Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 33 ~ menggelikan ~


__ADS_3

Alice sangat marah kepada bara yang sudah berani melecehkannya di ruangan itu,tapi itu dilakukan bara Karna dia memang sudah sangat marah kepada Alice yang terus merendahkan harga dirinya.


"plak......Dasar bajingan,aku akan melaporkan mu ke polisi karna sudah berani melecehkan aku,dasar binatang kamu."Ucap Alice.Dia melayangkan tamparan ke wajah bara karna dia begitu kesal.Alice langsung keluar dari ruangan itu dan kembali keruangan Hariz,


"Brakkkk....."


Suara hentakan pintu membuat Hariz begitu kaget dia menatap ke arah Alice.


"Sayang.....Lihat asistenku dia sudah berani melecehkan ku,aku tidak terima diperlakukan seperti itu.Hiks....hiks...hiks.."Ucap Alice lalu mendekat kearah Hariz.Hariz yang sudah semakin kesal akhirnya keluar dari ruangannya dan menemui bara ke ruangannya.


"Bara,urus wanita itu aku tidak mau masuk jika aku sudah kembali keruangan ku dia masih berada disana."Ucap Hariz.Lalu dia pergi meninggalkan tempat itu karna kepalanya pusing mengurusi Alice yang sangat menyebalkan.


Sementara itu,Selvi menatap layar ponselnya,dia sedang memeriksa saldo tabungannya di bank karna dia akan segera melunasi kekurangan uang untuk membayar rumah yang sudah di dibeli nya.Dia ingin mempersembahkan rumah itu kepada ayahnya sebagai hadiah ulang tahunnya besok malam.


"Sepertinya ini cukup,aku akan segera berangkat kesana dan melunasinya."Ucap Selvi,dia bergegas meninggalkan ruangannya karna pekerjaan nya sudah selesai.


"Mau kemana itu si tengik,semakin hari dia semakin merajalela apa karna dia dipilih direktur di perusahan ini dia bisa melakukannya dengan sesuka hati."Ucap salah seorang kepala pengawas dari awal dia memang tidak menyukai Selvi tapi dia tidak pernah menunjukkannya.

__ADS_1


"Biarin saja,bukankah pekerjaannya sudah selesai."Ucap Diwan membela Selvi, dia memang selalu jadi pembela jika ada orang yang ingin menjatuhkan sahabatnya itu.Saat hariz keluar dari lift dia melihat Selvi yang terburu-buru menaiki taksi dan meninggalkan perusahan,Hariz menatap dan penuh tanda tanya.Hariz mengambil ponselnya lalu menghubunginya tapi tidak di angkat karna Selvi memasang mode diam.


[ Sayang kamu mau kemana biar ku antar turun sekarang dari taksi ] Hariz menunggu jawaban dari pesannya tadi Selvi sama sekali tidak mengangkatnya membuatnya semakin kesal.


Selvi menemui pemilik ruko,lalu melakukan transaksi terakhir yaitu pembayaran sisa uang pembelian rumah.


"Pak,terima kasih karna sudah memperbaiki semua kekurangannya,semoga rumah ini membawa berkah buat ayahku dan dia semakin sehat nanti di rumah ini."


"Kamu anak yang cukup berbakti nak,bapak bangga sama anak yang mau membahagiakan orang tua."Ucap pemilik rumah setelah itu Selvi menandatangani semua surat-suratnya lalu menerima kunci dari sang pemilik rumah.


Setelah pemilik rumah pergi Selvi membuka rumah,lalu dia kembali memasuki rumah dan rencananya hari ini juga dia ingin membeli semua perabotan rumah karna dia masih memiliki sedikit tabungan.


"Ada apa dengan pria itu,apa dia melihatku tadi keluar ahh biar saja,nanti jika dia ikut kesini urusannya jadi ribet aku ingin melakukan semuanya tanpa bantuan siapa pun."Ucap Selvi lalu memesan taksi online dan kembali kerumah ayahnya.


Saat Selvi sampai di halamannya dia melihat sepeda motor yang tidak dia kenali parkir di halaman rumahnya.Dia sedikit kaget siapa gerangan tamu ayahnya,sementara dia tau ayahnya bukan orang yang suka bergaul sembarangan dia cukup baik menjadi seorang ayah bahkan dia melakukan apapun untuknya dari dulu.


"Ayah....."Panggil Selvi dan dia sangat kaget saat melihat wanita yang sangat dikenalinya wanita yang sudah lama pergi dari hidupnya meninggalkan dia dan ayahnya dengan sejuta rasa kecewa.Dia ingatannya Selvi masih terukir saat wanita itu menghina ayahnya,berbagai kata hinaan dia lontarkan kepada ayahnya agar dia bisa menikah lagi dengan pria pilihannya.Dia masih mengingat saat papanya hampir depresi karna kehilangannya.

__ADS_1


"Selvi....Kamu sudah anak gadis nak,kamu sudah besar mama sangat merindukanmu nak."Ucap wanita itu.Ya dia adalah wanita yang sudah melahirkan Selvi,wanita yang sudah meninggalkan Selvi demi pria lain.Rara mendekati Selvi dan ingin memeluk dirinya tapi Selvi langsung menepisnya karna dia memang sudah lama menganggap wanita itu mati.


Sel,maafkan mama.Aku tau aku bersalah kepada kalian dan aku sangat tau banyak dosa kepada kalian maafkan mama sel."Ucap Rara dia mencoba memohon kepada Selvi,tapi Selvi sama sekali tidak merespon dan dia berjalan menuju belakang mencari sang ayah.


"Sel,kamu sudah pulang nak,kenapa cepat pulang ayah belum masak "Ucap sang ayah kedua anak ayah itu seakan-akan tidak menganggap Rara ada disana,membuat Rara cukup kecewa.


"Mas,besok aku kembali kesini.Dan tolong jelaskan kepada Selvi semuanya bukan kesalahanku saja dulu saat lebih memilih mas Raka dari mas."Ucap Rara lalu segera meninggalkan rumah kontarakan Selvi.


Selvi terdiam mendengar ucapan ibunya,dia tidak peduli lagi dengan wanita itu,Selama ini dia juga sudah bahagia tampa ibunya bahkan lebih dari bahagia.Selvi langsung duduk sopa usang yang ada di ruang tamu dia begitu frustasi di saat dia sedang bahagia merancang ulang tahun ayahnya tiba-tiba yang katanya ibu malah datang merusak suasana hatinya.


Melihat wajah Selvi yang kelelahan sang ayah langsung membuatkan teh lalu menyuguhkannya kepada putri tercintanya.


"Terima kasih ayah."Ucap Selvi lalu meneguk tehnya tampa tersisa sedikit pun membuat sang ayah tersenyum puas.


"Maafkan dia nak,biar bagaimana pun dia ibumu orang yang sudah bertaruh nyawa untuk melahirkannya."Ucap sang ayah dia berbicara dengan sangat hati-hati karna dia takut Selvi tersinggung dengan ucapannya.


"Papa masih mencintainya? apa papa ingin kembali kepadanya?" Tanya Selvi dia sedikit kecewa kepada ayahnya jika memang dia ada keinginan kembali kepada ibunya yang sudah pernah melukiskan luka di hati mereka berdua.

__ADS_1


"Tidak nak,aku tidak ada niat kembali kepadanya aku sudah cukup bahagia dengan hidup seperti ini,ayah dengar suaminya selingkuh dengan wanita lain dan dia sudah diceraikan oleh suaminya.Dia pernah melihatku saat aku sedang belanja kebutuhan dapur,dari situ dia mengikuti ku dan mulai memantau kehidupan kita berdua."Ucap sang ayah.Selvi menarik napas lega dia bersyukur jika sang ayah tidak memiliki rasa kepada ibunya lagi.Selvi sangat tau tabiat buruk ibunya dan dia tidak ingin ayahnya kembali menderita hannya karna ibunya.


***bersambung***


__ADS_2