Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 27 ~ Tidak terima ~


__ADS_3

Selvi sangat syok mendengar kabar jika dia tidak diijinkan kembali lagi ke kantor cabang dan yang meminta juga direktur perusahaan membuat dia sangat kecewa.Dia memikirkan ayahnya yang dia tinggalkan disana padahal semalam dia sudah memberi kabar jika dia akan kembali beberapa hari ini.Selvi bergegas meninggalkan Diwan dan pergi menemui Hariz di ruangannya.


"Apa maksudmu menahan ku di perusahan mu ini,aku tidak Sudi harus berurusan denganmu lagi dan jika kamu tidak mengijinkan aku bekerja di cabang maka aku akan mengundurkan diri dari kantormu ini juga."Ucap Selvi dan menatap Hariz dengan tajam.Sementara itu Hariz dengan tenang menatap ke arah Selvi dan dia terlihat tersenyum.


"Kamu semakin cantik saat kamu marah sayang."Ucap Hariz yang membuat Selvi semakin murka.


"Itu karna kamu sudah milikku,aku tidak membiarkan kamu jauh dari hidupku sayang."Ucap Hariz membuat Selvi semakin kesal.


"Dasar brengsek."Ucap Selvi lalu bergegas ingin meninggalkan ruangan itu.


"Aku sudah menyuruh orang untuk menjemput orang tua mu dan semua barang mu dari Surabaya."Ucap Hariz,Selvi langsung menghentikan langkahnya dia kembali menyapa Hariz dengan tatapan menghunus.


"Kamu...Kamu,bukankah aku sudah melunasi utang ku kepadamu,untuk apa kamu mengurusi semua hidupku lagi,kamu tidak ada hak untuk orang tuaku."Ucap Selvi tiba-tiba saja dia merasa kesal bercampur emosi hingga dia meneteskan air mata.


"Dasar brengsek,kamu pikir aku tidak punya harga diri hingga kamu melakukan sesukamu kepadaku."Ucap Selvi lalu keluar meninggalkan Hariz.Hariz merasa terpukul melihat wajah sedih Selvi,dia memang tidak tega melakukan itu tapi apa boleh buat dia terlanjur mencintai Selvi dan dia akan berusaha untuk mendapatkan hati Selvi kembali.


******


Dua Minggu kemudian Selvi merasa sedikit tenang karna ternyata ayahnya datang dengan selamat dia mencari rumah kontrakan yang lebih besar,ingin sekali dia membeli rumah tapi karna uangnya belum cukup akhirnya dia memutuskan mengontrak.


"Selvi kamu makan nak,ayah sudah masak nasi goreng kesukaanmu."Ucap sang ayah sambil menyiapkan semua bekal Selvi.Walaupun dia seorang pria perhatiannya melebihi seorang ibu kepada Selvi,Selvi tidak boleh berangkat kerja kalau tidak membawa bekal dari rumah yang katanya jauh lebih higenis.

__ADS_1


Selvi memandangi ayahnya yang lagi sibuk menyiapkan makanan bekalnya dia sangat bangga mendapat ayah yang begitu perhatian.


"Ayah,harusnya tidak usah mempersiapkan bekalku,toh di dekat kantor ada warung makan dan hidangannya juga sangat sehat."Ucap Selvi sambil menatap nasi goreng buatan sang ayah.


"Ink lebih bersih nak,dan kamu sehat jika makan makanan bergizi."Ucap sang ayah.Swlvi hannya bisa mengangguk lalu menghabiskan sarapannya dan berangkat ke kantornya.


"Ayah,Selvi berangkat,doakan tahun depan kita bisa beli rumah,walau sederhana jika sudah atas nama kita pasti jauh lebih nyaman yah."Ucap Selvi lalu meraih tangan sang ayah dan menciumnya sanga ayah hannya membalas dengan senyuamnnya.Dia sangat bangga memiliki anak sehebat Selvi.


Sementara itu Alice keluar dari kamar mandi sambil memegang tespack,dia menunggu hasilnya karna dia sudah telat datang bulan.


"Ini karna ulah si bajingan itu,jika aku hamil bagaimana aku menyelesaikan ini semua aku tidak mungkin menikah dengan pria bajingan itu."Ucap Alice dan hasil taspack mengatakan dia positif hamil.


"Bajingan,dia memang bajingan dia sudah membuatku Hamil."Ucap Selvi lalu melempar taspack ke dalam tong sampah dan keluar dari kamar mandi.


"Ahh,aku punya ide bukankah tiga Minggu yang lalu aku dan Hariz berhubungan aku bisa menjebaknya dengan taspack ini dan memaksanya menikahi aku,hahahah ternyata aku sangat hebat."Ucap Alice lalu berganti pakaiannya dan pergi berangkat kekantor nya.


"Hahahaha,kenapa baru ini aku mendapat ide ini,bukankah hal yang baik jika aku menjebaknya aku yakin dia akan menikahi ku secepatnya."Ucap Alice sambil menyetir dia bernyanyi mengikuti lagu yang di putar di mobilnya.


Hariz seperti biasa menyelesaikan pekerjaannya dan,memeriksa laporan para kepala keuangan,hari ini dia ada jadwal meeting jam dua belas siang makanya dia buru-buru menyelesaikan semua pekerjaannya yang sudah menumpuk.


"Sayang......Aku hamil!!!"

__ADS_1


Deg.....


Hariz menoleh ke arah pintu dan melihat Alice sudah berdiri di depan pintu dan berjalan ke arahnya.


"Sayang lihat ini,aku hamil kamu harus menikahi ku secepatnya kalau bisa sekarang lamar aku."Ucap Alice dengan wajah pura-pura takut dan juga menagis.


"Apa...apaan sih kamu kalau bicara jangan suka ngawur, kamu lupa saat itu aku mengeluarkannya di luar, dan ruangan ini ada cctv nya kamu tidak bisa menuduh seperti itu."Ucap Hariz,dia sangat berat hati bahkan merasa tidak Sudi menikah dengan wanita seperti Alice.


"Sayang,kamu tau saat kamu air mani mu memasuki setetes saja itu pun bisa jadi manusia,saat Tuhan mengijinkannya,kalau tidak percaya kita ke dokter kita tanyakan saja kepada mereka yang lebih tau."Ucap Alice dengan nada tenang dia yakin dan sangat yakin jika Hariz akan luluh dan menikahinya.


"Keluar.....Ayo keluar,aku tidak ingin melihat wajahmu di ruangan ini."Ucap Hariz lalu mendorong Alice keluar dari ruangannya.


"Itu tidak mungkin terjadi,aku tidak mau menikah dengan dia,aku hannya mencintai Selvi dia wanita yang terus hadir di hatiku."Ucap Hariz lalu dia keluar dari ruangannya dia menuruni lantai dengan menaiki lift.Saat itu Selvi juga ingin masuk ke gedung perusahan dan akhirnya mereka


"brakkkk...." Hariz menatap lalu meraih tangan Selvi dan membawanya dari kantor. Selvi berusaha melepaskan pegangan Hariz tapi tenaganya jelas tidak seimbang.Saat itu semua orang kantor melihat aksi Hariz,tidak terkecuali Alice melihatnya juga.


"Sepertinya akan ada perang dunia kedua ini,sepertinya tuan Hariz begitu mencintai Selvi,hmm kita lihat saja permainan berikutnya kwilah kita kembali kerja."Ucap mereka dan kembali ke tempat duduk masing-masing.Alice yang mendengar ucapan para kariawan semakin kesal dan emosi dia mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa kali ponsel Hariz,tapi sama sekali tidak di angkat.


[Aku akan bunuh diri bersama calon bayi kita jika kamu mempermainkan aku.] Alice langsung mengirim pesan ke Hariz berharap dia tidak melakukan sesuatu dengan Selvi.


"Biadap sejak kapan mereka sedekat itu,ini tidak bisa dibiarkan aku harus lebih serius untuk mencari cara agar menikahi ku.Bagaimana bisa bayi ini tidak punya papa nanti,jika dengan Dimas aku tidak Sudi menjadi budaknya seumur hidup "

__ADS_1


******bersambung*****


__ADS_2