
Selvi dan Hariz saling menatap, entah siapa yang lebih dulu tiba-tiba saja kedua bibir mereka sudah saling *******,Hariz terus mencium dan tidak melepaskan ciumannya hingga Selvi terbuai menikmati indahnya ciuman yang diberikan oleh Hariz.
Mereka terbuai hampir sepuluh menit,Selvi akhirnya tersadar saat Hariz menurunkan bibirnya ke area lehernya,dia semakin terbuai saat tangan Hariz singgah dia antara kedua gunung kembarnya.
"Le...paskan....aahh."Selvi mendesah membuat Hariz semakin bergairah dia tidak melepaskan kedua tangannya dia terus mempermainkan kedua pucuk gunung kembar Selvi membuat Selvi semakin tidak bisa menahan gairahnya.Tampa sadar Selvi mengarahkan tangan Hariz ke perutnya hingga dia semakin mendesah,sudah beberapa tahun dia menahan hasrat seperti ini,dia hannya bisa membayangkan kenikmatan seperti ini dan hari ini dia bisa menikmatinya kembali bersama pria yang sangat dia rindukan.
Hariz mengangkat tubuh Selvi ke atas sopa ,Hariz mempermainkan milik Selvi hingga dia benar-benar tidak bisa menggambarkan kenikmatan yang diberikan oleh Hariz kepadanya.Selama saat dia sedang menginginkannya dia hannya bisa membayangkan Hariz mempermainkan miliknya dan malam ini ternyata keinginannya terwujud.
"Sayang apa kamu sangat menikmatinya?" tanya Hariz,Selvi sangat malu dia membuang wajahnya dia tidak mampu menatap wajah hariz tapi dia tidak munafik dia memang sangat menikmatinya.Hariz kembali ******* bibir Selvi dan mulai membuka semua pakaian yang dikenakan oleh Selvi dan melemparnya ke lantai mereka menikmati permainan sampai hampir tengah malam hingga Selvi benar-benar tidak kuat.
"Sabar sayang,aku akan mengakhirinya."Ucap Hariz lalu mendorong dan mendorong hingga akhirnya dia mencapai batasnya.Dia terjatuh kesamping Selvi dan memeluk tubuh Selvi dengan sangat erat.
"Terima kasih sayang,karna malam ini kamu memberikan kembali tubuhmu kepadaku,."Ucap Hariz untuk sesaat dia melupakan masalahnya dengan Alice dia sengaja mengeluarkan benihnya di tubuh Selvi berharap wanita itu bisa hamil anaknya.Saat mereka sedang asik dalam pikiran masing-masing tiba-tiba perut Selvi berbunyi menandakan dia kelaparan.
"Kamu lapar sayang?" Tanya Hariz lalu menaikkan kepalanya dan melihat Selvi yang sedang pura-pura tidur.Dia sangat malu untuk bertatapan dengan Hariz tapi dia sangat jujur jika dia sangat menikmati permainannya dengan Hariz.
Empat tahun kurang lebih Selvi menahan segala godaan dari pria,begitu banyak pria yang menaruh hati kepadanya tapi dia menolak dengan halus karna dia takut pergaulannya melebihi beras.Saat ini Selvi menyadari jika apa yang dilakukannya memang juga sangat lah berdosa tapi setidaknya dia hannya melakukan dengan satu pria dan itu adalah pria yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Selvi memang masih takut dan trauma akan sifat Hariz dulu tapi entah kenapa dia sangat berat untuk melupakan pria itu,dan dia sudah pikirkan jika Hariz memang mencintainya dengan tulus dia akan menerima pria itu kembali dalam hidupnya.
"Sayang,apa kamu lapar aku akan memesan makanan jika kamu lapar?" Tanya Hariz membuatkan lamunan Selvi,
"Iya ,aku ingin makan."Jawab Selvi.Haruz lalu mengambil ponsel dan membuka aplikasi pesanan makanan online sayangnya tidak ada yang buka di tengah malam seperti ini.
"Sayang bagaimana ini semuanya tutup,bagaimana jika kita ke restoran 24 jam saja."Ucap Hariz,Selvi sekilas memikirkan tapi mengingat tubuhnya yang sangat lelah dan area sensitifnya yang sangat sakit akhirnya dia menolaknya.
"Aku sudah malas,lebih baik kita tidur saja."Ucap Selvi lalu menarik selimut dan menutup tubuhnya dia memasang AC yang sangat kencang agar dia tidak kepanasan.Hariz sangat tidak tega melihat Selvi akhirnya dia memutuskan untuk keluar sendiri dan mencari restoran yang masih buka.
Hariz tersenyum lebar saat dia mengingat wajah Selvi yang menikmati permainannya.Dia tidak menyangka Selvi bisa sehebat itu sekarang.
"Tubuhnya tetap seperti dulu,dia memang wanita yang sangat polos,bahkan tubuhnya hannya diberikan padaku kesuciannya diberikan kepadaku juga aku semakin mencintainya."Ucap Hariz,lalu dia memasukkan mobilnya dan menaiki apertemenya dengan buru-buru.
"Sayang bangun aku sudah membawa makanan untukmu,ayo bangun."Ucap Hariz dia menguncang-guncang tubuh Selvi tapi dia terlihat tidur dengan sangat pulas.
"Sayang....Bangunlah perutmu bunyi terus sayang."Ucap Hariz kembali dan Selvi mulai membuka matanya yang sangat berat.
__ADS_1
"Aahhh....Aku sudah malas makan,aku capek mau tidur."Ucap Selvi dengan suara khas baru bangun tidur.Hariz langsung mengangkat tubuh Selvi dan membawanya keruang tamu lalu dia membuka semua bungkusan makanan dan mulai menyuapi Selvi.Selvi menerima setiap suapan yang diberikan oleh Hariz dia menikmatinya hingga pelan-pelan matanya mulai terbuka lebar dan rasa kantuknya berangsur-angsur hilang.
"Kamu nga makan?" Tanya Selvi karna dia melihat Hariz yang begitu telaten menyuapinya.Hariz mengabaikan pertanyaan, dia terus pokus menyuapinya Selvi merasa tidak enak akhirnya Selvi mengambil sendok dari tangan Hariz dan gantian,dia menyuapi Hariz hingga akhirnya mereka menyelesaikan makan malamnya.
Hariz duduk di sopa sambil menyadarkan tubuhnya lalu meraih kepala Selvi dan membuat Selvi tidur dipangkuannya.Dia mengelus rambut Selvi dan entah kenapa tiba-tiba gairahnya kembali memuncak mungkin karna gesekan tubuh Selvi di bagian sensitifnya membuat dia ingin melakukannya lagi.
Dia meraih bibir Selvi dan kembali mendaratkan ciuman di bibir merah mudah milik Selvi,Selvi hannya bisa mendesah kecil saat Hariz mulai menyentuh dadanya apalagi dia hannya memakai lingerie hal itu menambah kesan menggoda bagi Hariz.
Sejenak Hariz melupakan semua masalahnya dengan Alice dia terlalu bahagia malam ini bersama wanita yang sangat dia rindukan beberapa tahun ini.Bahkan dia melihat Selvi yang tidak menolak setiap sentuhan yang dia berikan.
"Sayang,aku takut hamil."Ucap Hariz menyadarkan Hariz dari permainannya dia menghentikan semua aktifitasnya lalu menatap wajah Selvi yang sudah merah merona.
"Aku sangat mencintaimu sayang,kamu bisa percaya atau tidak sejak kamu pergi empat tahun yang lalu aku sudah berhenti dari tabiat buruk ku."Ucap Hariz.Selvi menatap wajah Hariz dia takut jika ada kebohongan di wajah pria itu tapi dia melihat hannya ada kejujuran.
"Terus Alice siapa dia?" Tanya Selvi dia sebenarnya malu menanyakan hal itu tapi dia tidak mungkin membiarkan wanita itu mengambil Hariz darinya.Hariz diam dia hannya menghela napas panjang dia tidak tau harus mengatakan apa kepada Selvi.
*****bersambung***"
__ADS_1