
Alice terpaksa memanfaatkan Dimas untuk menculik Selvi,agar dia bisa meminta tebusan dari Hariz,Alice melakukan ini karna dia tidak punya cara lain lagi,dia hamil dan tentunya tidak akan bisa mencari pekerjaan lain lagi,sementara dia butuh uang untuk biaya hidupnya selama tidak bekerja dan untuk biaya persalinannya nanti.
"Semoga si tolol itu bisa berhasil kalau sampai dia gagal,bisa-bisa aku juga bakal kenal imbasnya."Ucap Alice,dia mondar mandir di kamarnya,sesekali dia mengirim pesan kepada Dimas agar melakukan tugasnya dengan hati-hati.
"Dasar singa betina,dari tadi dia terus-menerus mengirim pesan,dia hannya bisa menggangguku,dia pikir ini pekerjaan mudah."Ucap Dimas lalu dia mengatur ponselnya ke nada diam.
Selvi terlalu serius mengerjakan beberapa laporan yang diberikan oleh ketua tim nya,hingga dia tidak menyadari jika dari siang belum ada makanan sedikit pun yang masuk ke perutnya,dia juga merasa perutnya sudah mulai perih Karna tidak masuk makanan dari pagi hingga sore ini.
Selvi akhirnya memutuskan untuk keluar saat pekerjaannya sudah mulai rampung,dia melihat sekelilingnya yang sibuk mengerjakan tugas masing-masing.Saat hendak keluar tidak lupa dia mengambil ponselnya lalu memeriksa beberapa pesan yang masuk
[ Sayangku,jangan lupa makan,biar ada tenaga,nanti malam kita ke apertemenku ya sayang,kangen banget tidur di pelukanmu.]
Bibir Selvi tersenyum lebar saat dia membaca pesan yang dikirim oleh Hariz,tidak lupa Selvi membalas pesan itu.
[ Iya cinta,I love you muach.]
Selvi langsung membalas pesannya,lalu berjalan keluar dari gedung perusahan menuju cafe yang ada di sebrang jalan.Selvi berjalan melewati sebuah mobil yang berwarna silver,dia tidak curiga sedikit pun,dia melewati dengan santai
__ADS_1
"Brak..." Selvi sangat kaget saat tiba-tiba pintu mobil di dorong dengan keras mengenai tubuh Selvi hingga dia terjatuh ke tanah.Selvi sedikit pun tidak merasa curiga,dia hannya mengira semuanya kebetulan saat itu Dimas keluar dari pintu mobil sebelah dengan membawa sapu tangan yang sudah di baluri bius.Dimas memanfaatkan waktu dia,saat Selvi berusaha berdiri dimas langsung membekap mulut Selvi hingga dia tidak sadarkan diri.Dimas dengan sigap memasukkan tubuh Selvi kedalam mobil dan menutup pintu mobilnya sebelum ada yang curiga atas aksinya itu.
Dimas sangat bangga akhirnya hari ini dia bisa melakukan sesuatu yang bisa membuat Alice bangga kepadanya,dia berharap ada orang yang membayar tebusan mahal kepada wanita yang ada disebelahnya,agar dia dan Alice bisa hidup bahagia.Tidak lupa Dimas mengikat dan melakban mulut Selvi agar saat dia terbangun dia tidak menimbulkan keributan.
"Wanita ini cukup cantik,emang orang tuanya kaya,hingga Alice menyuruhku mencurinya,apa orang tuanya mau membayar mahal wanita ini?" Dimas bertanya-tanya dia sangat berharap aksinya tadi tidak ada yang melihat.
Sesampainya di halaman rumah Alice,dimas langsung membuka gerbang lalu memasukkan mobilnya,setelah itu dia menutup pintu dengan rapat dan juga dia tidak lupa melihat keadaan sekelilingnya sebelum dia membawa tubuh Selvi kedalam rumah.
"Aarrgg badannya terlihat kurus,tapi kok bisa seberat ini ya!! "Dimas mengangkat tubuh Selvi karna dia tidak kuat akhirnya dia meletakkan Selvi lalu menyeretnya sampai kedalam rumah.
"Sayang,lihat aku sudah membawa wanita yang sudah merusak kebahagian mu." Ucap Dimas,Alice langsung keluar dari kamar dia akhirnya sangat bahagia Karna dimas akhirnya berhasil membawa Selvi ke rumahnya.
"Lama juga ni cewek sadar sayang,hampir satu jam dia belum juga sadar."Ucap dimas saat dia sudah selesai mengikat seluruh tubuh Selvi.
"Plaaakkk....Sadar kamu biadap,kamu merusak semua rencana ku yang sudah tersusun rapi." Alice mendaratkan tamparan kasar di wajah Selvi hingga meninggalkan bekas di wajah putih Selvi.Saat itu Selvi mulai merasakan sakit di area tubuhnya dan juga wajahnya dengan pelan-pelan dia membuka matanya dan dia cukup kaget saat menyadari seluruh tubuhnya sudah diikat.
"Apa....Apaan ini,lepaskan aku!!!" Selvi memekik,dia sangat kaget melihat keadaanya yang terikat,saat itu Alice langsung mendekatinya dan mencengkram wajahnya dengan kasar.
__ADS_1
"Lepaskan kamu bilang bajingan,ini balasan kepadamu karna sudah berani mencoba-coba berurusan denganku."Ucap Alice lalu melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar.
"Apa yang kamu lakukan kepadaku,kamu melakukan ini apa karna Hariz lebih memilihku,kamu memang wanita kotor,dia sudah lama mencintaiku dan aku pun demikian kenapa kamu lakukan ini kepadaku,lepaskan aku." Ucap Selvi dia meronta-ronta berusaha untuk melepaskan ikatan di seluruh tubuhnya.
"Plaakk...Berani sekali kamu membentak ku,kamu tidak sadar saat ini juga aku bisa membunuhmu lalu melempar tubuhmu kelaut,kamu sudah menghancurkan seluruh harapanku." Ucap Alice,Selvi terdiam dia merasakan sakit yang luar biasa saat Alice menamparnya berulang kali.Bahkan dia merasakan darah keluar dari hidungnya,tapi dia tidak bisa membersihkannya karna tangannya sedang di ikat.
Akhirnya Selvi hannya bisa pasrah,dia tidak tau tujuan Alice menahannya di ruangan itu.alice sangat puas melihat wajah Selvi yang berantakan tetapi satu hal yang membuat Alice semakin jijik kepada Selvi adalah saat Selvi terlihat tenang dan tidak ketakutan.
Dimas menikmati segelas kopi,dia tidak mau ikut campur urusan Alice dan juga Selvi,sekarang dia hannya berharap semoga rencana Alice mendapatkan uang yang banyak bisa berhasil tanpa ada masalah apa pun.
"Dimas ambilkan aku air satu ember!!" tiba-tiba Alice menjerit dari gudang,Dimas langsung bergegas ke kamar mandi dan mengambil air lalu menyerahkannya kepada Alice.
"Burrhhh,Aku ingin menyiram mu,agar aku tidak semakin emosi melihat wajah mu itu,aku tau kamu itu wanita licik,kamu diam-diam tapi hatimu melwan ku." Selvi mengabaikan semua ucapan Alice kini dia semakin sadar jika cinta Alice begitu besar kepada Hariz hingga dia nekat menculiknya lalu menghajarnya.
Alice mengambil ponselnya lalu mengambil beberapa gambar Alice dia ingin mengirim gambar itu kepada Hariz sebagai ancaman agar pria itu memberikan uang kepada mereka.
"Apa yang kamu lakukan,lepaskan aku belum puas kamu memukulku dan juga menyiram seluruh tubuhku? Apa lagi yang kamu inginkan." Ucap Selvi,dia tidak kepikiran sama sekali jika dia dijadikan tawanan untuk mendapatkan rupiah dari Hariz.
__ADS_1
"Kamu diam dan nikmati pelajaran lain yang akan kuberikan kepadamu."
****bersambung***