
Hariz sangat panik saat membaca pesan yang dikirim kepadanya,pikirannya sangat frustasi hingga dia tidak bisa berpikir secara jernih.
"Siapa yang tega melakukan ini kepada Selvi,apa mungkin Selvi punya musuh,itu tidak mungkin karna dia sudah lama meninggalkan kota ini,tidak mungkin dalam waktu singkat dia punya musuh." Hariz bingung harus melakukan tindakan apa pun.
"Alice....Apa mungkin wanita itu yang melakukan' ini karna Selvi bukan tipe orang yang punya musuh...Alice aku harus menyelidikinya." Ujar Hariz lalu dia membersihkan diri dan berangkat kekantor nya.
"Sepertinya aku harus melakukannya dengan hati-hati aku takut si penculik itu nekat kepada Selvi." Hariz mengambil ponsel lalu mencoba menghubungi se penculik tapi sayang dia selalu menolak panggilan dari Hariz.
[ Jangan pernah menyentuh Selvi,aku tau kamu siapa cepat katakan apa yang kamu butuhkan.]
Hariz mengirim pesan,sambil menyetir mobil,dia sangat yakin jika ini semua ada hubungannya dengan Alice.Sesampainya dikantor Hariz langsung menghubungi asistennya dan menyuruh menemuinya di ruangannya.
Tok....tok...tok
"Masuk"Bara sedikit heran melihat penampilan Hariz pagi ini,tidak biasanya Hariz berantakan seperti itu,tapi dia enggan bertanya kepada pria yang sudah lama menjadi bosnya.
"Ada apa tuan?"
"Selvi hilang?" Ujar Hariz,hingga membuat bara kaget,dia sedikit tidak percaya tetapi melihat penampilan tuannya hari ini dia bisa mempercayainya.
"Hilang bagaimana tuan? tidak mungkin wanita dewasa bisa hilang!" Ucap bara mengatakan ketidak percayaan ya.
"Jadi kamu pikir aku bercanda?" Tanya Hariz menatap sinis kepada bara,membuat nyali asisten itu seketika ciut.
"Ti..tidak tuan,aku percaya,bagaimana tuan bisa tau jika Selvi menghilang,atau mungkin dia sedang pergi." Ucap bara dia merasa gugup karna melihat tatapan tuannya yang sangat bengis.
__ADS_1
"Seseorang mengirim pesan kepadaku,sekarang hentikan tugas kantormu selidiki Alice,aku curiga kepada wanita itu karna hannya dia yang selalu membenci Selvi." Ujar Hariz,tampa menunggu lama bara keluar dari ruangan Hariz setelah dia pamit.
Sementara itu orang-orang kantor,apalagi Diwan merasa panik karna nomor ponsel Selvi yang tidak aktif,belum juga dia tidak tau alamat rumah sahabatnya itu.
"Kenalan sih Selvi,aku khawatir dengannya!!" Ucap Diwan,dia terus mencoba menghubungi nomor Selvi tetapi tetap diluar jangkauan.
"Alahh...Lebay amat kamu,paling-paling dia pergi sama pacarnya,dia kan wanita murahan,nona Alice saja keluar dari perusahan ini karna ulah wanita pelacur itu." Ucap salah seorang kariawan wanita membuat emosi Diwan langsung naik.
"Mulutmu sepertinya minta jarum,tidak bisa kah kamu menjaga ucapan mu itu,sekarang temui HRD urus surat pengunduran dirimu,sampah sepertimu tidak pantas bekerja di perusahan ku ini!!!!"Ucap Hariz yang tiba-tiba sudah berdiri di ruangan mereka,seketika semua kariawan menoleh ke arah suara itu dan mereka sangat kaget,
"Maaf....maafkan aku tuan,aku tidak tau jika tuan di ruangan ini."Ujar kariawan itu dengan wajah merah padam,dia tidak pernah menduga jika tuan yang sangat mereka segani sudah berdiri di hadapan mereka.
"Keluar....Aku tidak butuh kariawan sepertimu,mulut mu persis seperti orang yang tidak punya pendidikan sedikit pun."Hariz membentak kariawan wanita itu,dengan langkah ketakutan dia keluar dari ruangannya.
Semua kariawan tampak ketakutan,mereka belum pernah melihat tuan mereka sebegitu marahnya apalagi hannya karna membela seorang kariawannya.Mereka langsung mengambil posisi masing dan mulai menyibukkan diri,mereka takut jika nasib mereka sama dengan kariawan wanita yang barusan dipecatnya.
"Sa....Saya...Tuan?" Tanya Diwan memastikan,suaranya sangat gemetaran.Hatuz langsung membalikan tubuhnya lalu menatap Diwan,
"Menurutmu,siapa lagi telingamu masih berfungsi dengan baik kan?"Tanya Hariz lalu meninggalkan ruangan itu karna dia sudah sangat kesal disana.Padahal tadi dia memasuki ruangan itu hannya ingin memanggil Diwan sekaligus melihat Selvi,karna dia takut ada seseorang yang mengerjai dia.
"Ternyata dugaan ku salah,ternyata benar Selvi sedang ada masalah,aku kira Poto itu hannya editan orang-orang hebat.Sel,aku akan segera menyelamatkanmu."Ucap Hariz sambil memijat keningnya,tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya dengan cepat dia membuka lalu membacanya.
[ Siapkan uang tebusannya sebesar seratus lima puluh juta maka kekasih mu ini akan ku lepaskan hari ini juga .]
Hariz sangat kaget,dia semakin yakin jika pelakunya adalah Alice yang dendam kepadanya dan juga selvi.
__ADS_1
[ Aku akan memberikan permintaanmu ayo kita bertemu,kamu menculik Selvi karna butuh uang atau karma ada motif lain?]
Sementara itu bara dan ketiga orang bayarannya dengan cepat langsung menuju alamat Alice,dia meminta data-data mengenai wanita itu.Sesampainya disana mobil yang biasa Alice pakai terlihat parkir di depan rumah,mereka meninggalkan mobil mereka jauh dari rumah Alice dan pelan-pelan mendorong pintu pagar karna kebetulan terbuka.
"Lakukan dengan hati-hati,aku akan mencoba mengalihkan perhatian wanita itu."Ucap bara,orang-orang suruhan ya dengan cepat pergi kebelakang melalu samping rumahnya.
Ting ...tong.....Ting....tong.
Bara terus menekan bel rumah,lama bara menunggu hingga akhirnya dia mendengar langkah kaki mendekati pintu.Alice cukup kaget karna melihat musuhnya dikantor sudah berdiri di hadapannya.
"Apa yang kamu lakukan di rumahku,dari mana kamu tau alamatku?" Tanya Alice,wajahnya terlihat pucat,bara semakin percaya kepada tuannya jika Alice menculik Selvi.
"Apa aku tidak dipersilahkan masuk.Tuan Hariz menyuruhku menemui mu dan meminta mu kembali ke perusahan.Dia sangat menyesali sikapnya yang kurang dewasa kemarin."Ucap bara berbohong Mendengar ucapan bara yang cukup menyakinkan Alice mempersilahkan bara masuk kerumahnya.Saat masuk kedalam rumah,bara menyapu seluruh ruangan itu dengan tatapannya.
"Alice,aku bisa numpang kamar mandi dari tadi aku sudah kebelet." Ucap bara berbohong.
"Silahkan kamar mandi ada dibelakang!" Ucap Alice Tampa curiga,dia sedikit terlena dengan ucapan bara hingga dia tidak mencurigai gerak-gerik bara.Dengan langkah buru-buru bara pergi ke belakang lalu membuka pintu dan membiarkan kedua pria suruhannya masuk.Bara sedikit gemetaran,dia takut jika ada orang lain yang membantu Alice.Kedua pria itu langsung berlari ke arah salah satu kamar dan kebetulan tidak terkunci.Bara sangat bersyukur karna rumah Alice cukup kecil dan sangat mudah untuk di jangkau.
"Apa yang kamu lakukan di pintu ini,kamar mandi ada disebelah sana." Ucap Alice yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakangnya.
Deg...
Jantung bara hampir saja copot,dia sama sekali tidak mendengar langkah kaki Alice yang ternyata sudah ada di belakangnya.
"Aa....Aaa..Aku kira kamar mandi berada disini."Ucap bara,beruntung Alice tidak curiga kepadanya.Lalu dia pura-pura ke kamar mandi agar Alice tidak curiga.
__ADS_1
****bersambung*****