Mencintai pria Casanova

Mencintai pria Casanova
bab 59 ~ Kesal denganmu ~


__ADS_3

Melihat kecemasan di wajah Hariz,Selvi sedikit kesal dengan pria itu,karna dia sama sekali tidak menunjukkan rasa khawatirnya dengan cara terjun kelapangan mencarinya malah dia menyuruh bara asistennya untuk mencarinya.


"Jangan peluk aku." Ucap Selvi lalu mendorong tubuh Hariz hingga pria itu duduk dilantai.Hariz sangat malu kepada bara karna sudah melihatnya di dorong Selvi,hilang sudah harga dirinya sebagai pria Casanova yang di kejar banyak wanita.


"Kenapa dengan senyum di wajahmu,kamu menertawakan aku?" Tanya Hariz lalu berdiri dan menatap sinis kepada bara untuk menutupi rasa malunya,tidak mungkin dia marah kepada Selvi,dia tidak berani melakukan itu.


"Maaf tuan,maaf aku tidak tersenyum tua.Aku permisi tuan,aku mau mengurus kedua tikus ini."Ucap bara,lalu menyeret tubuh Dimas yang dari tadi berusaha melepaskan diri.Sementara Alice sampai saat ini belum juga sadar mungkin karna pria tadi menaruh terlalu banyak dosis bius kepadanya,Makana sampai pingsan berjam-jam.


Hariz kembali ke mobilnya dan mengambil kotak p3k ,dia tidak tega melihat luka-luka yang ada di wajah kekasihnya.


"Sayang kita ke rumah sakit saja,aku takut wajahmu infeksi gara-gara luka ini."Ujar Hariz,tapi Selvi dengan keras menolak karna katanya dia nga papa.


"Sudahlah aku nga papa kok,nga usah lebay,aku disini kamu langsung lebay,sementara dari semalam kamu tidak mencari ku bahkan Kamu menyuruh bara asisten mu,itu tandanya kamu tidak peduli denganku."Sarkas Selvi,entah kenapa dia sangat kesal melihat Hariz yang tidak melakukan apa pun untuknya.


"Kata siapa aku tidak mencari mu,aku disini menunggumu sampai malam,aku kira kamu sibuk aku menunggu,saat aku keluar dan mendatangi ruangan mu,kamu malah sudah tidak ada.Dan kamu takut Anita divisi marketing aku sudah memecatnya karna menghinamu."

__ADS_1


"Anita,....Oh itu wanita bermulut pedas itu,dia dari awal nga pernah suka samaku,aku nga tau apa salahku."Ucap Selvi,pelan-pelan Hariz mulai mencuci luka di wajah Selvi,mata Selvi tertutup dia menerima sentuhan demi sentuhan di wajahnya.


Hariz membersihkan semua luka di wajah Selvi dengan alkohol,sesekali Selvi meringis kesakitan karna dia merasa perih,saat semuanya sudah bersih Hariz sangat tergoda untuk mencium bibir Selvi.Dia begitu tergoda melihat wajah Selvi dengan mata tertutup.Hariz langsung mendaratkan ciuman di bibir Selvi,hingga dia sedikit kaget,tapi dia membiarkan Hariz melakukan aksinya Tampa melarang Hariz sedikit pun hingga membuat Hariz semakin berani.Lama mereka menikmati suasana yang sudah semakin panas.Melihat tidak ada penolakan dari Selvi,Hariz langsung membuka beberapa kancing kemeja Selvi hingga dada Selvi terlihat jelas di matanya.


Bibir mereka masih saling bertautan sementara tangan Hariz sudah mengerayangi dada Selvi,semakin bergairah Hariz menaikan rok yang menutupi bagian sensitif Selvi,Hariz semakin tidak tahan dia merasa tubuhnya sudah sangat tidak kuat menahan gairahnya hingga tiba-tiba bara memanggilnya hingga mereka berdua tersadar dengan apa yang mereka lakukan.


"Tuan bara.....Aa...apa...aku minta maaf t...tuan." Bara kaget setengah mati melihat aksi kedua manusia itu,dia langsung berlari meninggalkan Hariz dan juga Selvi.


"Dasar sialan." Hariz mengumpat kesal,dia begitu kesal karna dengan tiba-tiba bara masuk kedalam rumah.Dia melihat ke arah Selvi wanita itu juga terlihat sangat malu,wajahnya merah padam,apalagi mereka tadi sudah sama-sama menikmati indahnya surga dunia.


"Ogah..." Jawab Selvi lalu dia membetulkan bajunya yang sempat berantakan karna ulah Hariz.Mendengar jawaban Selvi seketika emosi Hariz naik,karna tidak ingin marah kepada Selvi akhirnya dia menemui bara,dia ingin tau hal apa yang ingin di sampaikan bara kepadanya hingga nekat masuk kedalam rumahnya tampa ada aba-aba.


"Ada apa kamu tadi memasuki rumah,sialan kamu menganggu kami saja,bonus mu aku hanguskan.Kamu tau Selvi bukan orang yang setiap saat mau memberikan tubuhnya,dia belum mau menikah denganku,tapi aku selalu menginginkan tubuhnya setiap saat." sungut Hariz,bara sebenarnya ingin tertawa tapi dia takut melihat wajah bosnya yang sudah sangat marah.


"Maaf tuan,aku hannya ingin memberi tau jika Alice sudah sadar,dan dia yang sudah menyiksa nona alice hingga babak belur seperti itu." Ucap bara.Hariz mengikuti langkah bara ke sebuah gudang benar saja dia sudah mengikat tubuh Alice dan juga Dimas kekasihnya.Hariz langsung membuka lakban yang menutup mulut Alice.

__ADS_1


"Brengsek kamu bara,berani-berani nya kamu menjebak ku,aku akan membalas semua perbuatan mu ini."Ucap alice memekik,wajahnya terlihat begitu marah apa lagi Hariz yang terus memandang ke arahnya dengan tatapan sinis.


"Aku tidak menyangka kamu wanita yang sangat licik,bahkan kamu berani menganiaya kekasihku,apa kamu membutuhkan uang hingga kamu berani menyuruh pria ini untuk mencuri Selvi?" Hariz mendesis,ingin sekali dia melayangkan tamparan ke wajah Alice tapi dia masih punya hati nurani apalagi dengan keadaan Alice yang sedang hamil.Alice menunduk mendengar ucapan Hariz,rasanya dia benar-benar terpukul,sebenarnya dia melakukan itu bukan semata-mata Karna yang tapi karna dia dendam kepada Selvi yang sudah merebut Hariz darinya.


"Aku mencintaimu,itulah sebabnya aku melakukan itu kepada wanita sialan itu."


"Tapi aku tidak mencintaimu,ingat itu cinta tidak bisa di paksakan aku sudah lama mencintainya,bertahun-tahun aku menunggunya,pengorbanan yang tidak pernah kulakukan untuk wanita lain." Ucap bara berang,dia sangat kecewa kepada Alice Karna dia terlalu keras kepala memaksakan cintanya kepadanya.


"Padahal ibuku begitu mempercayaimu,aku harap jangan muncul lagi di hadapanku,dan juga keluargaku,aku melepaskan mu,dan tidak menuntut mu,dan aku akan memberikan uang yang kamu minta,dan kamu segera pergi dari kota ini,aku dengar pria ini sangat mencintaimu,silahkan hiduplah dengan baik bersama pria yang mencintaimu,dia akan melakukan apa pun untukmu."Ucap bara lalu meninggalkan mereka di ruangan itu.Sebelum mencapai pintu Hariz membalikkan badannya


"Lepaskan mereka berdua,dan kirim ke rekeningnya uang sebanyak seratus lima puluh juta."Ucap Hariz lalu kembali menemui Selvi yang berbaring di atas sopa milik bara.


"Kalian beruntung,jadi kamu jangan coba-coba mengusik hidup tuan Hariz lagi jika kamu ingin hidupmu tenang,dia sudah memberikan uang sebanyak yang kamu minta." Ucap bara sambil melepaskan tali yang mengikat tubuh Alice.Sementara Alice hannya terdiam dia sangat menyesali semua perbuatannya kepada Selvi.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2