
Selvi cukup senang ternyata ayahnya memang sudah tidak mengharapkan ibunya lagi,dia bukannya keberatan jika memang mereka rujuk tapi Selvi tau persis bagaimana sikap egois ibunya,dia takut saat dia sudah menikah nanti dan ayahnya tidak bisa memenuhi kebutuhannya lagi maka ibunya kembali menyakiti ayahnya seperti dulu lagi.Padahal dia sudah jelas-jelas tau ayahnya sudah tidak bisa bekerja berat lagi.
"Baguslah ayah,jangan korbankan kebahagian ayah seperti dulu,Selvi bukan melarang ayah rujuk dengan ibu,tapi Selvi takut jika ayah tidak bisa memenuhi kebutuhannya ibu akan berulah seperti dulu lagi."
"Ayah juga mikirnya gitu nak,aku tau bagaimana sifat ibu,jadi ayah tidak mau jatuh untuk kedua kalinya."Ucap kemal dengan tegas.Haruz yang mendengar obrolan kedua ayah anak itu,kini dia mengerti kenapa Selvi kurang menyukai ibunya itu karna ibunya yang memiliki sifat kurang baik.
"Sel,kita makan malam di resto aja ajak om,ini kan ulang tahunnya kita bawa sekali-kali ke tempat ramai."Ucap Hariz,Selvi tersenyum dan setuju untuk ajakan Hariz.
Akhirnya Hariz membawa mereka kesebuah restoran mewah dan memasuki kelas VIP,kemal begitu bangga ternyata pria yang dibawa anak gadisnya bukan orang sembarangan apa lagi mobilnya yang cukup mewah membuat kemal cukup bangga.Kemal hannya berharap semoga pria itu mencintai putrinya dan bersedia menikahinya juga menjadi pria yang baik buat Selvi.
*****
Alice belum terima saat Hariz malah membawa Selvi entah kemana padahal dia sudah menduga jika Selvi melakukan kesalahan maka Hariz akan mempermalukannya,nyatanya perbuatannya malah membuat mereka pergi entah kemana.
__ADS_1
"Sial memang,bukannya mereka putus malah mereka semakin dekat,sepertinya wanita itu bukan orang yang gampang di tunda,aku harus mencari cara lain untuk menghancurkannya."Ucap Alice dia terus mondar-mandir di kamarnya hingga dia tidak sadar jika Dimas sudah masuk ke kamarnya.
"Apa yang kamu lakukan disini sialan kembalikan kunci rumahku "Ucap Alice kesal,karna tiba-tiba saja Dimas sudah memeluk pinggangnya dan mencium lehernya.
"Diam dan tenang aku akan membuatmu,merasakan kenikmatan dunia malam ini,bukan kah kamu selalu menginginkan itu,kenapa sekarang ini kamu selalu perasaan menolak ku padahal saat aku menyuguhkannya toh kamu menikmatinya juga."Ucap Dimas,Alice semakin kesal,dia memang menginginkan itu tetapi bukan darinya melainkan dari Hariz pria yang sangat dia idamkan.
"Aku tidak butuh pria sampah sepertimu,kamu kaya dulu baru datang kepadaku,aku tidak Sudi melayani pria benalu sepertimu."Ucap alice semakin geram saat dimas semakin melecehkannya.
Bukannya Dimas mengehentikan aksinya,hinaan yang dilontarkan oleh Alice bagaikan cambuk kepadanya,sejenak dia begitu marah mendengar semua kata-kata Alice tapi dia tidak bisa berbuat sesuatu kecuali memberikan Alice kenikmatan seperti yang diharapkannya dulu.Dimas dengan kasar mendorong Alice ke dinding lalu ******* bibirnya dengan lembut,alice masih berusaha untuk menolak,rasanya untuk saat ini dia tidak ingin mengotori tubuhnya dari pria lain kecuali Hariz.
"Bagaimana sayang,apa kamu bisa melupakan kenikmatan yang kuberikan belum tentu ada pria lain yang bisa memuaskan nafsumu yang cukup besar itu."Ucap Dimas membuat Alice tersadar,dia cukup malu saat menyadari Dimas sedang asik memainkan kedua dadanya.
"Dasar pria sampah menjijikkan,mulutmu tidak perlu bicara,lakukan tugasmu maka aku akan membayar mu nanti,itukan yang kamu harapkan dariku,cepat brengsek puaskan aku."Ucap Alice.
__ADS_1
"Kamu memang cukup liar,tapi antara kita memang saling membutuhkan dan kamu tau di rahim mu sudah tumbuh calon anakku,itu artinya kita harus menikah."Ucap Dimas,
"Tidak Sudi aku menikah dengan pria miskin dan pemalas sepertimu,mau makan apa anakku nanti,apa pria pemalas sepertimu mampu memenuhi biaya hidupku yang cukup tinggi,apa kamu pikir kulit sehat dan glowing seperti kulitku tidak butuh biaya,rambut berkilau,dan **** ********** yang terus mengigit tidak membutuhkan biaya,mikir dong jadi pria jangan cuma mengandalkan pisang doang."Sungut Alice lalu mendorong tubuh Dimas yang menindih tubuhnya.Dimas terdiam mendengar semua ucapan Alice,dia tidak tau harus menjawab apa,semua ucapan Alice ada benarnya selama ini dia hidup hannya mengandalkan uang pemberian Alice.
"Terus bagaimana dengan anakku,mana ada pria yang mau menikahi wanita yang sudah Hamil?" Ucap Dimas,mereka akhirnya mengehentikan aktifitas panas mereka,karna tiba-tiba saja Alice kehilangan mood.
"Aku ada rencana,aku sudah punya pacar kaya raya,aku menjebak dia untuk menikahi ku,tapi sekarang ini dia didekati oleh wanita lain,kamu cari cara untuk mendekati wanita itu dan buat pria incaran ku ini membencinya,kamu harus bisa melakukannya dengan baik jika kamu ingin anakmu punya masa depan lebih baik,jangan seperti mu sampah."Ucap alice,Dimas sebenarnya tidak Sudi melakukan itu,Alice terlalu kejam menghinanya setiap saat dia hannya ingin memanfaatkan calon bayinya untuk mendapat pria kaya."
"Baiklah."Ucap Dimas dengan senyuman penuh licik.Dia sudah punya rencana untuk menjatuhkan Alice sampai ke bawah-bawahnya nanti.
Hampir sampai tengah malam Rara menunggu kepulangan kemal dan juga Hariz,dia sudah menguap beberapa kali belum lagi teras yang sangat gelap,beruntung orang-orang di gang itu tidak terlalu kepo dan mereka cendrung tidak mau tau urusan orang lain,sehingga Rara bebas melakukan apa saja tanpa ada yang curiga.
"Kemana sih mereka,coba saja tadi aku tidak terlambat pastinya aku sudah ikut bersama mereka dan makan-makan enak."Sungut Rara,sudah tidak terhitung nyamuk mati yang di kumpulkan nya untuk menghilangkan rasa bosan di hatinya.
__ADS_1
"Coba kemal bisa dengan gampang menerimaku kembali,mungkin hidupku tidak serumit ini,semoga saja dia dengan cepat mau rujuk kembali denganku,dan pria kaya itu jadi menantuku,menjadi wanita sosialita bukan cuma mimpiku lagi."Ucap Rara mengharap lebih.
****bersambung***