
Selvi mengabaikan pertanyaan Hariz,dia meraih tissue lalu membersikan bajunya yang sudah basah akibat tumpahan air minum yang dia bawa.
"Sayang ada apa?" Arya tiba-tiba datang menghampiri mereka lalu merangkul pinggang Selvi dengan sangat mesra.
"Tuan hariz ternyata,apa kabarmu?" Tanya Arya lalu menyalami Hariz dan juga Bella,pacar Hariz.
"Kenalkan ini kekasih ku Selvi."Ucap Arya membuat Selvi salah tingkah,dia tidak menyangka jika Hariz akan muncul di pesta ini.
"Tuan Hariz anda datang bersama kekasih lama mu,sepertinya kalian sudah bisa menikah."Ucap Arya membuat Hariz sangat kesal.
"Kita tidak sedekat itu."Ucap Hariz lalu pergi meninggalkan mereka bertiga Bella yang melihat perobahan Hariz langsung berjalan mengikuti Hariz.
"Dia pria Casanova,dia selalu mempermainkan wanita dengan uang yang dia miliki."Ucap Hariz lalu merangkul pinggang Selvi dan membawanya ke pada teman-teman mereka.Selvi selalu memperhatikan orang-orang yang lalu lalang tetapi dia tidak melihat keberadaan Hariz di tempat itu.
Saat malam sudah semakin larut akhirnya Arya mengantar Selvi ke apartemennya,Arya sedikit curiga dengan selvi,wanita yang hannya kariawan ternyata tinggal di sebuah apertemen mewah,tapi Arya sedikit enggan untuk bertanya akhirnya dia mengabaikan saja,lalu dia langsung pulang ke apertemenya.
Selvi sebenarnya tidak ingin kembali ke apertemen itu karna dia takut Hariz akan marah kepadanya,tapi tidak mungkin juga dia kembali kerumahnya dengan penampilan seperti itu,dia tidak ingin ayahnya kepikiran dengannya.
"Kamu masih punya wajah untuk pulang ke tempat ini,apa kamu juga menjual tubuhmu ini kepadanya,apa saja yang sudah kamu lakukan bersamanya."Ucap Hariz,dia mencengkram kasar dagu Selvi,hingga dia merintih kesakitan.
__ADS_1
"Baik,besok aku akan kembali kerumah ayahku,lepaskan tanganmu."Ucap Selvi lalu menepis dengan kasar tangan hariz dari wajahnya.Selvi meninggalkan Hariz yang masih emosi di ruang tamu,lalu dia membuka baju dan sepatunya lalu menaiki ranjang lalu tidur.
Hariz benar-benar emosi melihat sikap Selvi yang tiba-tiba berubah,dia merasa bingung dari mana Selvi bisa kenal dengan Arya.Hariz tidak terima saat Selvi memiliki hubungan dengan pria lain sementara mereka masih teringat perjanjian.
"Bangun....Ayo...bangun,katakan kepadaku,dari mana kamu kenal dengan Arya,jangan pernah tergoda dengannya karna dia pria brengsek."Ucap Hariz dia terus menganggu Selvi yang sudah mulai nyenyak.
"Apa....Aan...Jangan ganggu,terserah aku kenal dia dari mana,setidaknya dia tidak se brensek kamu,bisanya hannya gonta-ganti wanita,urus saja pacarmu itu."Ucap Selvi lalu menutup tubuhnya dengan selimut.Selvi begitu benci dengan sikap Hariz yang selalu ikut campur dalam setiap urusannya.
Hariz lalu keluar dari kamar,dia mengambil kunci dan meninggalkan apertemenya,dia begitu marah saat Selvi bermain dibelakangnya.Saat mendengar Hariz keluar dari apertemenya,Selvi membuka selimut lalu dia turun ranjang dan berjalan ke arah sopa,dia sedikit menyesal karna sudah membentak Hariz dengan kasar.
"Dia terlalu egois,dia bisa bebas membawa wanita kemana saja bahkan tidur dengan sembarangan wanita,tapi dia marah kepadaku saat aku sedang jalan dengan pria lain."Ucap Selvi.Entah kenapa hatinya begitu sakit saat melihat Bella kekasih Hariz mengapit kedua lengan Hariz,bahkan hatinya begitu terluka mengingat ucapan Arya tentang hubungannya dengan Bella.
"Apa dia pergi menemui kekasihnya." Ucap Selvi dia memandang keluar,jauh di lubuk hatinya dia berharap Hariz kembali ke apertemen.Karna terlalu lelah menunggu Hariz yang tidak kembali Selvi akhirnya ketiduran di atas sopa hingga pagi.
"Ternyata dia tidak Kemabli."Ucap Selvi saat dia baru bangun.Dia merasa ada yang hilang dari dirinya hingga dia tidak bersemangat melakukan apa pun.
Selvi berangkat kerja dengan hati yang tidak tenang,dia tidak menyangka Hariz pergi dan tidak kembali sama sekali.
Seminggu sudah Hariz tidak kembali ke apertemen membuat Selvi semakin gelisah,ingin sekali dia menghubungi Hariz tapi dia sedikit gengsi untuk melakukan itu.Semenjak Hariz tidak Kemabli ke apertemen bergama pikiran kotor memenuhi otaknya.Dia sudah mengira jika Hariz tinggal bersama kekasihnya.
__ADS_1
"Kemana lagi dia kalau bukan ke rumah pacarnya,dia memang pria brengsek."Ucap Selvi,sambil membereskan semua meja yang masih berantakan.Padahal Tampa sepengetahuan Selvi tiap hari hariz memantaunya dari kejauhan.Hariz ingin memastikan jika hatinya tidak cemburu saat melihat Selvi bersama dengan pria lain.
"Tidak mungkin aku cemburu,dia berhak mencintai pria lain."Ucap Hariz dia sedang memantau Selvi dari sebrang restoran.Jauh di lubuk hatinya Hariz sangat merindukan Selvi,tapi dia begitu gengsi mengakuinya.Saat dia ingin pergi tiba-tiba dia melihat Arya memasuki restoran.
"Apa yang dilakukan Arya di sana,apa memang mereka ada hubungan,sepertinya Arya sangat menyukai Selvi,lebih baik aku masuk saja dari pada aku penasaran."Ucap Hariz,lalu dia mengambil kacamata hitam lalu memakainya,dia terlihat begitu tampan.
Saat Hariz memasuki restoran dia melihat Selvi sedang duduk di meja bersama hariz,entah kenapa hatinya begitu bergejolak melihat pemandangan yang sungguh menjijikkan baginya.Hariz lalu memakai masker yang kebetulan dia bawa tadi,dia menjadi meja yang dekat dengan meja Arya,dia ingin sekali mendengar pembicaraan dua manusia itu.
"Aku pergi dulu,nanti pak menejer menegurku,silahkan nikmati makanan yang sudah kami siapkan."Ucap Selvi setelah itu dia meninggalkan Arya yang sedang menikmati makannya.
"Sial,apa saja yang mereka bicarakan kenapa dia pergi setelah aku duduk disini?"Suara hati Hariz dia sangat penasaran apa yang di bicarakan Arya kepada Selvi.Karna tidak ingin dicurigai akhirnya hariz meninggalkan meja dan keluar dari restoran .
"Apa aku segila ini sekarang,biarkan mereka pacaran itu bukan urusanku."Ucap Hariz lalu meninggalkan restoran lalu dia berangkat ke kantor untuk mengikuti rapat bulanan.
Malam ini Hariz kembali ke apertemen nya dengan membawa wanita lain.Saat dia memasuki ruangan dia sudah melihat Selvi menonton di ruang tamu.
"Sayang wanita ini siapa kenapa dia berada di apertemen mu?" Tanya wanita itu,Selvi mengabaikan mereka berdua lalu dia memasuki kamar dan membiarkan hariz dengan semua wanita mainannya.Melihat Selvi masuk kamar Hariz langsung menemuinya dan memeluk Selvi yang sedang berdiri di depan kaca rias.
"Apa...apaan sih,kamu tidak punya malu ya membawa wanita ke apertemen ini kamu anggap apa sih aku ini?"
__ADS_1
*****bersambung****