
Selvi mengabaikan pertanyaan Hariz dan terus melanjutkan tidurnya,dia tidak perlu lagi merasa takut atau apa pun itu karna tinggal menunggu satu bulan lagi dia akan meninggalkan apertemen mewah itu.
"Kamu dengar tidak apa yang ku katakan?" Tanya hariz dengan suara yang sudah mulai meninggi.Entah kenapa dia begitu kesal melihat Selvi kembali ke apertemen dan mengabaikannya .
Mungkin karna kelelahan akhirnya dia tertidur dengan pulas,Dian mendengkur hingga Hariz hannya bisa menelan saliva nya mendengar dengkuran dari bibir cantik Selvi.
Saat pagi hari,Selvi mendengar alarm berbunyi dia langsung bangun dan mulai membersihkan ruangan sebelum dia berangkat kerja,itu adalah aktifitas yang selalu dilakukan nya saat dia masih punya waktu.Mendengar suara yang ribut Hariz terbangun dan melihat Selvi sudah membersihkan semua ruangan,lalu wanita itu mengangkat pakaian yang masih basah dan menjemurnya.
Hariz memperhatikan semua pekerjaan yang dilakukan oleh Selvi,ada sedikit ketenangan di hati Hariz saat melihat wanita itu bekerja dengan tulus.
"Buatkan aku kopi."Ucap Hariz saat melihat Selvi ingin melewatinya.Tampa membalas ucapan apa pun Selvi berjalan ke dapur dan memberikan segelas kopi untuk Hariz.Setelah selesai mandi Selvi bersiap-siap untuk berangkat kerja.Dia mengabaikan Hariz yang masih menikmati kopinya.
"Aku akan mengantarmu kerja."Ucap Hariz menawarkan,tapi wanita itu sama sekali tidak peduli dan dia meninggalkan Hariz begitu saja.
"Sial....Dia mengabaikan aku,bukankah seharusnya aku yang marah kepadanya,kok jadi terbalik dia yang mengabaikan aku."Ucap Hariz lalu menghabiskan kopinya dan pergi meninggalkan apertemennya.Saat dia melewati halte,dia melihat Selvi yang masih berdiri menunggu bus,Hariz meminggirkan mobilnya lalu memanggil Selvi dan menyuruhnya naik.
"Aku akan mengantar mu,kamu akan terlambat jika kamu tidak pergi sekarang."Ucap Hariz lalu membuka mobil.Selvi benar-benar berharap agar bus segera datang,dan benar saja dari kejauhan dia sudah melihat bus yang akan di tumpangi nya.
Sekali lagi Selvi mengabaikan Hariz dan langsung pergi menaiki mobil yang sudah datang.Hariz sangat malu dilihat beberapa orang yang ada di tempat itu,dia langsung pergi dan tancap gas karna dia benar-benar malu dilihat orang.
"Sepertinya dia sedang marah kepadaku,emang aku salah apa sama dia hingga dia terus mengabaikan aku." Ucap Hariz dia marah dan juga kesal karna sudah di abaikan Selvi.Setelah melihat bus yang di tumpangi Selvi pergi Hariz langsung berangkat ke kantornya.
__ADS_1
"Pagi tuan...."
"Pagi tuan...."
Hariz mengabaikan semua sapaan kariawan nya, dia sangat kesal saat Selvi mengabaikannya,dia sangat bingung kenapa bisa wanita itu terus diam kepadanya.
Hariz sudah berusaha untuk pokus dalam bekerja entah kenapa pikirannya selalu kepada Selvi,dia masih bingung kenapa bisa wanita itu terus menerus diam kepadanya.
"Arrggg....Bisa pecah kepalaku memikirkan semua ini,apa pria itu sudah mengatakan tentang aku hingga Selvi terlihat menghindari aku."Ucap Hariz dia menutup leptop yang ada di hadapannya.
"Sayang....."Seorang wanita memasuki ruangan Hariz,dia menatap kekasihnya yang sudah duduk di atas sopa.
"Ada apa kamu menemui ku?" Tanya Hariz,dia sedikit bosan melihat wanita ini.
"Apa kamu menginginkannya?" Tanya Hariz mengisyaratkannya,Bella tersenyum dan langsung menyambar bibir manis pria itu.Hariz langsung mengambil remote kontrol ruangan itu lalu menutup semua ruangan dia ingin mencoba mengalihkan pikirannya dari Selvi.Dia menerima sentuhan-sentuhan halus tangan Bella hingga dia tidak bisa berkutik lagi.Hal seperti ini yang membuatnya sulit menjauhi Bella,tapi untuk menjadikannya istri dia pun masih berpikir karna Bella begitu liar jadi wanita.
Bella menarik gaun seksi yang dipakainya lalu duduk di pangkuan Hariz,dan terus menjelajahi mulut hariz hingga pria itu semakin menikmati permainannya.Saat Bara ingin memasuki ruangan bosnya dia merasa heran melihat ruangan bosnya yang tertutup rapat.Bara mengurungkan niatnya untuk memasuki ruangan itu karna dia sudah tau jika ruangan itu tertutup itu artinya sang bos sedang menikmati daging mentah yang selalu dia inginkan.
"Tidak bosan-bosannya apa dia pria maniak?" Ucap bara dan meninggalkan ruangan itu.Hariz terus menikmati sentuhan tangan Bella,karna tidak sabar dia membuka kancing baju Bella dan terlihat jelas dua gunung kembar yang sangat menggoda imannya.Dia langsung menyentuh kedua gunung milik Bella,hingga membuat Della semakin tidak tahan.
"Terusin dong sayang jangan lepaskan."Ucap Bella dia membiarkan Hariz yang terus memainkan kedua dadanya hingga mulutnya mengeluarkan *******,dan jeritan yang sangat membuat orang malu jika mendengar suara Bella.Beruntung Hariz pria yang pintar dia sudah membuat ruangannya kedap suara hingga sekeras apa pun ******* dan jeritan Bella tidak akan ada orang lain yang mendengarnya.
__ADS_1
Hariz meninggalkan banyak bekas di leher dan dada Bella,tanda itu akan membuatnya semakin puas saat sedang menikmati tubuh seorang wanita.Setelah mereka selesai melakukannya Hariz lalu mengambil ponselnya dan mengirim uang ke rekening Bella.Dia akan selalu melakukan hal yang sama kepada setiap wanita yang dia nikmati karna dia tidak ingin suatu saat ada wanita yang menuntut untuk dinikahi.
"Aku sudah mengirim uang ke rekeningku,silahkan lakukan perawatan untuk aset mu itu karna sudah tidak nikmat lagi,sekarang keluar."Ucap Hariz lalu membuka semua gorden ruangannya.Wajah Bella langsung memerah saat Hariz mengomentari pelayanannya hari ini.
"Aku akan merawat nya sayang,tidak bisakah kamu menikahi ku secepat mungkin sayang?" Tanya Bella membuat Hariz menghentikan pekerjaannya lalu menatap Bella dengan sinis.
"Jangan berharap lebih,bukankah selama ini aku membayar tubuhmu."Ucap Hariz dia paling benci jika ada wanita yang menuntutnya seperti itu.
"Tapi sayang."
"Keluar....!!!!"Ucap Hariz menjerit,Bella mengabaikan teriakan Hariz dan terus duduk di sopa.
"Ada apa ini menjerit di kantor apa ini hutan?" Tiba-tiba seorang wanita paruh baya sudah masuk keruangan itu dengan gaya yang cukup elegan.
"Mama....Kapan mama datang,bukan kah mama masih di Singapura bersama kak Retha?" Tanya Hariz lalu menyambut tangan ibunya dan menciuminya.Bella sedikit sungkan lalu dia berdiri dan menyalami ibunya Hariz juga.
"Bella Tante."Ucap Bella.
"Kamu pacar Hariz anakku,kamu sangat cantik duduk nak!!!"Ucap Linda membuat Bella sedikit senang ternyata kedua orang yang ada di hadapannya sangat jauh berbeda.Ibunya yang sangat ramah dan sopan sementara anaknya sombong dan suka mempermainkan wanita.
"Jadi kapan kalian nikah Hariz jika sudah merasa cocok nikahi langsung ingat umurmu sudah mulai tua berhentilah bermain-main"
__ADS_1
****bersambung****