
Baik Selvi dan Hariz kembali ke aktifitas seperti biasa bekerja dengan setulus hati,beberapa orang mulai mencemooh bahkan menyindir Selvi secara tidak langsung,mereka menudingnya jika dengan berani mulai mencoba direktur perusahaan.
"Sel,apa kamu nga malu ingin mencoba menggoda tuan Hariz,kamu tau sebelum kamu datang ke perusahan ini nona Alice dan tuan Hariz sangat dekat,bahkan aku rasa semua orang tau jika mereka memiliki hubungan dekat,masak iya kamu yang baru datang ingin coba-coba mendekati tuan direktur."Ucap salah seorang kariawan wanita,Selvi lumayan kesal mendengar ocehan mereka,rasanya dia ingin memaki mereka semua tapi dia hannya menangapi ucapan mereka dengan senyuman.
"Lihatlah Selvi sepertinya menghiraukan ucapan kita,dia sepertinya ngotot ingin merebut tuan Hariz dari nona Alice."Ucap seseorang lagi dengan nada tinggi berharap Selvi mendengar ucapannya.Selvi yang mendengar ucapan itu hannya bisa menghela napas berat.
Selvi kembali ke mejanya rasanya dia malas untuk menyelesaikan pekerjaannya,tetapi tidak mungkin dia terus keluyuran sementara semua orang sudah terlihat sibuk mengerjakan tugas masing-masing.
"Sel,cepat selesaikan laporan ini,setelah itu antar keruangan direktur."
"Baik kak." Selvi mulai membuka berkas yang diberikan ketua timnya,ternyata itu laporan lama yang pernah dia kerjakan dan sekarang hannya memperbaiki sedikit kesalahan saja.
Saat dia sedang sibuk untuk memperbaiki laporannya beberapa wanita terlihat sibuk membicarakan seorang pria yang pergi keruangan direktur.
"Siapa pria tadi,dia terlihat sangat keren,memang direktur kita sahabatnya pasti orang hebat semua."Ucap salah satu dari gerombolan wanita itu,mereka akan selalu kepo jika kebetulan direktur kedatangan tamu.Sementara Selvi selalu tidak mau tau dengan siapa pun di perusahan itu makanya walupun dia sudah bekerja hampir dua bulan disana dia tidak punya teman dekat kecuali Diwan karna dia terlalu menutup diri dari semua orang.Setelah selesai membereskan laporannya Selvi langsung mengantar laporan keruangan direktur seperti yang disuruh ketua tim mereka.
Tok...tok..tok
"Masuk..."
__ADS_1
"Permisi tuan,saya mengantar laporan yang tuan minta semua sudah saya revisi."Ucap Selvi lalu memberikan berkas yang ada ditangannya kepada Hariz,Selvi selalu menghindari tatapan Hariz jika mereka sedang berada dikantor,dia akan pura-pura tidak kenal dengan Hariz saat mereka sedang berada di perusahan.Anto yang melihat tatapan lain Hariz kepada Selvi merasa curiga jika mereka berdua ada hubungan lain.
"Kamu suka ma tu cewek bro?" Tanya Anto setelah Selvi keluar dari ruangannya,tatapan Hariz tidak bisa berbohong sehingga anto yakin jika Hariz memiliki rasa kepada Selvi.
"Dia kekasihku!!"
"Nikahi dong,sampai kapan kamu main-main terus?"
Hariz menghela napas berat,dia selalu merasa kesal jika mengingat penolakan Selvi,dia tidak yakin jika Selvi menolaknya karna masih ingin menata hatinya sementara Hariz tau jika Selvi juga sangat mencintainya.
"Tenang saja,aku akan mengundangmu,jika kami sudah menikah,aku sangat mencintainya dia wanita yang baik."Ucap hariz.Anto hannya menanggapinya dengan senyuman.
*****
"Harusnya kamu sadar tuan Hariz sangat marah kepadamu,saat kamu berusaha mempermalukan kekasihnya kamu tidak tau kalau tuan Hariz sangat mencintai kekasihnya." Alice begitu kesal mendengar ucapan bara,
"Kamu tidak tau saja jika Hariz sudah menghamili ku ,dia harus bertanggung jawab kamu sebagai asisten tidak tau apa-apa."Ucap Alice lalu dia keluar dari ruangannya,dan berjalan meninggalkan bara memasuki ruangan Hariz.
"Hariz......Hariz...apa maksu....Alice menghentikan ucapannya saat melihat Anto yang sedang duduk di sopa dia tidak menyangka Hariz kedatangan tamu.
__ADS_1
"Bro sepertinya kamu sedang sibuk aku pergi dulu,nanti kita ketemu lagi."Ucap Anto lalu pergi,pria itu sahabat lama Hariz waktu kuliah di London,mereka sudah lama tidak bertemu karna pria itu menetap di London melanjutkan bisnis orang tuanya,dia datang berkunjung ke Indonesia karna kalanya sedang menikah.Setelah anto keluar hariz kembali kemejanya,
"Ada apa kamu datang dan menjerit dikantornya,bukankah aku sudah bilang agar kamu tidak bekerja lagi aku sudah memecat mu,aku rasa asistenku juga sudah menemui mu."
"Jadi maksudmu aku harus keluar dari perusahaan ini,Hariz apa kamu tidak mikir jika aku tidak bekerja bagaimana calon anak kita bisa minum susu,bagaimana aku bisa memenuhi segala kebutuhannya nanti kamu jangan terlalu egois kapan kamu akan menikahi ku." Alice mulai kasar dia menjerit kepada Hariz,hingga membuat pria itu kaget.
"Tidak bisa kah kamu mengurangi volume suaramu,aku muak dengan mu,menikah kamu bilang aku tidak Sudi menikah dengan wanita sepertimu."Ucap Hariz,dengan nada sinis,Alice membelakkan matanya,dia tidak menyangka akan mendengar ucapan kasar Hariz.
"Itu pasti karna wanita gatal itu,sepertinya aku harus membereskan wanita itu,kalau bukan karna dia mungkin kita sudah hidup bahagia."Sungut Alice,Hariz semakin membuka mata dia sangat bersyukur tidak jadi membuka hati kepada Alice.
Hariz mencengkram tangan Alice lalu mendorongnya keluar dari ruangannya dia semakin muak melihat sikap Alice,dia tidak menyangka jika Alice akan menjadi wanita murahan seperti itu,padahal pertama dia masuk kantor sikapnya sangat baik dan elegan hal itu yang membuat Hariz ingin membuka hati kepadanya karna pada saat itu Hariz putus atas menunggu Selvi,tapi makin kesini sikap Alice Semakin nyata terlihat kalau dia hannya wanita yang mengharapkan hartanya saja.
Alice keluar dari ruangan Hariz dengan kesal,sampai hari ini dia belum punya harapan apa-apa dari Hariz,bahkan sepertinya pria itu kukuh tidak mau menikahinya.
"Coba saja wanita itu tidak datang ke perusahaan ini,mungkin aku dan Hariz sudah menikah.ini semua Karna wanita brengsek itu,bagaimana caraku menyingkirkan itu dari perusahaan ini,sepertinya dia bukan tidak sembarangan berurusan dengannya."Sungut Alice,dia masuk keruangan nya dengan wajah di tekuk,perutnya semakin terlihat menonjol hingga dia terkadang sudah susah untuk bernafas lega.
Sementara itu Selvi melihat jam,hari sudah mulai sore hari ini dia ingin cepat pulang Karna dia memesan begitu banyak perabotan dan harus melakukan pembayaran di rumah akhirnya dia pulang setelah dia menyelesaikan semua tugasnya.
"Sel,kamu kenapa pulang buru-buru? Tanya Diwan saat dia hampir sampai di pintu keluar,Selvi menoleh kearah suara ternyata itu Diwan,
__ADS_1
"Aku ada urusan,kamu bantu aku untuk bilang kepada ketua tim dan direktur hari ini barang-barang cod ku akan datang aku ingin membayarnya karna ayahku tidak punya uang.bebera temannya tampak mulai menyindir Selvi,mereka selalu menuduhnya sebagai perusak hubungan orang,tetapi Selvi benar-benar tidak peduli.
*** bersambung***