghibah saja,pisah kalian bisa-bisa kerjaan kalian tidak ada yang beres nanti."Ucap sang menejer sedikit mulai marah,karna tidak ingin melihat pria botak itu marah akhirnya Nindi pergi ke dapur dan Selvi terus melayani tamu-tamu yang datang.
__ADS_1
Pada saat sedang asik melayani para tamu tiba-tiba Selvi melihat Hariz datang bersama wanita,kali ini wanitanya terlihat sangat cantik dan manis. Mereka terlihat begitu mesra.Hati Selvi begitu teriris melihat pemandangan itu,tapi dia tidak berhak untuk marah karna dia sadar siapa dirinya.
Selvi berusaha untuk bersikap biasa saja,dia tidak ingin terlihat sedih yang membuat Hariz merasa besar kepala.Saat dia sudah selesai melayani kedua pasangan itu,Selvi langsung pergi menuju kamar mandi dan menagis disana,dia hannya merasa dirinya begitu tidak berharga di mata pria itu.
Sudah beberapa Minggu Hariz tidak kembali ke apertemenya,Selvi hannya melihat dia satu Minggu yang lalu bersama pacar barunya itu,Selvi juga tidak peduli dengan pria itu lagi karna dia hannya pria brengsek yang tidak menghargai wanita.
****
Setelah pulang dari restoran Nindi langsung pulang ke kontrakannya karna dia merasa tubuhnya begitu melelahkan.Ingin sekali dia pulang bersama Selvi ke apartemen tapi dia merasa takut jika pria itu tiba-tiba pulang ke apertemen itu.
"Siapa yang mau jadi anti nyamuk mereka,pria itu memang cukup tampan wajar saja Selvi menyukainya,aku tau Selvi menyimpan rasa dengan pria itu,tapi sayang pria itu sangat brengsek."Ucap Selvi sambil mencari kunci dan ingin membuka pintu kontrakannya.
"Apa yang kamu lakukan di kontrakan ku ini?" Tanya Nindi sudah beberapa hari ini Roy terus mendatanginya,dia tau mungkin dia sedang ribut dengan pacarnya hingga dia datang menemuinya.
"Maafkan aku sayang,aku merindukanmu."Ucap Roy lalu mendekati nindi dan memeluk tubuh nindi dengan erat.
"Lepasin aku,kamu memang pria yang tidak punya harga diri,hubungan kita sudah berakhir jadi kamu jangan menemui ku lagi,aku sangat jijik denganmu."Ucap Nindi lalu pergi dan meninggalkan Roy di rumahnya.
"Sial,susah sekali membujuk wanita itu,padahal aku lagi butuh uang,cuma dia yang bisa di manfaatkan tapi sekarang dia mulai berubah."Ucap Roy lalu keluar dari kontrakan itu.Nindi bingung ingin pergi kemana dia takut jika Roy masih dikontarakannya.Dia sudah tidak ingin berurusan dengan pria yang tidak punya harga diri itu.
Saat itu Hariz sedang membawa mobil ingin kembali ke apartemennya, dua Minggu dia tidak kembali ke apertemen dan dia juga sudah jarang bertemu dengan Selvi wanita yang dia sendiri tidak tau apa posisi Selvi di hatinya.
__ADS_1
"Lah,bukankah wanita itu teman Selvi,kenapa dia duduk di taman sendirian,jika aku menemuinya nanti bisa-bisa dia besar kepala,lebih baik abaikan dia dan aku kembali ke apertemenku,aku sudah sangat merindukan wanita nakal itu."Ucap hariz lalu kembali menyetir mobilnya dan mengabaikan Nindi yang sedang duduk di taman sendirian.
Setelah sampai di apertemen dia melihat Selvi yang sedang berdandan sangat cantik,tidak biasanya dia berdandan cantik seperti itu.
"Mau kemana kamu?" Tanya Hariz dia masih berusaha untuk melembutkan hatinya.
"Bukan urusanmu,kita tidak ada hubungan apa pun kecuali aku punya utang kepadamu,dan aku harap kamu jangan ikut campur masalah pribadiku."Ucap Selvi acuh dia mulai menata hatinya agar tidak kecewa suatu saat nanti.
"Ingat hubungan kita tinggal sebulan lagi,aku sudah bisa menentukan jalanku dari sekarang,jika kamu bersedia ijinkan aku meninggalkan apertemen mahal mu ini,aku tidak pantas untuk tinggal di tempat ini."Ucap selvi kembali,Hariz diam seribu bahasa dia tiba-tiba tersadar ternyata dia dan Selvi sudah tinggal bersama kurang lebih lima bulan.
Hariz membiarkan Selvi keluar malam ini,Hariz benar-benar mengagumi kecantikan Selvi malam ini,dia memakai gaun yang cukup cantik,bodynya terlihat begitu jelas,siapa pun pria pasti akan tertarik dengan kecantikan Selvi malam ini.Saat Selvi keluar dari apertemen nya diam-diam Hariz mulai mengikutinya,dia ingin melihat Selvi pergi bersama siapa.
"Hah...Lagi-lagi pria itu membawa Selvi pergi,sepertinya dia tidak mengindahkan ucapan ku,lihatlah aku akan memberikan pelajaran ke padamu."Ucap Hariz,dia terus mengikuti mereka sampai akhirnya mereka sampai di sebuah hotel mewah.
Hariz terus mengikuti kedua pasangan itu,dia merasa tidak punya harga diri sama sekali,seorang pria Casanova bisa juga cemburu saat wanita yang bersamanya selama ini mulai di lirik pria lain.
Sesampainya di acara,Hariz sedikit bingung ternyata uang datang kesana harus bisa menunjukkan kartu undangan sementara dia tidak punya,dia akan di usir security jika tidak bisa menunjukkan sama sekali.
Saat akan berjalan keluar tiba-tiba dia melihat sebuah kartu undangan terjatuh,akhirnya dia masuk kedalam dengan menunjukkan kartu yang dia dapatkan.
****bersambung***
__ADS_1