
Seluruh kariawan terburu-buru memasuki gedung perusahan milik Hariz,apalagi mereka melihat mobil direktur yang sudah terparkir disana itu artinya pemilik perusahan itu sudah masuk lebih dulu.
Aduh....kok bisa tuan Hariz masuk kantor se pagi ini ada apa sih?"Tanya beberapa wanita,mereka bersungut-sungut sambil berlari memasuki ruangan masing-masing,sementara itu Selvi terlihat santai,dia mengingat semua laporannya sudah beres jadi tidak ada alasannya untuk di marahi kekasih hatinya itu nanti.Saat dia sedang berjalan dengan tenang tiba-tiba Alice berlari kecil mengejarnya,Alice tidak sabar ingin mempermalukan Selvi di hadapan semua orang hari ini.
"Hei betina gatal,apa saja yang kamu lakukan kemarin hingga kamu tidak terlihat di ruang rapat?" Tanya Alice mencari masalah dengan Selvi,dia sengaja memancing keributan dengan Selvi dan meninggikan suaranya,dan benar saja seluruh kariawan menatap ke arah mereka.
"Kamu bicara denganku,maaf aku tidak kenal denganmu."Ucap Selvi dia berusaha menghindari Alice,karna dia tidak ingin ada urusan dengannya.
"Aahhh....."Alice tiba-tiba menarik menjambak rambut Selvi,hingga Selvi terjatuh kelantai.Selvi langsung emosi dia bangkit lalu mendekati Alice
"Plak....Aku salah apa sama kamu hingga kamu menarik rambutku,dasar wanita gila,kamu sepertinya selalu mencari masalah kepadaku."Ucap Selvi
"Aaahhhhh,kalian lihat wanita ini sudah menamparku dengan keras,aduh sakit wajahku."Keributan pun tidak bisa di hindari diantara mereka berdua adu mulut terus berlanjut hingga direktur yang kebetulan lewat melihat keributan yang terjadi di tempat itu.
"Apa yang terjadi disini?" Tanya Hariz dia kaget melihat Selvi sudah berada disana dan juga Alice,yang sedang menatapnya,kariawan sudah mengerumuni mereka dan menonton keributan yang terjadi antara Selvi dan Alice.
"Sayang.....Lihatlah wanita ini menarik rambutku dengan kasar."Ucap Alice dia langsung mengapit lengan Hariz dan mencoba untuk membuat Selvi cemburu,orang-orang mulai menatap ke arah Alice,mereka tidak menyangka jika tuan mereka sudah berpacaran dengan Alice.
"Tuan permisi,"Beberapa orang mulai meninggalkan tempat itu,mereka takut jika Hariz akan marah dan menghukum mereka karna sudah mengabaikan pekerjaan mereka.
"Kamu ngapain membuat keributan disini,apa kamu tidak punya pekerjaan lagi,atau pekerjaan mu terlalu ringan,mulai besok kamu tidak perlu datang ke perusahan ku,"Ucap Hariz kepada Alice lalu menepis tangan Alice dengan kasar.Lalu dia meninggalkan tempat itu karna dia cukup kesal melihat tingkah Alice.
__ADS_1
"Sayang,apa kamu membiarkan calon anakmu hidup menderita?"Alice berbicara dengan nada tinggi hingga membuat pandangan para kariawan menatap ke arah Hariz.
Hariz menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Selvi dan Alice,tetapi Hariz lebih pokus menatap Selvi saat Alice mengeluarkan kata-katanya itu dia ingin melihat reaksi Selvi saat mendengar ucapan Alice.
Selvi sangat kaget dengan ucapan Alice,tapi dia memilih tidak peduli dan mengabaikan ucapan Alice dia langsung berjalan menuju ruangannya untuk menghindari tatapan semua kariawan kantor.
"Sori ya sel,aku tidak tau jika Alice si wanita rubah mengganggumu!!"Ucap Diwan saat dia sudah duduk di kursinya.
"Nga papa,memang dia selalu cari masalah kepadaku,lihatlah orang-orang disini pasti akan semakin membenciku dan aku tau pasti dia yang sudah menghapus laporan ku."Ucap Selvi kesal.
Hariz memasuki ruangannya,dia langsung menghubungi bara dan menyuruhnya untuk datang ke kantornya.
"Ada apa tuan memanggilku?" Tanya bara,dia sedikit takut melihat wajah bengis sang bos tidak biasanya wajahnya masam pada hal hari masih sangat pagi.
"Apa yang terjadi tuan?" tanya bara,dia penasaran kenapa sampai tuannya itu hingga se marah itu.Hariz malah menatapnya dengan sinis membuat nyali bara langsung ciut.
"Lakukan saja apa yang ku perintahkan,sejak kapan kamu ingin tau semua masalahku."Ucap Hariz dan menatap bara dengan sinis.Bara langsung mengerti lalu pamit dan keluar dari ruangan itu.
"Masalah apa lagi yang dibuat si rubah betina ini,kerjaanya hannya membuat masalah saja."Ucap bara dan berlalu meninggalkan pintu ruangan itu.
Sementara itu Hariz merasa takut jika Selvi akan marah kepadanya,dia sangat takut jika kehilangan wanita yang begitu di cintainya.Dia tidak tau kenapa cintanya semakin dalam kepada Selvi,kecantikan Selvi tidak seberapa dibanding wanita-wanita yang pernah tidur dengannya tapi dia tidak tau kenapa hatinya malah jatuh kepada Selvi.
__ADS_1
"Arrrrnggg....Kalau sampai Selvi marah,aku tidak akan memaafkan wanita brengsek itu!!!"Ucap Hariz sambil memikul mejanya dengan keras.
[ Sayang kita makan yuk aku lapar. Aku tunggu diparkiran mobilmu ] Tiba-tiba saja pesan masuk dari Selvi membuat Hariz semakin gemetaran.
Selvi kesal dengan ucapan Alice,dia tau begitu banyak wanita yang tergoda dengan kekasihnya salah satu cara dia harus mempertahankan pria yang disukainya dengan mencoba untuk tidak terhasut dengan suara-suara sumbang diluar sana.
"Dia pikir aku percaya dengan ucapannya,lihat aku akan membuatmu semakin kepanasan,berani-beraninya kamu mempermalukan aku."Ucap Selvi,Diwan yang melihat wajah Selvi seperti menahan emosi mendekati Selvi.
"Kamu baik-baik saja?"
"Tidak,sepertinya asam lambungku naik,aku ke apotik dulu beli obat kasih tau ketua ya."Ucap selvi lalu mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Diwan yang kebingungan.
Hariz keluar dari lift dia sudah melihat Selvi keluar dari pintu utama,dengan bergegas dia keluar dan menemui Selvi di parkiran mobilnya.
"Sayang..."Panggil Hariz,lalu membuka pintu dan mereka memasuki mobilnya.Hariz ragu-ragu untuk memulai pembicaraan dia pokus menyetir dan sekali-kali dia menatap wajah datar Selvi.
"Sayang kamu kenapa diam,kita makan dimana?"
"Aku tidak lapar,aku cuma merindukan kamu saja."Ucap Selvi membuat Hariz kaget lalu menepikan mobilnya.
"Kamu rindu padaku sayang?" Tanya Hariz,Selvi mengangguk dan dengan agresifnya Selvi mendekati Hariz dan ******* bibir Hariz membuatnya kaget.Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Hariz membalas ciuman Selvi hingga sesaat Hariz terlena akan permainan Selvi dan membuat sesuatu di bawah sana meronta-ronta ingin minta dilepaskan.saat Hariz semakin liar Selvi langsung tersadar lalu melepaskan pelukan Hariz dan kembali ke kursinya dia sangat malu karna dia sudah memancing Hariz pagi ini.
__ADS_1
"Sayang kenapa dilepaskan aku sangat menginginkannya,kita menikah saja sayang agar kita bisa melakukannya setiap saat."Ucap Hariz,wajahnya terlihat kesal Karna Selvi mengakhirinya permainan nya.
****bersambung****