
Semua orang yang ada di gedung itu,saling menatap mereka sangat kaget seorang direktur yang sangat hebat bisa melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu di hadapan semua kariawannya.Wajah Alice langsung berubah merah padam dia semakin yakin jika Selvi dan Hariz ada hubungan tersembunyi.
"Kerja,apa kalian di gaji hannya untuk melihat hal yang tidak perlu seperti itu? Ucap Alice geram,dia kesal mendengar bisik-bisik para kariawan itu.
"Ya...Ibu juga di gaji hannya untuk berdiri bingung disitu,kita sama-sama makan gaji Lo Bu."Ucap seorang kariawan yang cukup berani membuat Alice semakin kesal,akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan itu.
"Lepaskan!!!! Tuan jangan sembarangan ya menarik tangan orang aku tidak kenal dengan tuan,yang saya tau tuan bos saya."Ucap selvi saat Hariz terus menariknya dan membawanya ke dalam ruangannya lalu menutup semua ruangannya.Setelah itu Hariz mendorong Selvi ke dinding lalu menatap wajah Selvi.
"Deg....deg....deg,Tuan lepaskan aku."Ucap selvi lalu menepis keras tangan Hariz yang menahan tubuhnya.
"Dasar menjijikkan ternyata kamu hannya seorang direktur mesum,aku sudah bilang aku tidak kenal dengan tuan,mungkin tuan salah orang "Ucap Selvi dia berusaha berbohong.
"Jangan berbohong lagi,aku tau kamu Selvi yang dulu ku kenal,kamu orang yang sama,maafkan aku jika aku ada salah kepadamu."Ucap Hariz lalu dia kembali mendekati Selvi tapi wanita itu terus menghindar.Dia tidak mau terperdaya dengan pria bajingan seperti hariz.
"Buka pintu atau aku berteriak."Ancam Selvi membuat Hariz luluh,sebenarnya dia tidak takut jika Selvi berteriak karna tidak akan ada yang mendengar suaranya,karna ruangan itu memakai peredam suara.Hariz membuka pintu dan seluruh ruangan dia baru sadar jika Selvi bukan wanita yang dulu yang selalu menuruti kemaunnya.Selvi langsung keluar dari ruangan Hariz dan kebetulan Alice juga ingin masuk ke ruangan Hariz.
"Hei...Wanita licik,wanita penggoda jangan coba-coba menggoda mas Hariz karna dia milikku."Ucap Alice dengan angkuh membuat Selvi jijik.
"Makan tu laki,aku yakin dia tidak akan menikahi mu,aku tau dia hannya menjadikanmu mainan."Ucap Selvi membuat Alice semakin
kesal.
__ADS_1
Hari ini semua tugas Selvi sudah selesai,dia berniat ingin pulang cepat karna ingin belanja untuk oleh-oleh kepada ayahnya yang ada di surabaya.Dia sangat merindukan pria itu bahkan karna ayahnya lah dia semangat untuk menjalani hidup ini.
Setelah memesan taksi online Selvi meninggalkan kantor saat itu Hariz langsung mengikuti taksi yang di tumpangi Selvi.
"Pak,mall XX ya,"Ucap Selvi dia sudah sangat merindukan suasana kota Jakarta jarang dia punya waktu untuk jalan-jalan.Setelah sampai di mall dia langsung berjalan ke toko sepatu pria lalu memilih-milih yang cocok untuk ayahnya.
Setelah mendapat sepatu yang cocok dia pergi ke toko baju pria dia lalu memilih beberapa potong untuk ayahnya.
"Semoga papa bahagia dengan semua ini,dan dia akan semakin terlihat muda,jika dia ingin menikah lagi aku tidak keberatan." Suara hati Selvi saat dia sedang asik belanja tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya hingga dia kaget setengah mati.
"Eehhh copot...copot."Ucap Selvi lalu menoleh kebelakang dan dia sudah melihat Arya berdiri di hadapannya.
"Kamu harus menjelaskan kepadaku,kemana kamu pergi selama empat tahun ini,aku terus mencari mu sel,kamu kok setega itu padaku,apa kamu tidak tau jika aku sangat merindukanmu."Ucap Arya dia menatap wajah Selvi dengan seksama memastikan jika wanita itu benar-benar Selvi.Sementara Selvi hannya menghela napas panjang dia tidak menyangka begitu banyak yang mencarinya saat dia pergi dari ibu kota ini.
"Kamu belum menikah sel? aku beberapa kali menemui Hariz dan menanyakan tentangmu kepadanya tapi dia tidak memberitahu apa pun tentangmu kepadaku."Ucap Arya.Selvi menghela napas panjang Arya begitu baik dan sopan berbaring terbalik dengan Hariz tapi entah kenapa hatinya tidak ada getaran apa pun untuk pria itu.
"Apa hatiku sudah rusak,pria sebaik Arya tapi tidak ada perasaan sedikit pun,tapi entah kenapa jika di hadapan Hariz si pria bajingan itu hati ini terus bergetar."Suara hati Selvi.
"Sel,kamu kok melamun? jawab dong pertanyaan ku,apa kamu sudah menikah?" Tanya Arya sekali lagi membaut Selvi gugup.
"Belum mas,aku belum kepikiran menikah karna aku masih ingin membahagiakan ayahku."Ucap Selvi.Arya terlihat sangat senang setidaknya wanita yang sudah lama dia tunggu akhirnya kembali muncul dengan status masih sendiri.Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Hariz sudah datang dan langsung duduk bersama mereka.
__ADS_1
"Kenapa kamu pergi tidak mengabari ku sayang?" Ucap Hariz dia tidak ingin memberikan sedikit celah kepada pria itu.Wajah Arya langsung terlihat berubah dia marah Karna Hariz sudah menganggu kebersamaanya dengan Selvi.
"Ngapain kamu kesini,bukankah harusnya kamu di kantormu?" Ucap Arya dengan suara sedikit nada tinggi.
"Iihh,kamu lupa wanita ini calon istriku dia istriku sebentar lagi aku bisa menuntut mu jika kamu mengganggunya ingat itu."Ucap hariz tidak mau kalah.Beberapa orang sudah menatap Ke arah mereka.Swlvi merasa malu akhirnya dia keluar dari restoran,Arya yang melihat Selvi pergi buru-buru langsung ingin mengejarnya tapi Hariz langsung menarik lengan Arya dengan kasar,
"Jangan coba-coba menggodanya karna dia milikku,cari wanita lain untukmu."Ucap hariz lalu melepaskan cengkeramannya.
"Dasar sialan,aku tidak akan membiarkannya."Ucap Arya,selvi terus berjalan mengabaikan panggilan Hariz dia merasa kedua pria itu berlebihan.
Sementara itu Alice di kamarnya mondar mandir,dia ingin mencari cara agar Hariz menikahinya secepatnya.
"Aku tidak mungkin mengalah,Hariz pria yang sangat aku inginkan,bagaimana pun caranya aku harus bisa dinikahi olehnya."Ucap Alice tetapi samapi sekarang dia belum mendapatkan cara terbaik.
Pada saat dia sedang sibuk mencari ide tiba-tiba seorang pria memeluknya dari belakang,dia begitu kaget saat tau pria itu.
"Ngapain kamu datang kemari lagi bajingan,apa kamu belum bisa melupakan wanita sebaik aku,sayangnya aku tidak butuh pria sampah sepertimu."Ucap Alice memaki pria itu.
"Aku memang sampah sayang,tapi aku sudah membuatmu menjerit-jerit kenikmatan apa kamu bisa meluapkan barang milikku ini,bukankah kamu sangat kecanduan milikku?" Ucap Dimas,dia adalah mantan Alice dulu Alice sangat mencintai pria itu tapi saat dia tau Dimas hannya seorang penipu dia langsung memutuskan hubungannya.Dimas mengaku anak orang kaya raya makanya Alice mau bercinta dengan Dimas.
*****bersambung****
__ADS_1