Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 16 ~ Rencana masa depan ~


__ADS_3

Hari ini selvi menerima transperan gaji,lalu dia memeriksa saldo tabungannya dia tidak pernah mengambil gajinya kecuali untuk biaya untuk ayahnya yang sudah di jatah setiap bulannya.Saat dia menerima SMS banking dia terlihat tersenyum.


"Ternyata tabunganku sudah lumayan,semoga dengan uang segini aku bisa memulai hidup baru nanti."Selvi bergumam dalam hati.


Dia sudah merancang masa depannya setelah perjanjiannya sudah selesai dengan Hariz dia memutuskan untuk pindah dari kota ini bersama ayah tercintanya.Dia ingin kuliah dan memulai kehidupan baru di kota yang sudah dia rencanakan.


Baik Selvi dan Hariz mereka semakin jarang bertemu karna Selvi selalu berusaha menghindar dari Hariz.Dia terkadang lebih banyak menghabiskan waktu di kontrakan Nindi,dari pada di apertemen nya Hariz.


"Jadi kamu Uda pikirkan bulat-bulat jika kamu ingin meninggalkan kota ini sel?" Tanya Nindi,dia merasa sangat sedih karna ini terakhir mereka kerja bersama Selvi sudah memberikan surat pengunduran dirinya kepada menejer dan sudah di ACC.


"Iya,mau gimana lagi Nindi,aku ingin merubah hidupku,semoga suatu saat aku dapat pria baik-baik dan mau menerimaku apa adanya saja."Ucap Nindi mereka memasuki gang kontrakan Nindi.Sebenarnya Nindi ingin sekali ikut bersama Selvi pindah ke kota S tapi dia tidak mungkin mengusahakan Selvi baginya.


"Semoga kamu bahagia beb,aku sangat sedih kehilangan sahabat sebaik kamu."Ucap Nindi dan memeluk sahabatnya itu.Dia meneteskan air mata mengingat semua kenangan mereka dahulu.


Setelah lama mereka merayakan perpisahan, Selvi keluar dari kontrakan nindi lalu kembali ke apertemennya Hariz.Hari ini dia memutuskan untuk keluar dari apertemen itu juga karna waktu mereka hannya tinggal besok.Selvi sudah putuskan untuk keluar malam ini dan berpamitan kepada pria yang sudah menggoreskan luka yang banyak kepadanya.


Selvi mulai mengeluarkan semua pakaiannya dari lemari,lalu memasukkan semuanya kedalam koper yang cukup besar.Dia melakukannya dengan sangat teliti karna dia tidak ingin ada satu barang pun miliknya tinggal di dalam apertemen itu.

__ADS_1


"Kamu ngapain?" Selvi sangat kaget karna tiba-tiba Hariz sudah berdiri di depan pintu.Sebenarnya dia ingin mengabaikan pria itu tapi mengingat ini terakhir kalinya mereka bertemu akhirnya dia menjawab pria itu walau dengan nada yang pelan.


"Menyusun semua pakaianku kedalam koper,malam ini aku keluar dari apertemen tidak kah kamu tau jika perjanjian kita berakhir besok."Ucap Selvi.Hariz benar-benar kaget dia tidak menyangka waktu perjanjian mereka sudah habis.Dia tidak bisa berbicara apa pun,ada rasa sedih di dalam hatinya karna selama enam bulan dia terus-terus menyakiti Selvi.


"Kamu mau kemana?"Tanya Hariz ingin sekali dia melarang Selvi untuk meninggalkan apertemen itu,selama ini dia selalu bersemangat untuk pulang karna dia tau Selvi akan menunggunya.


"kamu tidak berhak untuk bertanya apa pun kepadaku lagi,karna seluruh utangku sudah terbayarkan,aku minta maaf jika selama ini aku banyak salah kepadamu,semoga kamu menemukan kebahagian nantinya."Ucap Selvi lalu mulai menarik kopernya untuk meninggalkan pria itu.


"Tunggu,tuliskan nomor rekening mu,aku akan membayar pesangon mu selama bekerja di sini."Ucap Hariz sambil memberikan sebuah buku kecil dan sebuah pena.Selvi menerima dengan ikhlas,dia menganggap ini sebagai tunjangannya selama bekerja.Setelah itu Selvi menyeret kopernya lalu keluar tampa mengucapkan apa pun kepada Hariz.


"Selvi....Aku minta maaf jika aku sudah banyak menyakitimu,aku tidak menyangka waktu enam bulan bersamamu bisa membuatku sangat kehilangan saat kamu sudah pergi."Ucap Hariz dia menghidupkan tokonya lalu mulai menghisap dan membuang sampah rokok sembarang di lantai.


Setelah sampai di rumahnya Selvi langsung meletakkan semua pakaiannya dan mulai menyiapkan makanan di meja,tadi dia sengaja membeli makanan yang banyak agar dia bisa menikmati bersama ayah tercintanya.


"Nak,kenapa bawa pakaian yang banyak."Tanya sang ayah,tidak biasanya putri kesayangannya itu membawa baju sebanyak itu jika sedang mengunjunginya.


"Yah,Selvi sudah keluar dari kerjaan,aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah yah,aku ingin masa depan kita lebih baik lagi "Ucap Selvi,dia tau jika sang ayah akan selalu mendukung apa pun keputusannya.

__ADS_1


"Nak,ayah sangat bangga kepadamu,maafkan ayah karna tidak bisa membahagiakanmu,tapi jika kamu melanjutkan sekolah kita tidak punya uang nak,maafkan ayah."Ucap pria tua itu,dia merasa sangat bersalah kepada putrinya karna tidak bisa membahagiakannya.


"Sudahlah ayah,Selvi sudah punya tabungan yang cukup,dan kita akan pindah dari kota ini ayah."Ucap Selvi,walaupun ayahnya sedikit keberatan Selvi tidak menghiraukannya,baginya yang terpenting dia bisa sekolah dan bisa mencari pekerjaan lebih baik lagi nantinya.


Setelah menyelesaikan semua urusan dan surat-suratnya akhirnya Selvi membawa ayahnya pergi meninggalkan kota J dan berangkat ke kota S.Disana dia memulai hidup baru,dia mulai kuliah sambil kerja.Dia sangat menikmati kehidupannya selama di kota S.


Sementara itu hidup Hariz benar-benar berubah,semenjak Selvi meninggalkan dirinya dia merasa kehidupannya sangat hancur.Hariz benar-benar merubah dirinya,dia memutuskan hubungannya dengan Bella dan semua wanita-wanita yang dekat dengannya.Berulang kali dia menemui nindi untuk menanyakan posisi Selvi tapi nindi juga benar-benar tidak tau.


"Selvi,kemana aku harus mencari mu,semenjak kehilanganmu aku merasa tidak memiliki gairah hidup,maafkan aku sel,jika sikapku sudah membuatmu terluka."Ucap Hariz sambil menikmati beberapa minuman beralkohol.Sudah beberapa tahun Hariz menghabiskan waktu dengan mabuk-mabukan bahkan terkadang pekerjaannya terbengkalai karna dia selalu terlambat ke kantor,bahkan beberapa cabang perusahaannya mulai bangkrut karna ulahnya.


Bara sebagai sekretaris sudah melakukan segala cara untuk mencari keberadaan dari Selvi,tapi dia sama sekali tidak tau kemana wanita itu pergi hingga dia tidak bisa menemukannya.Dia sangat takut jika Hariz akan mati sia-sia dan perusahannya hancur begitu saja.


"Tuan,berhenti minum anda sudah mulai mabuk!!" Ucap bara, lalu memunguti semua sampah dan botol minuman yang berserakan di lantai apertemen.


"Hahaha....!!! Selvi,kemana kamu pergi aku akan menemui mu dan membawamu maafkan aku."Ucap Hariz ucapannya sudah mulai merancau." Hal seperti itu akan terus berlangsung sampai dia tidak sadarkan diri,terkadang dia akan menagis kencang atau menjerit menyebut nama Selvi.


****bersambung***

__ADS_1


__ADS_2