Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 47 ~ Pria brengsek ~


__ADS_3

Arya sangat kaget saat melihat Hariz memasuki ruangannya dengan sangat emosi,terlihat jelas kemarahan di wajah Hariz.


"Bugh.....Berani-beraninya kamu bajingan melecehkan wanitaku,apa kamu mau mati...Kamu sudah bosan hidup,hingga berani melecehkan wanitaku." Hariz melayangkan satu pukulan keras di wajah Arya hingga sudut bibir Arya mengeluarkan darah.


"Cih....Ternyata pria bajingan ini,segitu berharganya kah Selvi di hidupmu hingga kamu berulang kali membuat keributan di kantorku,apa perlu aku melaporkanmu karna sudah membuat keributan di ruangan ku,apa kamu merasa sakit saat aku menggoda wanitamu,aku pastikan Selvi meninggalkan mu disaat kamu sangat mencintainya agar kamu merasakan apa yang dirasakan adikku dulu."Ucap Arya,sudah lama Arya menyimpan dendam kepada Hariz sejak adiknya mengalami depresi berat hannya karna Hariz tidak mau menikahinya.Belum lagi saat kekasih yang sangat dicintainya malah jatuh cinta kepada Hariz,sementara Hariz tidak mau serius dengan wanita itu.


Hariz terdiam Tampa sadar dia duduk di sopa mengingat kejadian lima tahun yang lalu dimana seorang wanita cantik sangat tergila-gila dengannya.Wanita itu memang sangat cantik,menggoda bahkan dia sangat baik,tapi saat itu Hariz sadar wanita itu hannya ingin memanfaatkannya ternyata wanita itu hamil dari pria dan wanita itu menuntut Hariz untuk menikahinya jelas Hariz menolaknya karna dia bukan ayah biologisnya.Berulang kali Hariz menjelaskan kepada Arya tapi Arya tidak percaya kepada Hariz dia hannya menelan semua ucapan adiknya tampa menyelidikinya terlebih dahulu.


"Berapa kali kukatakan semua itu hannya salah paham,aku tidak pernah menghamili Kesya dia hamil dari pria lain." Ucap Hariz membangkitkan emosi Arya.


"Bug..Berhenti membela diri disini brengsek,kamu hannya pria bajingan aku hannya berusaha menyelamatkan Selvi dari pria maniak sepertimu."Ucap Arya lalu dia mendorong tubuh Hariz dan melemparnya keluar dari ruangannya.


"Keluar dari ruangan ku,ingat aku tidak akan melepaskan Selvi dari pria bajingan sepertimu."Ucap Arya semakin dia tau Hariz cinta mati kepada Selvi semakin dia ingin merebut Selvi bagaimana pun caranya.Arya menyadari jika Hariz sangat mencintai Selvi dari caranya dan juga matanya.


"Aku sangat yakin jika Selvi sangat mencintainya,aku akan mendapatkan cinta Selvi apa bagaimana pun caranya aku akan membalaskan dendam adikku kepada Hariz,aku cukup salut dengan Hariz demi Selvi dia bisa merubah semua tabiat buruknya,tapi inilah senjataku karna biasanya pria yang sedang jatuh cinta sangat gampang di hancurkan."Suara hati Arya.


Hariz meninggalkan perusahan Arya dengan tubuh lemas,dia sangat tidak bersemangat untuk kembali kekantor,

__ADS_1


"Entah kenapa semua orang harus membuatku frustasi saat ini,Kesya aku tidak pernah menghamilinya,arrrgggh....Sel,aku mencintaimu,kenapa kamu harus menyakiti hatiku,kenapa harus Arya," Ucap Hariz dia memukul-mukul stang mobilnya,entah kenapa hatinya selalu sangat terluka saat mengingat Poto Arya yang mencium bibir Selvi.


Hariz menghentikan mobilnya lalu membuka ponselnya dia melihat ada beberapa pesan dari Selvi,dan ada juga video rasanya terlalu berat baginya saat membuka video itu,akhirnya dengan penuh keberanian dia membuka video dan menontonya.Dia melihat begitu kerasnya Selvi menolak ciuman dari Arya dan bahkan dia melihat saat Selvi melayangkan tamparan ke wajah Arya.


"Aku tau Selvi wanita yang sangat terhormat,tapi aku butuh waktu untuk menerima semuanya.Haruz tidak membalas satu pun pesan yang dikirim oleh Selvi,rasanya hatinya sangat berat untuk menerima kenyataan.


****


Seminggu sudah setelah kejadian itu,Hariz memilih terus diam kepada Selvi,membuat Alice semakin merasa bahagia.Dia merasa sangat sukses membuat hubungan kedua manusia itu hancur.Selvi tidak bisa melakukan apa pun,dia hannya bisa menagis diam-diam saat Hariz terus mengabaikannya bahkan Hariz mengabaikan setiap panggilan dan pesan darinya.


"Sel,tolong selesaikan semua laporan hari ini karna nanti sore kita akan mengadakan pertemuan dengan semua kepala cabang,usahakan laporan mu tidak ada kesalahan karna akhir-akhir ini tuan Hariz sangat cepat emosi,dan dia tidak memaafkan orang yang membuat kesalahan."Ucap ketua tim,Selvi hannya mengangguk dia mulai membuka laporan dan mulai mengerjakannya.


Hariz terlihat sangat serius mengikuti rapat,tidak ada satu pun yang berani membuat kesalahan karna jika mereka sampai diusir dari ruang rapat itu artinya dia harus mundur dari jabatan yang di dudukinya.Saat Selvi membaca laporannya dia terlihat sangat gemetaran dia takut berbuat kesalahan.


"Sepertinya laporan yang kamu buat masih banyak kesalahan,silahkan keluar dan perbaiki laporan mu,silahkan belajar lagi."Ucap Hariz membuat Selvi kaget,dia membolak-balikkan laporan dia mengerjakannya sudah sangat hati-hati tapi entah kenapa Hariz masih marah kepadanya.


"Maaf tuan...!!!!

__ADS_1


"Keluar kataku."


"Ta...


"Keluaaarr..." Hariz memotong ucapan Selvi lalu menatap nya sinis,Selvi tidak bisa membendung air matanya lagi,dia keluar dari ruangan itu dengan air mata berlinang.


"Mampus......Ternyata si wanita murahan sudah di depak."Beberapa orang yang tidak menyukai Selvi bersorak gembira ini pertama bagi mereka melihat tuannya marah kepada Selvi.Diwan sangat tidak terima saat Hariz mempermalukan Selvi,setelah rapat selesai dia bergegas keluar lalu menemui Selvi di ruangannya sayangnya wanita itu tidak terlihat lagi.


"Tuan,apa tidak keterlaluan tuan sampai mempermalukan Selvi,bahkan membuatnya menangis,jangan sampai tuan menyesalinya nanti."Ucap bara,dia tidak setuju dengan sikap kasar yang ditunjukkan Hariz kepada Selvi saat dia sedang cemburu buta.


"Aku masih kecewa dengannya,aku juga membenci sikapku yang keterlaluan itu,tapi apa yang bisa kulakukan,aku masih sangat kecewa kepadanya."Ucap Hariz,lalu berjalan menaiki lift


"Naiklah saat aku sudah sampai di atas aku sangat muak melihat semua orang."Hariz hannya mengangguk sepertinya tuannya sangat berubah,dahulu dia tidak pernah sampai segitunya saat cemburu dengan pacar-pacarnya.


Hariz memasuki ruangannya dia sangat menyesal atas sikapnya yang tadi ,dia tidak menyangka tiba-tiba saja gambar yang dikirim Alice menari-nari di otaknya hingga dia tidak bisa mengontrol emosinya dia mengusir Selvi dari ruang rapat.


Sementara itu Selvi terlihat baik-baik saja,dia memperbaiki dan memeriksa kembali laporan itu dan tidak ada kesalahan apa pun,kini Selvi menyadari yang salah bukan laporannya tapi dia,

__ADS_1


"Baiklah jika itu keinginanmu,maaf aku bukan tipe wanita yang suka mengemis.Aku akan melepaskan mu,jika kamu sudah tidak mencintaiku lagi." Ucap Selvi lalu dia berjalan menaiki lift dia saat itu Hariz juga ingin keluar dari ruangannya akhirnya mereka berdua berpapasan dan benar saja Selvi mengabaikan Hariz.


***bersambung***


__ADS_2