
Selvi mengakhiri permainannya,dia sengaja memancing Hariz agar dia merasakan bagaimana kesalnya hari ini dia kepada Hariz.
"Kenapa dilepaskan,aku sangat menginginkannya."Ucap hariz,wajahnya terlihat merah padam saat hasrat yang sudah di ubun-ubun tidak bisa tersalurkan.
Hariz lalu kembali menyetir mobilnya dan membawa Selvi ke apertemenya rasanya dia tidak terima saat Selvi mengakhiri permainan nya pada saat dia sangat menginginkannya.
"Kenapa kamu membawaku kesini,bukankah kita masih kerja."Tanya Selvi,dia tertawa puas melihat wajah masam Hariz saat dia mengakhiri permainan panasnya tadi.
"Malas,aku sudah tidak mood untuk kerja."Ucap Hariz,dia masih terlihat kesal.Selvi sangat gemas melihat wajah kekasihnya rasanya dia ingin sekali memeluk pria itu dan berteriak mengatakan aku sangat mencintaimu.Sebesar apa pun rasanya kesalahan pria itu,se busuk apa pun masa lalunya rasanya dia tidak peduli karna begitu besar rasa cintanya kepada Hariz.
Tapi untuk sebuah kata pernikahan dia perlu memikirkan ulang lagi,karna baginya pernikahan itu sekali dalam seumur hidupnya,apalagi dia hidup bersama ayahnya yang belum tentu Hariz mau menerimanya nanti.Dia ingin mengumpulkan uang yang banyak dulu agar ayahnya punya tabungan masa tua,kelak hari tua ayahnya tidak bergantung kepadanya.
"Kenapa kamu malah melamun?" Tanya hariz,dia melihat Selvi yang sudah duduk di sampingnya tetapi dia memikirkan entah apa.
"Aku melamun,aku memikirkan kenapa aku begitu jatuh cinta kepada pria brengsek sepertimu?" Ucap Selvi membuat Hariz kaget.Dia kaget saat Selvi mengatakan dia pria brengsek.
"Kenapa wanita itu bisa hamil,apa kamu tidak akan menikahinya sementara kamu sudah menghamilinya?" Tanya Selvi dia mulai menyelidikinya dia berharap Hariz jujur kepadanya dan tidak ada niat membohonginya.
__ADS_1
Hariz mengangkat kepalanya dan menatap wajah Selvi,dia seakan tidak percaya dengan pertanyaan konyol kekasihnya.
"Bukan aku yang menghamilinya,dia menjebak ku,kuakui jika aku pernah melakukan itu padanya tapi aku ingat jelas waktu itu aku membuang benihku diluar jadi tidak mungkin dia bisa hamil,aku tidak sebodoh itu percaya kepada wanita sepertinya."Ucap Hariz jujur,Selvi menghela napas lega,setidaknya dia tidak perlu menjauhi Hariz dan memang dia tidak akan menjauhinya.
"Sel,menikahlah denganku,aku ingin kita setiap hari bersama,menjalani hidup tidak mungkin kita terus-terus begini aku sudah tidak mampu,rasanya aku sudah pengen tiap hari bersamamu,bangun tidur melihat wajahmu."Ucap Hariz dengan tatapan sendu.Selvi terdiam.
"Maaf sayang aku belum siap,aku masih ingin menikmati hidup jika sudah menikah nanti ceritanya sudah lain saat ini kita jalani saja dulu."Ucap Selvi,Hariz tertunduk lemas,sebenarnya dia tidak tega mengucapkan kalimat itu,sudah berulang kali dia menolak ajakan menikah dari Hariz,tapi dia masih kukuh pada pendiriannya karna dia masih ingin bekerja dan menabung untuk masa tuan ayah ya,dia tidak ingin suatu saat nanti saat sudah menikah Hariz mempermasalahkan ayahnya jika menumpang dengan mereka,Karna kita tidak tau hati manusia kapan berubahnya.
"Aku bosan sayang,padahal umurku sudah cukup matang untuk menikah,aku malas bangun pagi tidak ada kamu di sampingku."Ucap Hariz manja,Selvi benar-benar gemas dengan ucapan Hariz.Selvi lalu tiba-tiba meletakkan kedua telapak tangannya di wajah Hariz lalu mencium bibirnya dengan tiba-tiba,membuat Hariz kaget.
"Jangan memancingku jika nanti kamu menolak saat aku menginginkannya."Ucap Hariz,dia tidak mau berbuat lebih dia berusaha untuk tidak membalas permainan Selvi.
"Kamu marah?" Tanya Selvi,dia sedikit aneh dengan sikap Hariz.
"Tidak." Ucap Hariz pendek,Selvi akhirnya berdiri lalu berjalan ke kamar mandi dan mencuci wajah ya lalu menoleh wajahnya dengan bedak dan tidak lupa memberikan pewarna ke bibirnya agar lebih fresh.Hariz menatap Selvi baru keluar dari kamar mandi,sekarang dia yang bingung dengan sikap Selvi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Hariz saat melihat bersiap-siap dan mulai mengambil tasnya.
__ADS_1
"Aku mau kekantor,ngapain kita kesini kalau kamu seperti tidak menyukaiku."Ucap Selvi pendek,Hariz langsung sadar,dia langsung berdiri dan memeluk tubuh Selvi.
"Sayang,aku benar-benar ingin menikah denganku,aku cukup bosan terus-terus seperti ini,apa kamu tidak mencintaiku?" Tanya Hariz,dia terus memeluk tubuh Selvi seakan takut kehilangan.
"Sayang,aku tidak ingin membahas itu sekarang,jika kamu bertanya cinta, aku benar-benar sangat mencintaimu,tidak ada niat di hatiku untuk meninggalkanmu,tapi untuk menikah aku perlu menata hatiku lagi karna aku tidak tau berapa wanita lagi yang datang mengakui kehamilannya kepadamu,aku tidak ingin suatu saat aku tersakiti karna masa lalu mu."Ucap Selvi,dia berbohong karna jika dia mengatakan alasan ayahnya sudah pasti jawabannya dia akan membiayai ayahnya.
Hariz berusaha untuk pasrah,dia sadar dengan semua kelakuannya,wajar saja Selvi perlu menata hati itu karna dia sangat tau masa lalu Hariz yang seorang Casanova.
"Aku akan bersabar menunggumu sayang,sampai kapan pun aku akan menunggumu love you."Ucap Hariz.Selvi sedikit terharu dengan ucapan Hariz dia meraih wajah Hariz lalu mendaratkan ciuman di bibir Hariz membuat Hariz kaget lalu membalas ciuman Selvi.Selvi membiarkan Hariz yang mulai menyentuh liar tubuhnya,dia juga menikmati sentuhan itu Karna sudah lama juga mereka tidak melakukannya.
Rara beberapa hari ini bolak-balik ke rumah mantan suaminya kemal tapi dia selalu menemukan rumah itu tertutup rapat membuat Rara kesal dan takut.
"Kenapa dengan rumah ini,kemana mas kemal sudah beberapa hari pintunya tertutup apa dia pindah kontrakan,jangan Samapi dia pindah terus kemana aku mencarinya."Ucap Rara,dia duduk di kursi rotan yang ada di teras rumah,saat itu tetangga kemal kebetulan lewat lalu rara memanggilnya.
"Hei Bu,apa ibu tau pemilik kontrakan ini kemana,sudah beberapa hari ini rumahnya kosong."
"Pak kemal,sama putrinya Selvi ya,mereka sudah pindah Bu,katanya mereka sudah beli rumah baru tapi aku tidak tau pindah kemana?" Ucap tetangga lalu pergi meninggalkan Rara,tiba-tiba saja Rara merasa seluruh tubuhnya lemas,
__ADS_1
"Kota ini sangat luas,kemana aku mencari mas kemal,hidup mereka memang semakin membaik,menyesal aku pernah meninggalkan mereka,sekarang hidupku jadi berantakan begini,sementara mas kemal bisa menikmati hidup lebih baik bersama Selvi,apalagi Selvi punya pacar tajir melintir."Rara duduk lemas,dia tidak punya tujuan hidup lagi,dia bingung mencari kemal dan Selvi kemana.Dia meninggalkan rumah kontarakan Selvi,sekarang dia kembali memunguti sampah untuk melanjutkan hidupnya.
**** bersambung****